• Hidup yang Dibentuk Allah 2026-10-14

    “Tidak dapatkah Aku melakukan terhadapmu seperti yang dilakukan tukang periuk ini, hai keturunan Israel?” firman Tuhan. –Yeremia 18:6 (AYT)

    Baca: Yeremia 18:1-10

    Sebelum bertemu dengan Nick, Ashley merasa hidupnya kehilangan arah, tanpa tujuan, dan sangat kacau. Nick sendiri baru mengalami hal yang kurang lebih sama, tetapi sekarang ia berusaha untuk kembali mendalami imannya. Kepada Ashley, Nick membagikan pemahamannya tentang Allah sebagai tukang periuk yang penuh kasih, yang telah membentuk kembali kehidupannya dan memberinya pengharapan dalam masa sulit. Nick dan Ashley yang akhirnya menikah itu memiliki hobi membuat tembikar. Keduanya sering mendorong para peserta kursus pembuatan tembikar yang mereka asuh bahwa “setiap orang itu unik dan diciptakan untuk sebuah tujuan.”

    Ketika berbicara dengan Nabi Yeremia, Allah mengumpamakan diri-Nya sebagai tukang periuk, dan Dia memerintahkan sang nabi untuk memperhatikan cara seorang tukang periuk membentuk kembali bejana yang rusak menjadi bejana yang lain “menurut apa yang dipandangnya baik” (Yer. 18:4 AYT). Allah menyingkapkan kepada Yeremia bahwa Dia sanggup membentuk dan membentuk ulang bangsa Israel, dengan menanam atau mencabut mereka sesuai dengan respons mereka terhadap firman-Nya. Allah memberikan pesan pertobatan dan pengharapan yang harus disampaikan sang nabi kepada umat-Nya, untuk menyatakan bahwa Dia sanggup “melakukan terhadapmu seperti yang dilakukan tukang periuk ini, hai keturunan Israel” (ay. 6 AYT).

    Pesan Yeremia itu diberitakan kepada bangsa Israel, tetapi prinsipnya juga berlaku bagi diri kita masing-masing. Ketika menyadari bahwa pikiran dan perbuatan kita sedang menyimpang dari kebenaran Allah, kita dapat berpaling kepada Tukang Periuk Agung untuk meminta pertolongan-Nya. Ketika kita rela mengakui dosa-dosa kita dan meminta tuntunan serta hikmat Allah untuk mengubah jalan kita, kita dapat percaya bahwa Dia akan membentuk kita kembali dengan tangan-Nya yang penuh kasih.

    Oleh: Kirsten Holmberg

    Renungkan dan Doakan

    Kapan Allah pernah membentuk ulang hidup Anda? Perbedaan apa yang Anda miliki hari ini, sebagai hasil pembentukan-Nya?

    Bentuklah aku, ya Bapa, menjadi pribadi yang Engkau kehendaki.

    Amin 

    Selamat menjalani hari ini dengan semangat dan kekuatan dari Tuhan, Gbu 

    WAWASAN

    Dalam Yeremia 18, gambaran tentang seorang tukang periuk yang membuat dan membentuk ulang sebuah bejana tanah liat menggambarkan anugerah dan kuasa Allah, sekaligus keseriusan dosa. Pernyataan bahwa “bejana, yang sedang dibuatnya dari tanah liat di tangannya itu, rusak” (ay. 4) menunjukkan bahwa ketidaksempurnaan dalam tanah liat menghalangi si tukang periuk untuk membuat bejana sesuai rencana semula. Demikian pula, jika umat Allah terus-menerus memberontak terhadap-Nya, mereka tidak akan mengalami berkat Allah sepenuhnya.

    Seperti tukang periuk yang terpaksa membuat bejana tanah liat yang lebih rendah mutunya karena bahan yang buruk, Allah akan menanggapi pemberontakan umat-Nya dengan penghakiman (ay. 9-10). Namun, anugerah-Nya tetap tidak berubah dan selalu tersedia. Jika pada suatu saat bangsa itu bertobat, Allah akan “menyesal” dan tidak jadi mendatangkan penghakiman (ay. 7-8). Demikian juga hari ini, ketika kita menyimpang dari kebenaran Allah, anugerah dan pemulihan-Nya selalu tersedia bagi kita. –Monica La Rose

    Anda bisa memberikan dampak yang lebih berarti 

    Our Daily Bread

  • You might also like

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

Cari Blog Ini

Diberdayakan oleh Blogger.

Mengenai Saya

Foto saya
Pematangsiantar, Sumatera Utara, Indonesia
Pengamat Sosial

Hidup yang Dibentuk Allah 2026-10-14

“Tidak dapatkah Aku melakukan terhadapmu seperti yang dilakukan tukang periuk ini, hai keturunan Israel?” firman Tuhan. –Yeremia 18:6 (AYT) ...