• Pelajaran dari Reruntuhan 2026-10-19

    Karena kita menerima kerajaan yang tidak tergoncangkan, marilah kita . . . beribadah kepada Allah menurut cara yang berkenan kepada-Nya, dengan hormat dan takut. –Ibrani 12:28

    Baca: Yehezkiel 26:1-6, 17-18

    “Kami harus berjaga-jaga terhadap ular, serangga, jaguar, dan hewan lainnya,” kata arkeolog Ivan Å prajc. Dengan gergaji mesin dan parang, Ivan bersama timnya menerobos hutan lebat dalam usaha untuk mencapai kota Ocumtún yang hilang. Kota besar di masa lampau itu telah lenyap bersama seluruh peradaban Maya yang pernah berkembang pesat di Semenanjung Yucatán, Meksiko. Tidak ada yang tahu alasannya.

    Penulis George Will berkata, “Sesungguhnya, mempelajari sejarah adalah belajar tentang reruntuhan.” Inilah pernyataan yang tepat tentang ketidakmampuan manusia untuk menghasilkan sesuatu yang bertahan lama.

    Dalam Alkitab, kita membaca nubuat tentang kejatuhan sebuah kota yang makmur. “Mereka akan memusnahkan tembok-tembok Tirus dan meruntuhkan menara-menaranya,” firman Allah melalui Nabi Yehezkiel (26:4). “Ia akan menjadi penjemuran pukat di tengah lautan” (ay. 5). Tirus pernah menjadi “kota yang berkuasa di laut . . . yang menimbulkan ketakutan pada penduduk di daratan” (ay. 17). Mereka juga bersukacita atas kejatuhan Yerusalem (ay. 2). Nubuat lain tentang kehancuran Tirus menyatakan bahwa, “Tuhan Yang Mahakuasa . . . memutuskan untuk mengakhiri kesombongan penduduknya atas segala hasil yang telah mereka capai” (Yes. 23:9). Tirus runtuh akibat keangkuhannya.

    Usaha untuk menciptakan hal-hal baru mencerminkan keberadaan manusia sebagai makhluk yang segambar dengan Allah. Namun, kita patut mewaspadai jebakan kesombongan yang mematikan. Apa pun yang kita lakukan, kiranya kita melakukannya bagi Allah kita yang kekal dan dengan kekuatan-Nya. Dia berjanji akan memberi kita “kerajaan yang tidak tergoncangkan” (Ibr. 12:28).

    Oleh: Tim Gustafson

    Renungkan dan Doakan

    Kota atau peradaban apa yang Anda kagumi, dan apa alasannya? Bagaimana pandangan Anda mengenai kota atau peradaban itu, saat menyadari bahwa suatu hari hal itu tidak akan ada lagi?

    Ya Allah, tolonglah aku untuk setia melayani-Mu sebagai warga kerajaan-Mu yang tidak tergoncangkan.

    Amin 

    Selamat menjalani hari ini dengan semangat dan kekuatan dari Tuhan, Gbu...

    WAWASAN

    Nabi Yehezkiel menyerukan penghakiman bukan hanya terhadap Yerusalem, tetapi juga terhadap bangsa-bangsa yang bersukacita atas kejatuhan umat Allah. Pasal 25-32 berisi nubuat-nubuat terhadap tujuh bangsa, termasuk Tirus (26:1–28:19). Penghakiman itu bersifat total; misalnya, Mesir akan turun “ke bumi yang paling bawah . . . ke liang kubur” (32:18), yang merujuk pada dunia orang mati. Tirus, suatu bangsa yang menguasai laut (26:17), akan lenyap di bawah “pasang samudera raya” karena mereka juga akan “turun ke liang kubur” (ay. 19-20).

    Kesombongan pasti membawa kepada kejatuhan. Di sisi lain, melayani Allah akan membawa kepada damai sejahtera (28:26). Pada masa kini, Allah dapat menolong kita melayani Dia dengan kuasa-Nya. –Tim Gustafson

    Anda bisa memberikan dampak yang lebih berarti 

    Our Daily Bread

  • You might also like

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

Cari Blog Ini

Diberdayakan oleh Blogger.

Mengenai Saya

Foto saya
Pematangsiantar, Sumatera Utara, Indonesia
Pengamat Sosial

Kau Melakukannya Kepadaku 2026-10-20

Kedengaranlah olehnya suatu suara yang berkata kepadanya: “Saulus, Saulus, mengapakah engkau menganiaya Aku?” –Kisah Para Rasul 9:4 Baca: Ki...