Hal Kerajaan Sorga itu seumpama harta yang terpendam di ladang. –Matius 13:44
Baca: Matius 13:44-46
James melemparkan seutas tali panjang dengan magnet yang kuat pada ujungnya ke perairan sebuah danau di kota New York. “Pemancing magnet” itu kemudian tertegun ketika ia menarik ke atas sebuah brankas kotor berisi setumpuk besar uang 100 dolar AS yang sarat dengan lumpur. Polisi mengatakan bahwa James boleh menyimpan uang tersebut karena uang itu bersih dari tindak kejahatan. Beberapa lembar uang dalam tumpukan itu berada dalam kondisi sangat buruk sehingga tidak bisa dibuktikan keautentikannya, tetapi James berharap dapat menyelamatkan sebanyak mungkin uang agar cukup untuk membeli sebuah rumah.
Menemukan harta terpendam memang menyenangkan, dan Yesus menyampaikan sebuah perumpamaan tentang seseorang yang mengalami hal tersebut: “Hal Kerajaan Sorga itu seumpama harta yang terpendam di ladang, yang ditemukan orang, lalu dipendamkannya lagi. Oleh sebab sukacitanya pergilah ia menjual seluruh miliknya lalu membeli ladang itu” (Mat. 13:44). Orang tersebut mengetahui nilai dari harta yang baru ditemukannya dan rela menjual seluruh miliknya demi membeli ladang tersebut.
Lewat perumpamaan di atas, kita menyadari bahwa tidak ada jumlah kekayaan atau harta benda yang cukup besar untuk membayar utang dosa kita. Hanya Yesus yang sanggup membayar harga yang luar biasa itu demi menebus kita dan mendamaikan kita dengan Bapa-Nya. Hal itu dilakukan-Nya melalui kematian dan kebangkitan-Nya.
Memiliki harta duniawi mungkin membawa kesenangan, tetapi semua itu bisa hilang, dicuri, atau hancur. Kita dapat menerima pengorbanan Yesus yang terbesar bagi kita dan anugerah hidup kekal yang cuma-cuma dari-Nya dengan penuh syukur, sembari menyadari bahwa kehidupan bersama-Nya di surga kelak adalah upah terbesar yang bisa kita dapatkan.
Oleh: Nancy Gavilanes
Renungkan dan Doakan
Mengapa Tuhan Yesus sangat berharga bagi Anda? Mengapa Anda rela meninggalkan cara hidup Anda yang lama untuk tinggal dalam kekekalan bersama-Nya?
Tuhan Yesus, terima kasih, karena Engkau telah memberiku harta sejati di surga ketika aku beriman dan percaya kepada-Mu.
Amin
Selamat menjalani hari ini dengan semangat dan kekuatan dari Tuhan, Gbu...
WAWASAN
Dua perumpamaan dalam Matius 13:44-46 hadir di tengah beberapa perumpamaan yang disampaikan Yesus tentang Kerajaan Surga (ay. 1-52). Setelah Yesus menyampaikan perumpamaan pertama tentang penabur (ay. 3-9), murid-murid-Nya bertanya mengapa Dia selalu berbicara dalam perumpamaan (ay. 10). Jawaban-Nya sangat bermakna: “Kepadamu diberi karunia untuk mengetahui rahasia Kerajaan Sorga, tetapi kepada mereka tidak” (ay. 11). Dia berkata kepada murid-murid-Nya, “Berbahagialah matamu karena melihat dan telingamu karena mendengar” (ay. 16). Kemudian Dia menjelaskan perumpamaan itu (ay. 18-23). Para murid ingin mengetahui makna sejati perkataan Kristus, dan keinginan mereka terkabul. Mereka telah meninggalkan segala sesuatu untuk mengikut Dia. Sesungguhnya, mereka sedang menghidupi perumpamaan tentang harta terpendam dan mutiara (ay. 44-46). Mereka telah menemukan harta sejati karena mereka menerima Injil. Ketika kita percaya kepada Yesus, kita menerima anugerah cuma-cuma berupa hidup kekal bersama-Nya—harta surgawi yang sejati. –Tim Gustafson
Anda bisa memberikan dampak yang lebih berarti
Our Daily Bread

Tidak ada komentar:
Posting Komentar