Tuhan membebaskan jiwa hamba-hamba-Nya, dan semua orang yang berlindung pada-Nya tidak akan menanggung hukuman. –Mazmur 34:23
Baca: 1 Samuel 21:10-15
Dalam pertarungan semifinal turnamen gulat di sekolah menengahnya, Dave mengalami patah tulang rusuk sebelah kanan. Meski memenangi pertandingan itu, ia tidak yakin apakah dapat bertanding di final dengan tulang rusuk yang patah. Untuk babak final, Dave mempunyai strategi cerdik: Ia melangkah tertatih-tatih ke atas matras dengan kaki kiri yang sebenarnya tidak cedera. Melihat itu, sang lawan berusaha menyerang kaki kiri Dave di sepanjang pertandingan. Dengan melindungi sisi kanannya, Dave akhirnya menang.
Di dalam Alkitab, ada seorang tokoh yang menggunakan tipu muslihat untuk menyelamatkan dirinya dari situasi sulit. Daud sedang melarikan diri dari Raja Saul yang ingin membunuhnya. Ia sempat berlindung di tengah musuh-musuh Israel, tetapi tersebar berita bahwa Daud adalah pahlawan perang Israel (1 Sam. 21:11), dan kabar itu sampai di telinga raja musuh. Karena khawatir akan keselamatannya, Daud “berbuat pura-pura gila [dengan] menggores-gores pintu gerbang dan membiarkan ludahnya meleleh ke janggutnya” (ay. 13). Strategi itu berhasil (ay. 14-15).
Orang-orang dapat memperdebatkan taktik semacam itu dan mengambil kesimpulan yang berbeda. Namun, Mazmur 34 memberi kita pencerahan tentang pengalaman Daud. Di dalamnya, Daud menyatakan bahwa pembebasannya terjadi bukan karena tipu dayanya, melainkan karena Allah. Ia bernyanyi, “Aku telah mencari Tuhan, lalu Ia . . . melepaskan aku dari segala kegentaranku” (ay. 5). Selain itu, “Orang yang tertindas ini berseru, dan Tuhan . . . menyelamatkan dia dari segala kesesakannya” (ay. 7). Daud mencoba berlindung di antara orang Filistin, tetapi ia menemukan bahwa satu-satunya perlindungan yang dapat ia andalkan adalah Allah itu sendiri (ay. 9,23).
Oleh: Tim Gustafson
Renungkan dan Doakan
Dalam situasi apa Anda pernah terdesak untuk mengambil tindakan yang Anda sesali di kemudian hari? Bagaimana berpaling kepada Allah terlebih dahulu dapat mengubah respons Anda?
Ya Bapa, ketika aku mengandalkan kecerdikanku sendiri, aku justru terjerumus dalam masalah. Tolonglah aku melihat tantangan yang kuhadapi sebagai kesempatan untuk berpaling kepada-Mu.
Amin
Selamat menjalani hari ini dengan semangat dan kekuatan dari Tuhan, Gbu...
WAWASAN
Ketika “TUHAN membiarkan roh jahat mengganggu Saul sehingga jiwanya tertekan dan ia selalu ketakutan” (1 Samuel 16:14 FAYH), Daud dipanggil untuk menenangkannya dengan bermain kecapi (ay. 23). Daud “sangat disayangi Saul dan diangkat menjadi pembawa senjatanya” (ay. 21 BIMK). Namun, kekaguman Saul kepadanya tidak berlangsung lama. Setelah Daud mengalahkan Goliat (ps. 17), Saul dikuasai iri hati dan berusaha membunuh Daud (18:6-11). Dalam pasal 21, Daud sedang melarikan diri dari Saul dan bersembunyi di tengah bangsa Filistin, musuh Israel. Ia “pura-pura gila” (ay. 13) supaya tidak diganggu, karena ada kepercayaan bahwa mencelakai seseorang yang gila akan mendatangkan kemalangan. Sekalipun Daud menempuh cara-cara yang ekstrem untuk lolos dari kematian, mazmur-mazmur yang ditulisnya menunjukkan kepercayaannya kepada Allah. Ia menulis, “Waktu aku takut, aku ini percaya kepada-Mu” (Mazmur 56:4). Ketika kesulitan datang, kita pun dapat percaya sepenuhnya kepada Allah. –Alyson Kieda
Anda bisa memberikan dampak yang lebih berarti
Our Daily Bread

Tidak ada komentar:
Posting Komentar