• Bukan Ritual, melainkan Kristus 2026-09-30

    Jangan ada yang menawan kamu dengan filsafatnya yang kosong dan palsu menurut ajaran turun-temurun dan roh-roh dunia, tetapi tidak menurut Kristus. –Kolose 2:8

    Baca: Kolose 2:6-15

    Di Santa Fe, New Mexico, ribuan orang berkumpul setiap tahun untuk membakar Zozobra, orang-orangan setinggi 15 meter yang diisi dengan catatan tentang kekhawatiran, tagihan, dan penyesalan mereka. Orang banyak berteriak-teriak, “Bakar dia!” sambil berharap api akan melahap segala kecemasan dan masalah mereka, serta memberi awal yang baru bagi hidup mereka. Ritual ini mencerminkan kerinduan manusia yang mendalam untuk dibersihkan dari ketakutan, rasa malu, dan kegagalan. Dramatis memang, tetapi tidak berguna. Api dapat menghancurkan kertas, tetapi tidak menghapus rasa bersalah. Api dapat melahap abu, tetapi tidak dapat menghilangkan rasa malu.

    Rasul Paulus menulis, “Hati-hatilah, supaya jangan ada yang menawan kamu dengan filsafatnya yang kosong dan palsu menurut ajaran turun-temurun dan roh-roh dunia, tetapi tidak menurut Kristus” (Kol. 2:8). Ia mengingatkan para pembacanya agar tidak menukar Yesus dengan hal-hal yang kosong. Alasannya: Kristus adalah “gambar yang nyata dari diri Allah yang tidak kelihatan” (1:15 BIMK); Dialah yang terutama dari semua ciptaan (1:16), Allah sepenuhnya dalam rupa manusia (2:9), dan lebih unggul dari “semua pemerintah dan penguasa” (2:10). Berkat kematian dan kebangkitan-Nya, kita “berakar di dalam Dia dan dibangun di atas Dia” (2:7), dan sepenuhnya dihidupkan serta diampuni oleh-Nya (2:13). Ritual-ritual manusia dan upacara-upacara adat dapat memukau banyak orang, tetapi hanya Yesus yang sanggup menghapus utang dosa dan mematahkan kuasanya untuk selamanya.

    Alih-alih menyerahkan beban kita kepada ritual dan tradisi, marilah kita menyerahkannya kepada Kristus. Hanya Dialah yang membebaskan kita dari belenggu dan memenuhi hidup kita dengan pengharapan.

    Oleh: Marvin Williams

    Renungkan dan Doakan

    Bagaimana ritual-ritual manusia dapat menjadi pengganti yang berbahaya dari Kristus? Dengan cara apa Kristus menawarkan kebebasan yang sejati kepada kita?

    Tuhan Yesus, hanya Engkau yang sungguh sanggup membebaskanku.

    Amin 

    Selamat menjalani hari ini dengan semangat dan kekuatan dari Tuhan, Gbu 

    WAWASAN

    Paulus menulis, “Sekarang kamu telah didamaikan [Allah] dengan tubuh jasmani Kristus melalui kematian-Nya untuk mempersembahkan kamu sebagai persembahan yang kudus, tidak bercacat, dan tidak bercela di hadapan Allah. Jadi, tetaplah kamu tinggal dalam iman, . . . tidak digoyahkan dari pengharapan Injil yang kamu dengar” (Kolose 1:22-23 AYT). Rasul Paulus sedang menentang ajaran sesat—kemungkinan Gnostisisme—yang mengklaim bahwa Kristus tidak memiliki tubuh jasmani. Pandangan tersebut tidak sesuai dengan ajaran Alkitab karena menolak kebenaran tentang penyaliban dan kebangkitan. Paulus memperingatkan, “Berhati-hatilah supaya jangan ada seorang pun yang menjerat kamu dengan filsafat yang kosong dan menyesatkan” (2:8 AYT).

    Ia menegaskan, “Dahulu kamu mati dalam pelanggaran-pelanggaranmu,” tetapi sekarang “Allah membuatmu hidup bersama-sama dengan” Kristus (ay. 13 AYT). Ketika kita menerima pengorbanan Yesus sebagai penebusan atas dosa kita, kita pun dilepaskan dari beban dosa. –Tim Gustafson

    Anda bisa memberikan dampak yang lebih berarti 

    Our Daily Bread

  • You might also like

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

Cari Blog Ini

Diberdayakan oleh Blogger.

Mengenai Saya

Foto saya
Pematangsiantar, Sumatera Utara, Indonesia
Pengamat Sosial

Bukan Ritual, melainkan Kristus 2026-09-30

Jangan ada yang menawan kamu dengan filsafatnya yang kosong dan palsu menurut ajaran turun-temurun dan roh-roh dunia, tetapi tidak menurut K...

Halaman FB