• Penghiburan di tengah Air Mata 2026-09-23

    Kami tidak mau . . . kamu tidak mengetahui tentang mereka yang meninggal, supaya kamu jangan berdukacita seperti orang-orang lain. –1 Tesalonika 4:13

    Baca: 1 Tesalonika 4:13-18

    Ibu saya menelepon sekitar pukul sembilan malam. “Ayahmu . . .” katanya, “sudah pergi.” Walaupun saya sudah menyiapkan diri menerima kabar tersebut selama berhari-hari dan merasa lega karena ayah saya tidak lagi menderita, tetap saja berita itu membuat saya terpukul. Saya menangis terisak-isak saat rasa duka menyelimuti hari-hari dan minggu-minggu berikutnya.

    Kehilangan ayah saya memang pengalaman yang berat bagi kami sekeluarga, tetapi terasa lebih berat bagi beberapa anggota keluarga yang belum percaya. Dalam pemahaman mereka, ayah saya telah pergi untuk selamanya. Saat itulah saya menyadari bagaimana iman kepada Yesus menolong kami dalam kedukaan.

    Paulus menjelaskannya demikian: Karena Yesus bangkit kembali dari kematian, setiap orang yang percaya kepada-Nya juga akan bangkit kembali suatu hari nanti (1 Tes. 4:14). Ini akan terjadi pada saat Dia mengumpulkan kita semua untuk masuk dalam kekekalan bersama-Nya (ay. 16-17). Paulus mengatakan itu semua, “supaya [kita] jangan berdukacita seperti orang-orang lain yang tidak mempunyai pengharapan” (ay. 13). Karena tahu bahwa saya akan bertemu lagi dengan ayah saya, saya dapat merasakan penghiburan di tengah air mata.

    Kitab Suci tidak pernah menasihati kita untuk tidak berduka saat mengalami kehilangan. Yesus sendiri menangisi seorang sahabat yang meninggal, meski Dia tahu orang itu akan dihidupkan-Nya kembali (Yoh. 11:34-44). Terkadang kita juga tidak tahu dengan pasti apa yang diyakini oleh orang-orang terkasih sebelum mereka berpulang. Namun, dukacita kita memiliki jaminan pengharapan. Karena Dia, kita akan bertemu lagi dengan orang-orang terkasih yang sudah percaya, dan kita dapat mempercayakan seluruhnya ke dalam tangan kasih-Nya.

    Oleh: Sheridan Voysey

    Renungkan dan Doakan

    Kapan Anda menyadari kuasa dari pengharapan dalam Kristus? Menurut Anda, bagaimana pengharapan tersebut berbeda dengan pemahaman dunia?

    Tuhan Yesus, terima kasih, karena orang-orang terkasih yang telah berpulang dan percaya kepada-Mu sudah aman di dalam tangan-Mu, dan suatu hari kelak, Engkau akan mempertemukan kami kembali.

    Amin 

    Selamat menjalani hari ini dengan semangat dan kekuatan dari Tuhan, Gbu 

    WAWASAN

    Berduka atas kepergian orang yang kita kasihi adalah proses yang alami dan perlu waktu. Kematian membawa kepedihan dan kesedihan mendalam. Namun, dalam 1 Tesalonika 4, kita diajar untuk tidak berduka “seperti orang-orang lain”—mereka yang tidak percaya—“yang tidak mempunyai pengharapan” (ay. 13). Dukacita kita menjadi lebih ringan karena Roh Kudus, Sang Penghibur, menyertai kita (Yohanes 14:15-17); dan kita memiliki jaminan bahwa suatu hari nanti kita akan dipersatukan kembali dengan orang-orang percaya yang kita kasihi dan menikmati kebersamaan dengan Juruselamat kita untuk selamanya. 

    Orang yang percaya kepada Yesus tahu bahwa hidup di dunia ini bukanlah akhir segalanya. Kita memiliki janji kehidupan kekal (3:16). Orang-orang yang kita kasihi aman di dalam pelukan Kristus, dan kita dapat mempercayakan mereka kepada-Nya. Suatu hari nanti kita akan bersatu kembali, dan “maut tidak akan ada lagi; tidak akan ada lagi perkabungan, atau ratap tangis, atau dukacita” (Wahyu 21:4). –Alyson Kieda

    Anda bisa memberikan dampak yang lebih berarti 

    Our Daily Bread

  • You might also like

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

Cari Blog Ini

Diberdayakan oleh Blogger.

Mengenai Saya

Foto saya
Pematangsiantar, Sumatera Utara, Indonesia
Pengamat Sosial

Penghiburan di tengah Air Mata 2026-09-23

Kami tidak mau . . . kamu tidak mengetahui tentang mereka yang meninggal, supaya kamu jangan berdukacita seperti orang-orang lain. –1 Tesalo...

Halaman FB