Dengan bertekun dan dengan sehati mereka berkumpul tiap-tiap hari. –Kisah Para Rasul 2:46
Baca: Kisah Para Rasul 2:42-47
Semasa kecil, saya senang menemani seluruh keluarga pergi ke gereja setiap Minggu pagi dan sore. Gembala gereja kami adalah orang yang memancarkan sukacita dan selalu senang melibatkan anak-anak di dalam ibadah, bahkan mendorong saya untuk mencatat. Guru-guru Sekolah Minggu dan pendeta kami menanamkan kecintaan pada Kitab Suci dalam hati saya. Ibadah Minggu malam kami sering dilayani oleh pembicara tamu atau para misionaris yang menggugah hati saya untuk melakukan pekerjaan misi. Gereja kami sungguh-sungguh menghidupi slogan yang diciptakan oleh gembala kami: “Menjadi gereja yang hangat di Jalan Coldwater.” Memang gereja kami tidak sempurna, tetapi kami sungguh merasa sebagai satu keluarga. Sejak saat itu, di mana pun berada, saya terus berusaha melibatkan diri dalam kehidupan berjemaat (meski adakalanya sulit menemukan gereja yang pas). Saya bersyukur, melalui komitmen itu, saya telah dikuatkan dan bertumbuh dalam iman.
Seperti halnya kita sekarang, orang-orang percaya dalam jemaat mula-mula juga memerlukan penghiburan dan dorongan, dan mereka memahami pentingnya bersekutu dengan saudara-saudari seiman (Kis. 2:46). Mereka hidup sebagai satu keluarga. Mereka saling menguatkan ketika kehidupan dan pelayanan terasa berat. Mereka berkumpul untuk berdoa, mempelajari Kitab Suci, memuji Allah, menikmati persekutuan, dan makan bersama (ay. 42). Sebagai hasilnya, Allah membuat jumlah mereka semakin bertambah (ay. 47).
Menemukan gereja yang sehati sepikir mungkin tidak mudah dan memerlukan waktu, tetapi hal itu sangat penting. Menjalani hidup seorang diri sungguh sulit, karena itulah Allah memberi kita keluarga dan komunitas. Gereja adalah tempat yang sangat baik untuk membangun komunitas.
Oleh: Alyson Kieda
Renungkan dan Doakan
Menurut Anda, mengapa penting untuk memiliki komunitas gereja? Bagaimana Anda dapat dikuatkan lewat keterlibatan aktif dalam kegiatan-kegiatan gereja?
Ya Allah, terima kasih, karena Engkau telah memberiku gereja-Mu, tempat aku dapat lebih mengenal-Mu dan dikuatkan dalam iman.
Amin
Selamat menjalani hari ini dengan semangat dan kekuatan dari Tuhan, Gbu...
WAWASAN
Jemaat mula-mula dalam Kisah Para Rasul menyadari perlunya komunitas (Kisah Para Rasul 2:46). Penulis Kitab Pengkhotbah juga menegaskan kebenaran ini: “Berdua lebih baik daripada seorang diri saja, karena mereka memperoleh upah yang lebih baik dari hasil kerja keras mereka. Dan apabila salah satu dari mereka jatuh, maka yang lain bisa menolongnya untuk berdiri. Tetapi betapa menyedihkan apabila seseorang yang hanya sendirian jatuh, sebab tidak ada yang menolongnya untuk berdiri” (Pengkhotbah 4:9-10 TSI). Kekuatan dalam kebersamaan menjadi salah satu alasan mengapa komunitas sangat penting. Keluarga dan gereja yang berlandaskan kebenaran Allah dapat menopang kita serta menolong kita untuk bertahan dan bertumbuh.
Yesus mengingatkan bahwa “Sebab di mana dua atau tiga orang berkumpul dalam Nama-Ku, di situ Aku ada di tengah-tengah mereka” (Matius 18:20). Dalam komunitas yang berpusat pada Kristus seperti itu, kita dapat “saling membantu menanggung beban” (Galatia 6:2 BIMK), “saling mendoakan” (Yakobus 5:16), dan “saling menguatkan supaya lebih percaya kepada Kristus” (Roma 1:12 TSI). –Alyson Kieda
Anda bisa memberikan dampak yang lebih berarti
Our Daily Bread

Tidak ada komentar:
Posting Komentar