• Melepas Topeng, Mengenakan Yesus 2026-10-31

    Kenakanlah manusia baru, yang terus-menerus diperbarui dalam pengetahuan sesuai dengan gambar dari Penciptanya. –Kolose 3:10 (AYT)

    Baca: Efesus 4:20-24

    Pada zaman Yunani kuno, para aktor di atas panggung menggambarkan emosi tokoh-tokoh yang mereka perankan dengan mengenakan topeng yang menampilkan ekspresi tragedi atau komedi. Topeng juga memungkinkan seorang aktor mengisi beberapa peranan dalam satu pertunjukan. Topeng-topeng itu tidak permanen, dan juga tidak mencerminkan jati diri orang yang memakainya. Topeng hanya dipakai saat pertunjukan, dan penyamaran wajah itu dilepas saat pertunjukan selesai.

    Di Kolose 3:10, Paulus menulis kepada orang percaya untuk mendorong mereka “[mengenakan] manusia baru, yang terus-menerus diperbarui dalam pengetahuan sesuai dengan gambar dari Penciptanya” (AYT). Ini bukan seperti topeng yang dipakai sementara untuk menghibur orang lain, melainkan bagian permanen dari kehidupan yang kita tampilkan setiap hari. Sang rasul mendesak kita untuk “menanggalkan manusia lama” (Ef. 4:22), yaitu kehidupan berdosa yang pernah kita jalani sebelum menerima keselamatan dalam Kristus.

    Menanggalkan kebiasaan lama dan mengenakan manusia baru tidak terjadi begitu saja secara alami. Paulus berkata bahwa kita perlu “dibaharui di dalam roh dan pikiran [kita]” (ay. 23). Ini dimulai dari cara kita berpikir, dengan menyadari bahwa sebagai orang percaya, kita “diciptakan dalam rupa Allah dalam keadilan dan kekudusan yang sejati” (ay. 24 AYT).

    Para aktor di masa silam dibayar untuk mengenakan topeng. Hari ini, oleh kasih karunia Allah, marilah kita mengenakan gambar Yesus yang sesungguhnya, agar dunia tahu bahwa Dia hidup di dalam kita.

    Oleh: Brent Hackett

    Renungkan dan Doakan

    Dalam hal apa Anda masih mengenakan topeng yang menampilkan kehidupan lama Anda? Bagaimana Anda dapat memilih untuk “mengenakan” Yesus setiap hari?

    Tuhan Yesus, aku berdoa, biarlah hidupku benar-benar mencerminkan diri-Mu. Tolonglah aku untuk hidup jujur dan tulus bagi-Mu setiap hari.

    Amin 

    Selamat menjalani hari ini dengan semangat dan kekuatan dari Tuhan, Gbu...

    WAWASAN

    Mengingat apa yang Allah lakukan melalui Yesus dengan memilih, menebus, dan menentukan dari semula orang-orang percaya untuk menjadi anak-anak-Nya (Efesus 1:3-14), Paulus mendorong orang percaya untuk “hidup sepadan dengan panggilan yang telah [kita] terima” (4:1 AYT). Kita “jangan hidup lagi” dalam kehidupan fasik kita di masa lalu (ay. 17), sebab kita telah diberi hidup yang baru (ay. 22-24). Alkitab mengungkapkannya demikian: “Orang yang sudah bersatu dengan Kristus, menjadi manusia baru sama sekali. Yang lama sudah tidak ada lagi—semuanya sudah menjadi baru” (2 Korintus 5:17 BIMK).

    Manusia baru kita “diciptakan menurut pola Allah,” yaitu di dalam kebenaran dan kekudusan yang sesungguhnya (Efesus 4:24 BIMK). Kita diperintahkan: “Matikanlah dalam dirimu segala sesuatu yang duniawi, yaitu percabulan, kenajisan, hawa nafsu, nafsu jahat dan juga keserakahan” (Kolose 3:5), serta membuang “marah, geram, kejahatan, fitnah dan kata-kata kotor” (ay. 8). Saat “[mengenakan] belas kasihan, kemurahan, kerendahan hati, kelemahlembutan dan kesabaran” (ay. 12), kita akan dimampukan Allah untuk menjalani kehidupan yang autentik dan serupa Kristus di hadapan orang lain. –K.T. Sim

    Anda bisa memberikan dampak yang lebih berarti 

    Our Daily Bread

  • You might also like

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

Cari Blog Ini

Diberdayakan oleh Blogger.

Mengenai Saya

Foto saya
Pematangsiantar, Sumatera Utara, Indonesia
Pengamat Sosial

Pengharapan dalam Kehilangan 2026-11-04

Terpujilah Allah . . . yang dalam Kristus telah mengaruniakan kepada kita segala berkat rohani di dalam sorga. –Efesus 1:3 Baca: Efesus 1:3-...