Bukan engkau yang mereka tolak, tetapi Akulah yang mereka tolak, supaya jangan Aku menjadi raja atas mereka. –1 Samuel 8:7
Baca: 1 Samuel 8:4-9
Setelah menganggur selama setahun, Ethan akhirnya mendapat tawaran pekerjaan yang menarik. Namun, sang istri mencegahnya untuk menerima pekerjaan itu. “Apakah itu baik bagimu?” tanyanya. “Kamu akan bekerja di malam hari, jadi kamu akan sulit untuk pergi ke gereja di Minggu pagi, seperti yang terjadi dengan pekerjaanmu sebelumnya.” Setelah berdoa dan memikirkan matang-matang, Ethan memutuskan untuk menolak tawaran pekerjaan itu. Meski sebenarnya tidak ada yang salah dengan pekerjaan itu, ia tahu itu tidak akan baik baginya. Beberapa bulan kemudian, Ethan pun mendapatkan pekerjaan lain dengan jam kerja di pagi hari, sehingga ia dapat tetap beribadah di gereja.
Tidak semua keputusan yang terlihat logis itu memuliakan Allah atau bijaksana. Contohnya, mungkin wajar bagi bangsa Israel meminta seorang raja untuk memimpin mereka. Anak-anak Nabi Samuel tidak pantas untuk memimpin (1 Sam. 8:3), dan bangsa-bangsa lain tampak baik-baik saja dipimpin oleh raja (ay. 5,20). Namun, Allah memperingatkan mereka untuk tidak sepenuhnya mengandalkan manusia. Hanya Dialah raja sejati yang dapat melindungi dan menyediakan segala kebutuhan mereka dengan sempurna (ay. 7,11-18). Akan tetapi, bangsa Israel bersikeras (ay. 19), sehingga Allah berfirman kepada Samuel, “Bukan engkau yang mereka tolak, tetapi Akulah yang mereka tolak, supaya jangan Aku menjadi raja atas mereka” (ay. 7). Kelak, bangsa Israel akan menderita di bawah pemerintahan serangkaian raja yang jahat.
Hikmat manusia dapat membuat kita lebih mengandalkan diri daripada mengandalkan Allah. Jalan-jalan-Nya mungkin tampak berlawanan dengan logika, tetapi sesungguhnya semua itu bijaksana dan menuntun kepada kebaikan. Kiranya kita belajar untuk mempercayai-Nya dan menerima kedaulatan-Nya dalam hidup kita, karena Dia sendiri Raja kita yang penuh kasih.
Oleh: Leslie Koh
Renungkan dan Doakan
Keputusan apa yang harus Anda buat saat ini? Bagaimana Anda meminta tuntunan dan hikmat Allah untuk memutuskannya?
Ya Allah, ajarilah aku untuk mempercayai jalan-jalan-Mu dan mengikutinya, agar aku dapat taat dan menyenangkan hati-Mu dalam segala hal yang kulakukan.
Amin
Selamat menjalani hari ini dengan semangat dan kekuatan dari Tuhan, Gbu.....
WAWASAN
Kunci untuk memahami bagian Alkitab hari ini (1 Sam. 8:4-9) adalah bagian lain yang berisi petunjuk Allah kepada Israel ketika mereka keluar dari Mesir. Dia berfirman kepada mereka, “Engkaulah yang dipilih oleh TUHAN, Allahmu, dari segala bangsa di atas muka bumi untuk menjadi umat kesayangan-Nya” (Ul. 7:6). Dia juga berfirman, “Apabila engkau telah masuk ke negeri yang diberikan kepadamu oleh TUHAN, Allahmu, . . . kemudian engkau berkata: Aku mau mengangkat raja atasku, seperti segala bangsa yang di sekelilingku, maka hanyalah raja yang dipilih TUHAN, Allahmu, yang harus kauangkat atasmu” (17:14-15).
Meski memiliki kedudukan istimewa sebagai umat pilihan Allah, Dia tahu umat-Nya akan ingin menjadi seperti bangsa-bangsa di sekitar mereka. Ketika Samuel berdoa, Allah berfirman kepadanya, “Akulah yang mereka tolak, supaya jangan Aku menjadi raja atas mereka” (1 Sam. 8:7). Namun, mereka tetaplah umat-Nya, dan Allah memang memilih raja manusia bagi mereka (9:16). Hari ini, kita dapat mengingat bahwa hikmat Allah selalu tersedia untuk setiap keputusan yang perlu kita buat. –Tim Gustafson
Anda bisa memberikan dampak yang lebih berarti
Our Daily Bread

Tidak ada komentar:
Posting Komentar