Terpujilah Allah . . . yang dalam Kristus telah mengaruniakan kepada kita segala berkat rohani di dalam sorga. –Efesus 1:3
Baca: Efesus 1:3-14
Saat sedang membawa anjingnya berjalan-jalan, keponakan saya Andy tertabrak mobil. Seseorang yang melihat kejadian itu berhenti untuk memberikan pertolongan darurat dan kemudian memanggil ambulans. Andy pun dapat bertahan hidup selama seminggu dengan bantuan alat ventilator. Sehari setelah Natal, secara ajaib, ia kembali siuman dan dilepaskan dari pengaruh obat penenang dan ventilator. Ia sempat mengungkapkan cintanya kepada istri, orangtua, saudara, dan kelima anaknya. Keluarga pun merasa ada sedikit harapan bagi Andy. Namun sayang, keesokan harinya ia meninggal dunia.
Dalam kebaktian penghiburan, dengan berlinang air mata, semua anaknya, yang berusia 15 hingga 21 tahun, berbagi kesaksian tentang bagaimana ayah mereka memuliakan Allah. Julia, anak perempuan Andy, mengucapkan sepenggal kalimat yang membuat para hadirin merenung: “Yang terpenting bukanlah seberapa besar kehilangan kita, melainkan seberapa banyak yang masih dapat kita pegang.”
Kami yang mengenal dan mengasihi Andy memang merasakan kehilangan yang sangat besar. Sebagai seseorang yang hidup sungguh-sungguh bagi Tuhan, kepergian Andy meninggalkan kesedihan yang begitu mendalam. Pengharapan apa yang masih dapat kami pegang? Efesus 1 berbicara tentang berkat-berkat rohani yang dimiliki Andy dan orang-orang percaya lainnya di dalam Yesus: Kita “tak bercacat di hadapan-Nya” (ay. 4), “[ditentukan] dari semula . . . untuk menjadi anak-anak-Nya” (ay. 5), ditebus “oleh darah-Nya” (ay. 7), dan menerima “pengampunan dosa, menurut kekayaan kasih karunia-Nya” (ay. 7). “Roh Kudus, yang dijanjikan-Nya” tinggal di dalam kita dan menjamin “bagian kita” dengan-Nya di dalam kehidupan kekal yang akan datang (ay. 13-14).
Puji Tuhan, ada anugerah keselamatan kekal yang tersedia bagi mereka yang mengasihi Yesus.
Oleh: Anne Cetas
Renungkan dan Doakan
Pengalaman kehilangan apa yang pernah Anda alami? Di tengah dukacita yang Anda rasakan, apa saja yang masih dapat Anda syukuri kepada Allah?
Allah Bapa, hiburlah aku, dan mampukanlah aku untuk memegang teguh janji-janji-Mu.
Amin
Selamat menjalani hari ini dengan semangat dan kekuatan dari Tuhan, Gbu...
WAWASAN
Untuk mendorong orang percaya agar menjalani hidup saleh di tengah dunia yang sesat ini (Ef. 4:1,17), Paulus mengawali suratnya dengan mengingatkan kita besarnya kasih Allah kepada kita dan bahwa dalam Kristus Dia telah “mengaruniakan kepada kita segala berkat rohani di dalam sorga” (1:3). Melalui Yesus, kita dipilih, ditebus, diampuni, diselamatkan, diangkat menjadi anak-anak Allah dalam keluarga-Nya, serta ditetapkan menjadi ahli waris-Nya. Dimeteraikan dan dikuatkan secara khusus oleh Roh Kudus, kita dipelihara dalam kasih dan menerima segala yang kita perlukan untuk menjalani hidup yang memuliakan Allah sebagai anak-anak-Nya (ay. 3-14).
Apa pun tantangan atau pencobaan yang kita hadapi, apa pun kehilangan dan penderitaan yang kita alami, Bapa kita di surga “dapat melakukan jauh lebih banyak dari pada yang kita doakan atau pikirkan,” oleh “kuasa[-Nya] yang bekerja di dalam kita” (3:20). –K.T. Sim
Anda bisa memberikan dampak yang lebih berarti
Our Daily Bread

Tidak ada komentar:
Posting Komentar