Semoga Allah, sumber pengharapan, memenuhi kamu dengan segala sukacita dan damai sejahtera dalam iman kamu. –Roma 15:13
Baca: Roma 15:5-13
Selama bertahun-tahun, salah satu kata yang paling banyak dicari di internet adalah harapan. Menariknya, tingkat pencarian tersebut melampaui pertanyaan orang tentang krisis politik atau bahkan cara menghasilkan uang melalui dunia maya. Orang-orang sedang mencari makna hidup yang lebih dalam. Situasi beberapa tahun terakhir memang sulit membuat orang bersikap optimis; sebaliknya, krisis yang berlangsung terasa lama dan berkepanjangan. Permasalahan lingkungan, guncangan ekonomi, dan perkembangan digital yang mencemaskan telah mendominasi tajuk berita dan juga hati kita. Namun, di tengah semua pergumulan itu, jutaan orang mengetik kata harapan di dalam mesin pencari, sebagai lambang kerinduan mereka untuk dilepaskan oleh sesuatu yang sanggup mengatasi segala kekacauan.
Paulus mengerti bahwa Allah adalah Pribadi yang sanggup mengatasi segala kekacauan itu. Ketika sang rasul menulis tentang “Allah, sumber pengharapan” (Rm. 15:13), ia ingin orang-orang percaya di Roma memahami bahwa Allah adalah sumber sekaligus objek dari pengharapan mereka. Paulus mengingatkan kita bahwa pengharapan sejati bukanlah angan-angan atau perasaan optimis sesaat, melainkan sesuatu yang didasarkan pada karakter dan kesetiaan Allah. Dia menanamkan keyakinan dalam diri kita melalui janji-janji-Nya. Dia juga Pribadi yang memberikan “ketekunan dan penghiburan” (ay. 5) melalui kuasa Roh-Nya yang kudus. Pengharapan ini akan tetap bertahan di tengah keadaan yang sulit, memenuhi kita dengan sukacita dan damai sejahtera saat kita menyadari bahwa Allah telah menerima kita di dalam Kristus (ay. 7).
Jika Anda sedang mencari harapan, arahkanlah hati Anda kepada Allah. Dengan mempercayai janji-janji dan kesetiaan-Nya, Anda akan menemukan pengharapan kekal yang hanya dapat diberikan oleh-Nya.
Oleh: Marvin Williams
Renungkan dan Doakan
Apa yang membuat Anda terus berharap kepada Allah di tengah masa-masa yang sulit? Apa yang dapat Anda lakukan untuk tetap mempercayai-Nya?
Allah sumber kebenaran, penuhilah aku dengan pengharapan dan sukacita-Mu.
Amin
Selamat menjalani hari ini dengan semangat dan kekuatan dari Tuhan, Gbu
WAWASAN
Dalam Roma 15, Paulus mengatakan bahwa dasar kesatuan orang percaya dalam Yesus adalah “anugerah untuk dapat hidup dalam kesehatian satu sama lain sesuai dengan Yesus Kristus” (ay. 5 AYT). Kesatuan ditemukan dengan mengikuti teladan kasih-Nya yang rela berkorban, bukan dengan memiliki keyakinan, latar belakang, atau pilihan yang sama persis. Tujuan kesatuan ini adalah penyembahan, “sehingga kamu bersama-sama dengan satu pikiran dan satu suara memuliakan Allah dan Bapa Tuhan kita, Kristus Yesus” (ay. 6 AYT). Sesungguhnya, kesatuan itu sendiri merupakan bentuk penyembahan: “Terimalah satu akan yang lain . . . untuk kemuliaan Allah” (ay. 7).
Surat Roma secara khusus berfokus pada kesatuan orang Yahudi dan bangsa-bangsa lain. Sang rasul menekankan bahwa orang Yahudi dan bangsa-bangsa lain yang bersama-sama menyembah Allah itu menggenapi janji Allah (ay. 8-12). Hari ini, kita dapat bergabung dengan saudara-saudari seiman dan menyembah “Allah, sumber pengharapan” yang memenuhi kita “dengan segala sukacita dan damai sejahtera” (ay. 13). Monica La Rose
Anda bisa memberikan dampak yang lebih berarti
Our Daily Bread

Tidak ada komentar:
Posting Komentar