• Berfokus pada Allah 2026-01-31

    Yang hatinya teguh Kaujagai dengan damai sejahtera, sebab kepada-Mulah ia percaya. –Yesaya 26:3

    Suatu kali, seorang rekan kerja menelepon untuk membahas sebuah masalah. Ia sempat menanyakan kabar saya, dan saya menceritakan bahwa saya sedang mengalami infeksi sinus yang cukup menyiksa, sementara obat yang saya konsumsi belum memberikan hasil. Mendengar itu, ia bertanya, “Bolehkah aku mendoakanmu?” Setelah saya mengiyakan, ia pun menaikkan doa singkat sepanjang 30 detik kepada Allah untuk memohon kesembuhan bagi saya. Saya mengaku kepadanya, “Kadang aku lupa berdoa. Aku terlalu berfokus pada rasa sakitku hingga lupa untuk mencari Tuhan.”

    Pengakuan itu membuat saya berpikir kembali tentang letak fokus saya—pada kesulitan dan masalah saya, atau pada Allah. Hari itu, fokus saya ada pada rasa sakit yang begitu menyiksa. Namun, Yesaya 26:3 mengingatkan kita bahwa ketika kita memusatkan perhatian kepada Allah, yang menyembuhkan dan menopang kita, kita dapat menemukan damai sejahtera: “Yang hatinya teguh Kaujagai dengan damai sejahtera, sebab kepada-Mulah ia percaya.” Meski rasa sakit itu tidak hilang dalam sekejap, atau bahkan mungkin terus terasa di sepanjang hidup kita, sang nabi mengingatkan kita untuk mempercayai Pribadi yang setia dan sanggup menyediakan apa yang kita perlukan (ay. 4).

    Bagian dari Kitab Yesaya ini mendorong bangsa Israel untuk berfokus pada janji Allah di sepanjang dan setelah masa pembuangan mereka. Mereka akan kembali menyanyikan pujian kepada Allah karena mereka sungguh-sungguh beriman dan berharap penuh pada pemeliharaan Allah (ay. 1-2). Ucapan sang nabi mengingatkan kita pula, bahwa di tengah rasa sakit yang kita derita, kita dapat menemukan penghiburan saat kita memilih untuk berfokus dan berseru kepada-Nya dalam iman.

    Oleh: Katara Patton

    Renungkan dan Doakan

    Ke arah mana fokus pikiran Anda? Bagaimana Anda dapat mengubah keresahan menjadi pujian dan doa kepada Allah?

    Ya Allah, ingatkanlah aku untuk menjaga pikiranku agar tetap berfokus pada-Mu, apa pun situasi yang kuhadapi.

    Amin 

    Selamat menjalani hari ini dengan semangat dan Kekuatan dari Tuhan, Gbu 

    WAWASAN

    Yesaya 26 dimulai dengan kata-kata berikut, “Pada waktu itu nyanyian ini akan dinyanyikan di tanah Yehuda” (ay. 1). Apa maksudnya “pada waktu itu”? Dengan mundur ke pasal 25, kita melihat bahwa Israel akan menyanyikan lagu ini pada saat kedatangan Mesias yang sudah lama dinantikan. Mereka menyatakan, “Sesungguhnya, inilah Allah kita, yang kita nanti-nantikan, supaya kita diselamatkan. Inilah TUHAN yang kita nanti-nantikan; marilah kita bersorak-sorak dan bersukacita oleh karena keselamatan yang diadakan-Nya!” (ay. 9). Sang Mesias akan menghakimi pihak-pihak yang menindas dan menyengsarakan Israel (contohnya bangsa Moab). Hal itu akan tergenapi ketika Yesus datang ke dunia untuk kedua kalinya dan meneguhkan kerajaan-Nya. Sembari menantikan kedatangan-Nya sekarang, kita juga dikuatkan dengan penyertaan Pribadi yang berjanji, “Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau” (Ibrani 13:5). –Bill Crowder

    Anda bisa memberikan dampak yang lebih berarti 

    Our Daily Bread

  • You might also like

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

Cari Blog Ini

Diberdayakan oleh Blogger.

Mengenai Saya

Foto saya
Pematangsiantar, Sumatera Utara, Indonesia
Pengamat Sosial

Harta yang Disimpan di Surga 2026-02-04

Kita tidak membawa sesuatu apa ke dalam dunia dan kita pun tidak dapat membawa apa-apa ke luar. –1 Timotius 6:7 Baca: 1 Timotius 6:6-12, 17-...

Halaman FB