Hai pemalas, pergilah kepada semut, perhatikanlah lakunya dan jadilah bijak. –Amsal 6:6
Baca: Amsal 6:6-11
Pada tahun 1692, tulisan seorang biarawan bernama Brother Lawrence, The Practice of the Presence of God, pertama kali diterbitkan. Di dalamnya dijelaskan bagaimana ia mengundang Allah untuk hadir dalam aktivitas yang biasa dikerjakannya sehari-hari. Hingga saat ini, tulisan Brother Lawrence masih mendorong kita untuk sungguh-sungguh merindukan hadirat Allah dalam setiap hal yang kita lakukan—dari memotong rumput, berbelanja kebutuhan rumah tangga, atau menemani anjing peliharaan berjalan-jalan.
Itulah yang saya lakukan setiap hari bersama anjing kami, Winston. Tujuan saya untuk kami adalah berolahraga. Tujuan Winston? Mengendus segala hal. Sering kali, kami lebih banyak berhenti daripada berjalan. Ini sempat membuat saya frustrasi. Namun, kini saya meminta Allah untuk menolong saya melihat momen-momen tersebut sebagai pengingat bahwa hidup ini memang penuh dengan jeda dan gangguan yang tidak terduga. Kita pun mengalami kehadiran Allah ketika kita belajar menaati-Nya dengan setia dalam urusan hidup sehari-hari.
Amsal 6 menggemakan pelajaran serupa. Salomo mengajak kita belajar dari hal-hal sederhana yang dijumpai sehari-hari, dalam hal ini semut: “Hai pemalas, pergilah kepada semut, perhatikanlah lakunya dan jadilah bijak” (ay. 6). Semut dipakai Salomo sebagai teladan dari kerja keras yang tekun, setia, dan konsisten (ay. 7-8).
Hubungan kita dengan Allah tidak perlu dikotak-kotakkan ke dalam waktu “rohani” seperti saat teduh atau ibadah di gereja. Sebaliknya, dalam ketaatan kepada Allah, kita diundang oleh-Nya untuk melihat karya tangan-Nya dalam hal-hal biasa yang kita jumpai atau lakukan sehari-hari.
Oleh: Adam R. Holz
Renungkan dan Doakan
Kapan Allah pernah memakai hal-hal sederhana dari kehidupan sehari-hari untuk menolong Anda lebih mengenali-Nya? Hal apa yang Allah mau Anda kerjakan dengan setia setiap hari?
Ya Bapa, terima kasih untuk begitu banyak hal yang mengingatkanku bahwa Engkau senantiasa hadir dalam setiap momen hidupku.
Amin
Selamat menjalani hari ini dengan semangat dan Kekuatan dari Tuhan, Gbu
WAWASAN
Dalam Amsal 6, pembaca diperingatkan untuk menjauhi kebodohan dan diajak untuk bertindak, “Hai pemalas, pergilah kepada semut, perhatikanlah lakunya dan jadilah bijak” (ay. 6). Allah memanggil kita untuk bertindak aktif, penuh perhatian, dan rajin. Itulah sifat-sifat seekor semut. Kebanyakan dari kita pernah melihat semut berbaris untuk mencari makan dan membangun sarang.
Satu lagi kutipan Alkitab tentang semut memanggil kita untuk mengikuti teladan mereka, “Semut, bangsa yang tidak kuat, tetapi . . . menyediakan makanannya di musim panas” (30:25). Dalam hal ini, Allah menghendaki kita tekun dalam urusan sehari-hari. Di Kolose 3:23, Paulus berkata, “Apa pun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia.” Dalam segala hal yang kita lakukan, kita dapat berjuang untuk setia dan mencari kehadiran-Nya sepanjang hari, bahkan dalam tugas yang dihadapi sehari-hari. –Alyson Kieda
Anda bisa memberikan dampak yang lebih berarti
Our Daily Bread

Tidak ada komentar:
Posting Komentar