• Fokus kepada Allah 2026-02-03

    Roh-Ku tetap tinggal di tengah-tengahmu. Janganlah takut! –Hagai 2:6

    Baca: Hagai 2:2-10

    Setidaknya ia lulus, pikir Jess sambil memegang kertas ujian anaknya. Selama ini ia telah membantu putranya belajar matematika, tetapi dengan urusan rumah dan tambahan pekerjaan dari atasannya belakangan ini, sulit untuk melakukannya dengan teratur. Dalam keputusasaan, Jess teringat pada istrinya yang telah berpulang: Lisa, kamu pasti lebih tahu apa yang harus dilakukan. Aku tidak sebaik kamu dalam mengurus rumah tangga.

    Dalam skala yang lebih besar, mungkin Zerubabel merasakan keputusasaan serupa. Sebagai bupati Yehuda, ia dipanggil Allah untuk memimpin bangsa Israel membangun kembali bait suci setelah kembali dari masa pembuangan di Babel. Ketika fondasi bait suci diletakkan, “banyak . . . yang pernah melihat rumah yang dahulu, menangis dengan suara nyaring” (Ezr. 3:12). Kenangan akan kemegahan bait suci Salomo di masa lalu kembali muncul, sementara bangunan baru terlihat jauh lebih kecil. Pastilah banyak orang—termasuk Zerubabel—berpikir, bait suci yang sekarang tidak seindah yang dulu.

    “Tetapi sekarang, kuatkanlah hatimu,” kata Allah kepada Zerubabel, juga kepada semua yang terlibat dengannya, “Aku ini menyertai kamu . . . Roh-Ku tetap tinggal di tengah-tengahmu. Janganlah takut!” (Hag. 2:5-6). Zerubabel dapat teguh meyakini penyertaan dan tuntunan Allah, seperti yang telah dijanjikan-Nya kepada mereka (ay. 5). Selain itu, “Rumah ini, kemegahannya yang kemudian akan melebihi kemegahannya yang semula,” firman Allah (ay. 10), yang merujuk pada kunjungan Yesus ke bait suci itu di masa mendatang (Yoh. 2:13-25).

    Bisa jadi kita merasa putus asa dalam menjalankan tugas yang Allah berikan, terutama saat membandingkan pencapaian kita dengan orang lain di masa lalu. Namun, marilah kita tetap berfokus pada rencana-Nya untuk saat ini, karena baik pekerjaan maupun tujuannya adalah milik Allah, bukan milik kita.

    Oleh: Karen Huang

    Renungkan dan Doakan

    Tugas apa yang Allah percayakan kepada Anda saat ini? Bagaimana Anda dapat berfokus kepada-Nya saat melakukannya?

    Allah yang baik, kuatkanlah aku untuk menjalankan tugas yang telah Engkau percayakan kepadaku.

    Amin 

    Selamat menjalani hari ini dengan semangat dan Kekuatan dari Tuhan, Gbu 

    WAWASAN

    Berabad-abad sebelum Yosua bin Yozadak mendengar perintah Allah, “Kuatkanlah hatimu” (Hagai 2:5), Yosua bin Nun menerima pesan yang sama saat memimpin umat Allah masuk ke Tanah Perjanjian (Yosua 1:6,7,9,18). Meski Musa telah mati (ay. 1-2), Allah tetap hidup dan hadir. Ia menyatakan, “Bukankah telah Kuperintahkan kepadamu: kuatkan dan teguhkanlah hatimu? Janganlah kecut dan tawar hati, sebab TUHAN, Allahmu, menyertai engkau, ke mana pun engkau pergi” (ay. 9). Manusia dan tugas kita bisa berubah, tetapi rencana dan tujuan Allah bagi kita takkan berubah. Saat kita merasa lemah, kiranya kebenaran ini dapat meneguhkan hati kita untuk menyelesaikan tugas yang dipercayakan-Nya. –Arthur Jackson

    Anda bisa memberikan dampak yang lebih berarti 

    Our Daily Bread

  • You might also like

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

Cari Blog Ini

Diberdayakan oleh Blogger.

Mengenai Saya

Foto saya
Pematangsiantar, Sumatera Utara, Indonesia
Pengamat Sosial

Harta yang Disimpan di Surga 2026-02-04

Kita tidak membawa sesuatu apa ke dalam dunia dan kita pun tidak dapat membawa apa-apa ke luar. –1 Timotius 6:7 Baca: 1 Timotius 6:6-12, 17-...

Halaman FB