• Dikirim dengan Kasih 2026-01-28

    Jika engkau ke mari bawa juga jubah yang kutinggalkan di Troas di rumah Karpus dan juga kitab-kitabku, terutama perkamen itu. –2 Timotius 4:13

    Baca: 2 Timotius 4:9-13

    Saya baru mengetahui bahwa kata “CARE” dalam istilah “care package” (paket kasih)—sebutan untuk parsel kiriman kepada orang-orang terkasih yang tinggal jauh—berasal dari nama lembaga “Cooperative for American Remittances to Europe.” Lembaga tersebut mengirimkan kotak-kotak berisi makanan untuk membantu warga Eropa yang mengungsi dari negara mereka selama Perang Dunia II. Kini, parsel yang saya kirimkan untuk anak-anak saya yang berkuliah biasanya berisi camilan buatan rumah, permen, dan barang-barang kebutuhan seperti kaos favorit yang tertinggal di rumah atau alat-alat tulis yang baru.

    Meski sebutan terhadap parsel itu baru dikenal di era modern, praktik mengirimkan barang-barang kebutuhan sebagai bentuk perhatian sudah ada sejak masa lampau. Kita menemukannya di akhir Surat 2 Timotius. Saat itu Paulus sedang dipenjara di Roma, dan ia menutup suratnya kepada murid kepercayaannya itu dengan beberapa permintaan pribadi. Ia meminta Timotius untuk datang dan membawa serta Markus (4:11), serta beberapa barang miliknya: jubah, “kitab-kitab[nya], terutama perkamen” (ay. 13). Mungkin jubah dibutuhkan untuk menghadapi musim dingin, dan kitab-kitab itu berisi salinan Perjanjian Lama. Apa pun alasannya, jelas Paulus merindukan kehadiran orang-orang terdekat dan benda-benda sederhana yang menghibur dan menguatkannya.

    Bentuk kepedulian yang nyata, kepada mereka yang dekat maupun yang jauh, dapat membawa dampak besar bagi seseorang yang sedang membutuhkan dorongan semangat. Entah berupa masakan bagi tetangga, kartu ucapan untuk orang terkasih, atau parsel berisi benda-benda yang berguna untuk teman yang jauh, semua itu dapat menjadi cara praktis untuk meneruskan kasih Allah kepada sesama.

    Oleh: Lisa M. Samra

    Renungkan dan Doakan

    Kapan Anda pernah menerima sesuatu yang mengingatkan Anda pada kasih Allah? Bagaimana perbuatan baik itu telah menguatkan Anda?

    Bapa Surgawi, bukalah mataku agar dapat melihat kepada siapa aku dapat menyatakan kasih-Mu.

    Amin 

    Selamat menjalani hari ini dengan semangat dan Kekuatan dari Tuhan, Gbu 

    WAWASAN

    Ada kenyataan pedih di balik permintaan Paulus agar Timotius segera mengunjungi dan memperhatikannya (2 Timotius 4:9-13). Paulus mengalami serangan musuh dan ditinggalkan oleh mereka yang dipercayainya. Ia menulis, “Aleksander, tukang tembaga itu, telah banyak berbuat kejahatan terhadap aku. Tuhan akan membalasnya menurut perbuatannya” (ay. 14). Ia lalu berkata bahwa teman-temannya telah meninggalkannya, “Pada waktu pembelaanku yang pertama tidak seorang pun yang membantu aku, semuanya meninggalkan aku” (ay. 16). Karena ditinggalkan sendirian, sang rasul merasa sangat butuh didukung, diperhatikan, dan disemangati. Namun, karena masa hidupnya tidak lama lagi (ay. 6), kita tak tahu apakah Timotius atau Markus datang tepat pada waktunya untuk menolong Paulus sebelum ia dihukum mati.

    Saat ini, kita dapat meminta Allah untuk menunjukkan bagaimana kita dapat menguatkan orang lain dengan cara-cara yang nyata untuk mengingatkan mereka pada kasih Allah. –Bill Crowder

    Anda bisa memberikan dampak yang lebih berarti 

    Our Daily Bread

  • You might also like

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

Cari Blog Ini

Diberdayakan oleh Blogger.

Mengenai Saya

Foto saya
Pematangsiantar, Sumatera Utara, Indonesia
Pengamat Sosial

Harta yang Disimpan di Surga 2026-02-04

Kita tidak membawa sesuatu apa ke dalam dunia dan kita pun tidak dapat membawa apa-apa ke luar. –1 Timotius 6:7 Baca: 1 Timotius 6:6-12, 17-...

Halaman FB