• Harta yang Disimpan di Surga 2026-02-04

    Kita tidak membawa sesuatu apa ke dalam dunia dan kita pun tidak dapat membawa apa-apa ke luar. –1 Timotius 6:7

    Baca: 1 Timotius 6:6-12, 17-19

    Bagi orang-orang yang pertama kali bepergian ke luar negeri, membawa terlalu banyak barang adalah hal yang biasa terjadi. Karena berada jauh dari rumah, mereka khawatir sehingga merasa perlu membawa ini dan itu. Namun, sebuah artikel yang membahas masalah tersebut memberi saran tentang hal-hal yang tidak perlu dibawa, seperti sampo dan pengering rambut (karena tersedia di banyak hotel), serta sepatu ekstra dan buku-buku yang berat dan tebal. Penulisnya berharap agar kita tidak menyesal telah membawa terlalu banyak barang, misalnya saat kita harus menyeret-nyeret koper yang berat di jalanan berbatu di Eropa.

    Saran tersebut sesuai dengan “tips perjalanan” dari Rasul Paulus. Ia menulis, “Kita tidak membawa sesuatu apa ke dalam dunia dan kita pun tidak dapat membawa apa-apa ke luar” (1 Tim. 6:7). Paulus mengaitkan nasihat ini dengan bahaya dari terlalu banyak memiliki harta: “Mereka yang ingin kaya terjatuh ke dalam pencobaan,” dan memperingatkan bahwa nafsu yang berlebihan adalah “jerat” yang membawa kepada “keruntuhan dan kebinasaan” (ay. 9). Sebagai orang beriman, kita memiliki tujuan yang berbeda. Semua yang kita butuhkan disediakan oleh Allah “untuk dinikmati” (ay. 17).

    Ada baiknya kita mengingat bahwa segala harta yang kita kumpulkan di dunia ini tidaklah berarti, karena tidak ada yang dapat kita bawa ke dalam kekekalan. Namun, saat kita memilih untuk “suka memberi dan membagi” (ay. 18), Paulus menyatakan bahwa kita sedang “mengumpulkan suatu harta sebagai dasar yang baik . . . di waktu yang akan datang.” Inilah tips perjalanan yang terbaik, rahasia untuk mengalami “hidup yang sebenarnya” (ay. 19).

    Oleh: Kenneth Petersen

    Renungkan dan Doakan

    Bagaimana cara Anda “meringankan beban” perjalanan Anda menuju kekekalan? Harta apa yang Anda kumpulkan di surga?

    Allah yang baik, ubahlah cara pandangku terhadap harta benda. Ajarlah aku untuk rela bermurah hati kepada sesamaku.

    Amin 

    Selamat menjalani hari ini dengan semangat dan Kekuatan dari Tuhan, Gbu 

    WAWASAN

    Dalam surat yang pertama kepada Timotius, Paulus menginstruksikan anak rohaninya itu tentang cara menghadapi guru palsu (1:3-4) dan mengajar orang-orang percaya dengan ajaran sehat supaya mereka hidup menghormati Allah (4:6-7). Sang rasul mendorong orang percaya untuk menjalani hidup dalam kecukupan supaya tidak terjerat oleh keserakahan dan materialisme (6:6-10). Ia juga memperingatkan orang-orang kaya agar tidak sombong atau mengandalkan kekayaan mereka, melainkan hanya percaya kepada Allah, yang menyediakan segala kebutuhan kita dengan berlimpah “untuk dinikmati” (ay. 17). Sejalan dengan perintah Kristus untuk mengumpulkan harta di surga (Matius 6:20), Paulus menegaskan agar harta kita sebaiknya digunakan untuk “berbuat baik, menjadi kaya dalam kebajikan, suka memberi dan membagi” (1 Timotius 6:18). –K.T. Sim

    Anda bisa memberikan dampak yang lebih berarti 

    Our Daily Bread

  • You might also like

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

Cari Blog Ini

Diberdayakan oleh Blogger.

Mengenai Saya

Foto saya
Pematangsiantar, Sumatera Utara, Indonesia
Pengamat Sosial

Pengingat Kehadiran Allah 2026-03-24

Kemudian berfirmanlah Tuhan kepada Yosua: “Janganlah takut dan janganlah tawar hati” –Yosua 8:1 Baca: Yosua 8:1, 18-19, 24-27 Saat menjelaja...

Halaman FB