• Permulaan yang Kecil 2026-02-06

    Janganlah memandang hina permulaan yang kecil ini karena Tuhan bersukacita melihat pekerjaan itu . . . berada di tangan Zerubabel. –Zakharia 4:10 (FAYH)

    Baca: Zakharia 4:1-10

    Pada tahun 1848, insinyur Charles Ellet Jr. menghadapi kebingungan besar: bagaimana membangun jembatan untuk melintasi jurang Air Terjun Niagara? Bagaimana menyeberangkan kabel melintasi sungai yang deras? Terinspirasi oleh sebuah mimpi, Charles memutuskan untuk mengadakan kontes menerbangkan layang-layang. Seorang remaja asal Amerika Serikat, Hofman Walsh, meraih hadiah lima dolar ketika layang-layangnya berhasil mendarat di sisi sungai yang terletak di wilayah Amerika Serikat. Tali layang-layang Hofman kemudian diikat pada sebatang pohon dan digunakan untuk menarik tali yang lebih ringan ke seberang sungai. Secara bertahap, tali yang lebih berat pun ditarik hingga akhirnya kabel utama dapat diseberangkan. Dari permulaan yang kecil inilah, konstruksi Jembatan Gantung Air Terjun Niagara dimulai.

    Tantangan membangun jembatan dan permulaan yang sulit tersebut mirip dengan persoalan yang dihadapi bangsa Israel saat membangun kembali Bait Allah setelah kembali dari pembuangan di Babel. Seorang malaikat menguatkan Nabi Zakharia dengan pesan bahwa tidak ada yang dapat menggagalkan pekerjaan Allah, dan semuanya akan diselesaikan “dengan roh-[Nya]” (Za. 4:6). Beberapa orang yang pernah melihat kemegahan Bait Allah yang lama merasa khawatir bahwa bangunan yang baru ini tidak akan sebanding (Ezr. 3:12). Namun, malaikat mendorong Zakharia agar mereka tidak “memandang hina permulaan yang kecil ini karena Tuhan bersukacita melihat pekerjaan itu telah dimulai” (ay. 10 FAYH).

    Walaupun tugas-tugas yang Allah percayakan kepada kita tampak sepele dan sederhana, kiranya kita diteguhkan oleh kenyataan bahwa Dia sanggup memakai hal-hal kecil—seperti benang layang-layang—untuk menyelesaikan pekerjaan-Nya yang besar.

    Oleh: Kirsten Holmberg

    Renungkan dan Doakan

    Bagaimana Anda dikuatkan dengan menyadari bahwa pekerjaan Allah sering kali dimulai dari hal-hal kecil? Bagaimana Anda dapat mempercayai kesetiaan-Nya?

    Ya Bapa, terima kasih, karena Engkau setia memenuhi rencana-rencana-Mu atas hidupku.

    Amin 

    Selamat menjalani hari ini dengan semangat dan Kekuatan dari Tuhan, Gbu 

    WAWASAN

    Allah sering memakai hal-hal kecil untuk menggenapi rencana-Nya. Dia memakai seorang anak gembala dengan sebuah batu untuk mengalahkan raksasa (1 Samuel 17:49-50). Dia memakai lima roti dan dua ikan kecil dari seorang anak untuk memberi makan 5.000 orang (Yohanes 6:9). Yesus lahir sebagai bayi dalam keluarga miskin untuk menyelamatkan dunia dari dosa (Lukas 2:7; Yohanes 3:16). Dia berkata pada Zakharia, “Janganlah memandang hina permulaan yang kecil” (Zakharia 4:10 FAYH). Allah senang memakai orang-orang biasa seperti kita untuk melakukan hal besar, meski di mata kita tugas itu mungkin tampak tidak berarti. –K.T. Sim

    Anda bisa memberikan dampak yang lebih berarti 

    Our Daily Bread

  • You might also like

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

Cari Blog Ini

Diberdayakan oleh Blogger.

Mengenai Saya

Foto saya
Pematangsiantar, Sumatera Utara, Indonesia
Pengamat Sosial

Permulaan yang Kecil 2026-02-06

Janganlah memandang hina permulaan yang kecil ini karena Tuhan bersukacita melihat pekerjaan itu . . . berada di tangan Zerubabel. –Zakharia...

Halaman FB