• Istirahat yang Menyegarkan 2026-02-05

    Marilah kita berusaha sungguh-sungguh untuk menerima istirahat yang dijanjikan Allah itu. Jangan sampai seorang pun dari kita gagal. –Ibrani 4:11 (BIMK)

    Baca: Ibrani 4:1-4, 6-7, 9-11

    Dalam pesta ulang tahun seorang teman, Mia yang berusia lima tahun menikmati permainan, bernyanyi lagu “Selamat Ulang Tahun,” makan kue, dan melihat temannya membuka-buka hadiah. Ketika semua orang pergi keluar ruangan untuk bermain, Mia berkata kepada ibunya, “Ma, ayo kita pulang.” Di perjalanan pulang, sang ibu bertanya kepada Mia bagian mana yang paling ia sukai hari itu. “Pulang,” jawab Mia. Tidak lama setelah itu, ia langsung tertidur pulas dengan gembira.

    Tanpa kita sadari, kita semua membutuhkan istirahat—secara fisik, mental, dan emosional. Allah pun menyediakan istirahat surgawi ketika kita menerima kabar baik tentang keselamatan di dalam Kristus, dan peristirahatan rohani setiap hari saat Roh Kudus memampukan kita untuk hidup beriman kepada Kristus. Orang-orang yang percaya kepada Allah dapat mengandalkan kehadiran-Nya yang kekal, kuasa-Nya yang tak terbatas, dan janji-janji-Nya yang tak berubah. Karena kita diselamatkan oleh karya Kristus di atas kayu salib, kita dapat beristirahat dengan damai dalam perhentian-Nya (Ibr. 4:1-4). Kita dapat mengalami istirahat surgawi sebagai penggenapan janji saat ini juga, dan kelak ketika Tuhan Yesus datang kembali (ay. 5-8).

    “Orang yang menerima istirahat yang dijanjikan Allah kepadanya itu, akan beristirahat juga dari semua pekerjaannya, sama seperti Allah” (ay. 10 BIMK). Karena sudah aman di dalam Kristus, kita dapat menikmati hidup penuh pengharapan dalam penyerahan diri dan ketaatan dengan mempercayai dan mengandalkan-Nya. Hanya Dia yang sanggup memberikan istirahat yang menyegarkan—dulu, sekarang, dan selama-lamanya.

    Oleh: Xochitl Dixon

    Renungkan dan Doakan

    Bagaimana kepercayaan kepada Allah menolong Anda untuk meyakini dengan pasti keselamatan Anda, dan juga untuk dapat beristirahat secara fisik, mental, dan emosional setiap hari? Hal apa yang menghalangi Anda mempercayai janji-janji Allah?

    Allah yang setia, terima kasih, karena Engkau telah menjadi tempat peristirahatanku yang abadi.

    Amin 

    Selamat menjalani hari ini dengan semangat dan Kekuatan dari Tuhan, Gbu 

    WAWASAN

    Kitab Ibrani menasihati orang-orang percaya keturunan Yahudi untuk tidak meninggalkan iman dalam Tuhan Yesus dan kembali kepada agama Yahudi yang menolak-Nya sebagai Mesias. Kitab ini menegaskan bahwa Yesus adalah wahyu terbesar Allah (1:1-3)—lebih besar daripada malaikat (2:5,9) dan juga Musa (3:3)—serta seluruh Alkitab menunjuk pada penggenapan yang Allah hadirkan melalui Yesus. Dalam pasal 4, penggenapan ini dijelaskan sebagai peristirahatan Sabat terakhir, yang dimungkinkan oleh Kristus, Imam Besar Agung (ay. 8-11, 14-16). –Monica La Rose

    Anda bisa memberikan dampak yang lebih berarti 

    Our Daily Bread

  • You might also like

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

Cari Blog Ini

Diberdayakan oleh Blogger.

Mengenai Saya

Foto saya
Pematangsiantar, Sumatera Utara, Indonesia
Pengamat Sosial

Istirahat yang Menyegarkan 2026-02-05

Marilah kita berusaha sungguh-sungguh untuk menerima istirahat yang dijanjikan Allah itu. Jangan sampai seorang pun dari kita gagal. –Ibrani...

Halaman FB