Orang-orang yang seperti itulah yang empunya Kerajaan Allah. –Markus 10:14
Baca: Markus 10:13-16
Sepanjang musim panas, anak-anak yang tinggal di belakang rumah kami menghabiskan waktu berjam-jam bermain di ayunan mereka . . . yang berisik. Suara berderit yang ditimbulkannya tidak mengganggu anak-anak yang tidak pernah lelah memainkannya. Saya mengeluh kepada suami saya dengan mempertanyakan mengapa orang tua mereka tidak melumasi ayunan itu. Namun, saat mendoakan masalah itu, saya menyadari adanya perubahan dalam hati saya. Saya dapat melihat tawa dan sukacita anak-anak, yang terpancar dari rasa aman yang mereka temukan di halaman rumah mereka, dan juga dari kesadaran bahwa orang tua mereka hadir tidak jauh dari mereka.
Yesus berbicara tentang kepercayaan seperti itu ketika berbicara tentang anak-anak. Banyak orang membawa anak-anak mereka kepada Yesus supaya Dia dapat memberkati mereka, tetapi murid-murid-Nya yang merasa terganggu memarahi orang-orang itu dan menegur mereka (Mrk. 10:13).
Melihat hal ini, Kristus “marah” (ay. 14). “Biarkan anak-anak itu datang kepada-Ku,” kata-Nya kepada mereka, “jangan menghalang-halangi mereka, sebab orang-orang yang seperti itulah yang empunya Kerajaan Allah.” Ia menambahkan, “Sesungguhnya barangsiapa tidak menyambut Kerajaan Allah seperti seorang anak kecil, ia tidak akan masuk ke dalamnya” (ay. 14-15).
Yesus sudah pernah mengajarkan hal ini kepada para murid saat mereka berdebat tentang siapa yang terbesar di antara mereka. Dalam momen itu, sambil memeluk seorang anak, Yesus berkata, “Barangsiapa menyambut seorang anak seperti ini dalam nama-Ku, ia menyambut Aku” (9:37). Menegaskan pengajaran yang sama, “Ia memeluk anak-anak itu dan sambil meletakkan tangan-Nya atas mereka Ia memberkati mereka” (10:16). Sungguh pengingat yang indah agar kita menjadi seperti seorang anak, dengan percaya sepenuhnya kepada Yesus.
Oleh: Patricia Raybon
Renungkan dan Doakan
Apa yang Anda nikmati tentang sukacita kanak-kanak? Bagaimana Anda dapat belajar mengasihi anak-anak yang terkadang mengganggu dan menyebalkan Anda?
Ya Allah yang Maha Hadir dan Maha Kasih, kumohon, tumbuhkanlah kasihku kepada sesamaku.
Amin
Selamat menjalani hari ini dengan semangat dan Kekuatan dari Tuhan, Gbu...
WAWASAN
Adegan dalam bacaan Alkitab hari ini (Markus 10:13-16) terjadi tidak lama setelah Yesus memberikan pengajaran lain tentang anak-anak. Ketika Yesus dan murid-murid-Nya “melewati Galilea” (9:30), para murid bertengkar tentang siapa yang terbesar di antara mereka (ay. 33-34). Yesus tahu apa yang mereka perbincangkan, tetapi Dia tidak menegur mereka dengan khotbah panjang tentang ambisi yang sesat. Sebaliknya, “Yesus mengambil seorang anak kecil dan menempatkannya di tengah-tengah mereka” lalu berkata, “Barangsiapa menyambut seorang anak seperti ini dalam nama-Ku, ia menyambut Aku” (ay. 36-37). Pelajaran-Nya tentang kerendahan hati sangatlah jelas.
Karena itu, amat mengejutkan ketika para murid “memarahi” orang-orang yang membawa anak-anak kecil kepada Yesus (10:13). Mereka masih belum memahami bahwa “orang-orang yang seperti itulah yang empunya Kerajaan Allah” (ay. 14). Ketika kita mempercayai Kristus dengan sikap seorang anak, kita juga akan rindu menyambut semua orang yang sering diabaikan dan diremehkan dalam masyarakat. –Tim Gustafson
Anda bisa memberikan dampak yang lebih berarti
Our Daily Bread

Tidak ada komentar:
Posting Komentar