Kewargaan kita adalah di dalam sorga, dan dari situ juga kita menantikan Tuhan Yesus Kristus sebagai Juruselamat. –Filipi 3:20
Baca: Filipi 3:17–21
Semasa kecil, saya suka pergi ke Chick-fil-A, sebuah restoran cepat saji di AS, untuk menikmati kentang goreng dan teh manis. Setelah dewasa dan tinggal di negara bagian lain, saya terkejut ketika mengetahui bahwa tidak ada satu pun gerai Chick-fil-A dalam jarak ratusan kilometer dari tempat tinggal kami! Untuk itulah, dalam perjalanan keluarga, kami sengaja mengatur rutenya agar dapat singgah di beberapa gerai Chick-fil-A, sambil berharap suatu hari nanti akan ada gerai yang lebih dekat dengan rumah kami.
Kita semua memiliki kerinduan. Terkadang apa yang kita rindukan sebenarnya tidak benar-benar kita butuhkan, seperti contohnya dengan restoran favorit tadi. Namun, di sisi lain, kerinduan kita mencerminkan hasrat diri yang sesungguhnya jauh lebih kuat dan mendesak.
Dalam suratnya kepada jemaat di Filipi, Rasul Paulus mengingatkan mereka untuk menjalani hidup dengan memperhatikan kerinduan terdalam mereka, yakni kerinduan akan kedatangan Kristus kembali dan penggenapan Kerajaan Allah sepenuhnya (Flp. 3:20). Kedatangan Yesus akan memulihkan segala sesuatu dan mengubahkan orang-orang percaya menjadi serupa dengan-Nya (ay. 21).
Alih-alih mendambakan hal-hal yang tidak bisa memberikan kepuasan sejati, Paulus menyatakan bahwa sepatutnya orang percaya “sangat merindukan” (ay. 20 TSI) realitas yang akan datang itu. Yang Paulus maksud adalah hari ketika penderitaan tidak akan ada lagi dan kita bertemu muka dengan Tuhan Yesus. Kesadaran bahwa kerinduan kita akan tergenapi suatu hari nanti memberi kita pengharapan yang kita butuhkan untuk hidup bagi Kristus setiap hari (ay. 12-14).
Beberapa waktu lalu, sebuah gerai Chick-fil-A akhirnya dibuka beberapa kilometer dari rumah saya. Hal ini menjadi pengingat sederhana bahwa kerinduan kita yang jauh lebih penting kelak pasti akan terpenuhi. Hingga saat itu tiba, marilah kita menanti dengan tekun.
Oleh: Lisa M. Samra
Renungkan dan Doakan
Apa yang Anda rindu dipulihkan oleh Yesus? Apa yang paling Anda nantikan tentang masa depan Anda bersama-Nya?
Tuhan Yesus, penuhilah hati kami dengan pengharapan, sembari kami menantikan kedatangan-Mu kembali.
Amin
Selamat menjalani hari ini dengan semangat dan kekuatan dari Tuhan, Gbu...
WAWASAN
Paulus menulis surat Filipi ketika sedang berada di dalam penjara (1:13). Selama di sana, ia juga menulis surat Efesus, Kolose, dan Filemon, yang disebut Surat-Surat Penjara. Bagaimana sang rasul dapat bertahan dalam masa-masa yang begitu sulit? Sebagian dengan memusatkan perhatiannya melampaui apa yang dialaminya saat itu, yakni kepada masa mendatang ketika ia akan berjumpa dengan Juruselamatnya. Sebagian lagi dengan memusatkan perhatiannya kepada orang lain. Saat dipenjara, hatinya hancur memikirkan mereka yang hidup sebagai musuh Injil: “Seperti yang telah kerap kali kukatakan kepadamu, dan yang kunyatakan pula sekarang sambil menangis, banyak orang yang hidup sebagai seteru salib Kristus” (Filipi 3:18). Air mata Paulus menunjukkan kepeduliannya terhadap orang lain. Pengharapan kita di dalam Yesus dan kepedulian terhadap orang lain dapat membawa kita melampaui keadaan kita saat ini kepada kehidupan yang penuh pengharapan dan tujuan, sembari menantikan tergenapinya ksegala erinduan kita ketika Kristus datang kembali (ay. 14,21). –Bill Crowder
Anda bisa memberikan dampak yang lebih berarti
Our Daily Bread

Tidak ada komentar:
Posting Komentar