Hai anakku, janganlah engkau melupakan ajaranku, dan biarlah hatimu memelihara perintahku. –Amsal 3:1
Baca: Amsal 3:1-12
Corey Brooks, yang dikenal sebagai “Pendeta di Atap Gereja,” tinggal selama 343 hari di atas atap gerejanya di selatan Chicago sebagai aksi untuk mendorong perubahan di komunitasnya. Melalui ruang daring, Brooks menyampaikan penghargaan khusus kepada guru sekolah dasarnya, Joe Stokes, yang telah meneruskan empat pelajaran penting yang tak terlupakan: kekuatan dari kegigihan, pentingnya integritas, nilai berharga dari keterlibatan dalam masyarakat, dan dampak dari pendidikan.
Dengan menghayati hikmat Salomo dalam Amsal 3, kita juga dapat berjuang untuk menjalani hidup yang membawa dampak nyata bagi masyarakat. Salomo menawarkan empat pelajaran penting yang sangat diperlukan mereka yang mempercayai Allah dan terpanggil membawa dampak positif: “Percayalah kepada Tuhan” (ay. 5); “takutlah akan Tuhan dan jauhilah kejahatan” (ay. 7); “muliakanlah Tuhan dengan hartamu” (ay. 9); “janganlah . . . menolak didikan Tuhan” (ay. 11). Hikmat itu memang mendorong kita untuk memusatkan hidup kepada Allah. Namun, kita juga perlu mengingat bahwa iman juga memiliki dimensi yang menyentuh kehidupan orang lain.
Dalam Matius 5:3-12, Yesus—perwujudan utama dari hikmat—menjelaskan karakter orang-orang yang percaya kepada-Nya. Dia juga mengingatkan bahwa mereka dipanggil untuk memberi pengaruh yang besar: “Kamu adalah garam dunia” (ay. 13); “Kamu adalah terang dunia” (ay. 14). Karena itu, kita mendapat kehormatan untuk membiarkan “terang [kita] bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatan [kita] yang baik dan memuliakan Bapa [kita] yang di surga” (ay. 16).
Oleh: Arthur Jackson
Renungkan dan Doakan
Siapa yang mendorong Anda menghormati Allah dengan cara yang juga berdampak bagi sesama? Bagaimana Anda dapat menerapkan kembali pelajaran-pelajaran dari Alkitab yang mungkin telah Anda lupakan?
Bapa Surgawi, ampunilah kegagalanku untuk menghormati-Mu dengan sepenuh hati. Perbaruilah hatiku dengan firman-Mu hari ini.
Amin
Selamat menjalani hari ini dengan semangat dan Kekuatan dari Tuhan, Gbu
WAWASAN
“Amsal-amsal Salomo” ditulis agar kita "mengetahui hikmat dan didikan, [dan] mengerti kata-kata yang bermakna” (Amsal 1:1-2). Salomo menegaskan bahwa hikmat seperti itu diawali dengan sikap “takut akan TUHAN” (ay. 7). Dalam pasal 3, ia memperingatkan anaknya agar tidak " menganggap diri[nya] sendiri bijak” (ay. 7), tetapi untuk berusaha memperoleh hikmat melalui kepercayaan, penghormatan, dan ketaatan sepenuhnya kepada Allah (ay. 5-6).
Hal yang sama berlaku bagi kita hari ini. Ketika Allah, sumber segala hikmat (2:6), menjadi pusat hati dan pikiran kita, maka hidup dan pilihan kita, termasuk cara kita berinteraksi dengan sesama, akan dituntun oleh firman-Nya, doa, dan Roh Kudus. Hikmat menjaga kita dari kebodohan (ay. 12,16) dan menolong kita untuk mengasihi, bersabar, dan berbuat baik (Galatia 5:22-23; Yakobus 3:13), sehingga komunitas kita pun diberkati lewat kehadiran kita. –Alyson Kieda
Anda bisa memberikan dampak yang lebih berarti
Our Daily Bread

Tidak ada komentar:
Posting Komentar