Karena itu tunduklah kepada Allah, dan lawanlah Iblis, maka ia akan lari dari padamu! –Yakobus 4:7
Baca: Yakobus 4:1-10
Setelah bertahun-tahun bergumul dan berseru dalam doa, Frank akhirnya berhasil berhenti dari kebiasaan minum minuman keras. Ia mengakui bahwa ketahanannya untuk tidak minum-minum lagi adalah karya Allah dalam hidupnya. Namun, ia juga mengambil langkah nyata: tidak lagi menyimpan minuman keras di rumah, selalu waspada terhadap perubahan suasana hati dan pikirannya, serta menghindari situasi-situasi yang bisa menjerumuskannya kembali. Frank belajar untuk mengandalkan Allah dan tidak memberi celah bagi pencobaan.
Rasul Petrus memperingatkan, “Sadarlah dan berjaga-jagalah! Lawanmu, si Iblis, berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya” (1 Ptr. 5:8). Ia tahu kita perlu berjaga-jaga karena serangan Iblis sering datang tanpa diduga—saat kita merasa baik-baik saja atau tidak menyangka akan digoda dalam area-area tertentu dari hidup kita.
Yakobus juga menasihati agar kita tunduk kepada Allah dan “[melawan] Iblis,” maka musuh itu akan “lari dari padamu” (Yak. 4:7). Cara terbaik untuk melawan Iblis adalah dengan mendekat kepada Allah melalui doa dan firman-Nya. Ketika kita melakukannya, Allah mendekat kepada kita (ay. 8) melalui Roh-Nya (Rm. 5:5). Yakobus menguatkan kita, “Rendahkanlah dirimu di hadapan Tuhan, dan Ia akan meninggikan kamu” (Yak. 4:10).
Kita semua menghadapi masa-masa penuh pencobaan dan pergumulan yang sulit. Namun, kita dapat merasa tenang, karena kita tahu Allah tidak hanya menghendaki kita untuk menang dan berhasil, tetapi juga menyertai kita dalam setiap pergumulan.
Oleh: Alyson Kieda
Renungkan dan Doakan
Kapan Anda merasa paling rentan terhadap pencobaan? Bagaimana Anda telah mengalami pertolongan Allah dalam saat-saat seperti itu?
Ya Allah, tolonglah aku untuk mendekat kepada-Mu, bukan menjauh. Aku membutuhkan tuntunan-Mu setiap hari, agar tetap berada di jalan yang benar.
Amin
Selamat menjalani hari ini dengan semangat dan Kekuatan dari Tuhan, Gbu
WAWASAN
Selain peringatan Petrus (1 Petrus 5:8) dan Yakobus (Yakobus 4:7) agar kita teguh rohani dalam menolak cobaan, Paulus juga menulis hal serupa. Ia mengingatkan jemaat Korintus dengan memperhatikan jatuhnya bangsa Israel dalam cobaan di padang gurun (1 Korintus 10:1-11), “Sebab itu siapa yang menyangka, bahwa ia teguh berdiri, hati-hatilah supaya ia jangan jatuh! Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab Allah setia . . . Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan ke luar, sehingga kamu dapat menanggungnya” (ay. 12-13). Sang rasul menuliskan dua contoh “jalan ke luar” yang melibatkan sikap menjauhi: “jauhilah penyembahan berhala” (ay. 14) dan “percabulan” (6:18). Roh Kudus sanggup menolong kita untuk berhasil mengatasi pencobaan. –Arthur Jackson
Anda bisa memberikan dampak yang lebih berarti
Our Daily Bread

Tidak ada komentar:
Posting Komentar