Tabiat kita yang lama sebagai manusia sudah dimatikan bersama-sama Kristus pada kayu salib supaya kuasa tabiat kita yang berdosa itu dihancurkan; dengan demikian kita tidak lagi diperhamba oleh dosa. –Roma 6:6 (BIMK)
Baca: Roma 6:4-12
Elijah tidak sengaja merobek uang kertas 10 dolar saat bermain bersama teman-temannya. Namun, alih-alih marah, sang ayah justru menawarkan untuk menukar uang yang robek itu dengan lembaran baru dari dompetnya.
“Kenapa Ayah menukarnya?” tanya Elijah yang bingung. “Karena kamu anak Ayah,” jawab sang ayah. “Ayah juga ingin mengingatkanmu tentang apa yang sudah Tuhan Yesus lakukan untuk kita. Karena Dia datang dan menyerahkan hidup-Nya untuk menggantikan kita, sekarang kita bisa mempunyai hidup yang baru.”
Karena setiap manusia diciptakan oleh Allah, kita sangat berharga di mata-Nya. Namun, kecenderungan kita untuk berdosa—“tabiat kita yang berdosa” (Rm. 6:6 BIMK)—menghalangi kita untuk menjalani hidup yang kudus di hadapan-Nya. Karena kasih-Nya yang besar kepada kita, Allah memberikan Anak-Nya untuk menebus harga dosa kita. Tabiat lama kita dimatikan, dan sebagai gantinya, Dia menawarkan hidup yang baru—“tidak lagi diperhamba oleh dosa” (ay. 6 BIMK). Ketika kita menerima tawaran hidup baru dari Allah, kita dapat meyakini bahwa meski tabiat lama kita sudah hancur oleh dosa, “dirusakkan oleh keinginan-keinginannya yang menyesatkan” (Ef. 4:22 BIMK), kita sekarang terus disempurnakan “menurut pola Allah; yaitu dengan tabiat yang benar, lurus dan suci” (ay. 24 BIMK).
Ayah Elijah rela memberikan miliknya sendiri karena ia mengasihi anaknya. Namun, tawaran yang jauh lebih besar dan berharga diberikan Allah kepada kita: penebusan hidup kita. Ketika kita menerima hidup baru dari-Nya, kita tidak akan sama lagi seperti sebelumnya.
Oleh: Jasmine Goh
Renungkan dan Doakan
Bagaimana kehidupan Anda sebelum mengenal Tuhan Yesus sebagai Penebus Anda? Bagaimana Anda melihat hidup Anda sekarang, setelah Anda menerima-Nya?
Ya Allah, terima kasih untuk karunia hidup baru dan kemerdekaan dari dosa yang kuterima melalui iman kepada Yesus Kristus.
Amin
Selamat menjalani hari ini dengan semangat dan Kekuatan dari Tuhan, Gbu
WAWASAN
Dalam Roma 1-3, Paulus menunjukkan bahwa semua manusia telah jatuh dalam dosa dan membutuhkan keselamatan. Dalam pasal 4, ia menulis tentang pengampunan dan pembenaran kita. Melalui iman kepada Yesus, yang mati bagi dosa kita dan bangkit dari kematian (ay. 24-25), Allah memulihkan hubungan kita dengan-Nya. Pasal 5-8 menjelaskan tentang hidup baru orang percaya. Sang rasul menggambarkan hidup lama kita yang telah digantikan dengan hidup baru (lihat 2 Korintus 5:17; Efesus 4:22-24; Kolose 3:9-10). Dalam Roma 6, Paulus menyamakan keberdosaan kita dengan “manusia lama” (ay. 6) yang telah disalibkan dan dikuburkan bersama Kristus. Orang percaya tidak lagi hidup dalam dosa, melainkan “telah mati bagi dosa, tetapi . . . hidup bagi Allah dalam Kristus Yesus” (ay. 11). Kini, mereka yang menerima anugerah hidup baru dari Allah melalui iman kepada Kristus, dapat menyenangkan-Nya, karena dosa tidak lagi berkuasa atas mereka (ay. 11-14). –K.T. Sim
Anda bisa memberikan dampak yang lebih berarti
Our Daily Bread

Tidak ada komentar:
Posting Komentar