• Kejatuhan Si Sombong 2026-02-09

    Tinggi hati mendahului kehancuran. –Amsal 18:12

    Baca: Amsal 18:1-12

    John Taylor adalah seorang dokter bedah mata asal Inggris pada abad ke-18 yang memalsukan reputasinya karena terdorong oleh kesombongan. Ia senang mencari nama besar, hingga menjadi dokter mata pribadi Raja George II. Taylor berkeliling dari kota ke kota, menggelar pertunjukan medis yang menjanjikan mukjizat penyembuhan, lalu melarikan diri di malam hari dengan membawa tas-tas berisi uang milik warga. Namun, sejarah mencatatnya bukan sebagai ahli medis yang ternama, melainkan sebagai penipu yang kemungkinan besar telah membutakan ratusan pasien—termasuk dua komponis terbesar sepanjang masa: Bach dan Händel.

    Taylor mendambakan nama besar dan pujian, tetapi jejak hidupnya justru penuh dengan kebohongan, rasa malu, dan luka yang ditinggalkannya. Kitab Amsal menunjukkan bagaimana obsesi untuk meninggikan diri pada akhirnya akan berujung dengan kehancuran: “Tinggi hati mendahului kehancuran” (Ams. 18:12). Aib Taylor menjadi peringatan bahwa kesombongan tidak hanya menghancurkan hidup kita, tetapi juga dapat merugikan orang lain (ay. 6-7). Sungguh tragis kejatuhan sedahsyat itu.

    Jika hati yang sombong membawa kehancuran—bagi diri sendiri maupun orang lain—maka kerendahan hati menuntun kepada hidup yang bermakna dan penuh sukacita. “Kerendahan hati mendahului kehormatan,” kata penulis amsal (ay. 12). Ketika kita hanya mengejar kepentingan diri sendiri (ay. 1), kita tidak akan pernah menemukan apa yang benar-benar kita dambakan. Sebaliknya, saat kita menyerahkan hati kepada Allah dan rela melayani sesama, kita membawa penghormatan bagi Dia dan mencerminkan kebaikan-Nya.

    Oleh: Winn Collier

    Renungkan dan Doakan

    Pernahkah Anda melihat bagaimana kesombongan benar-benar membawa kepada kehancuran? Sebaliknya, pernahkah Anda melihat kerendahan hati membawa kepada kehormatan?

    Ya Allah, anugerahkanlah kepadaku kerendahan hati, dan mampukanlah aku untuk menjauhi sikap tinggi hati.

    Amin 

    Selamat menjalani hari ini dengan semangat dan Kekuatan dari Tuhan, Gbu 

    WAWASAN

    Kedua belas ayat bacaan hari ini menyatukan tema kesombongan, perkataan, dan kebodohan. Orang sombong “memperhatikan diri sendiri saja” (Amsal 18:1 BIMK) dan tidak mau mencari “pengertian” (ay. 2). Kata-kata kita dapat menjadi “air yang dalam” (ay. 4), tetapi “hikmat” menjadi “batang air yang mengalir” (ay. 4) bagi yang mau minum darinya. Perkataan orang bodoh menimbulkan “perbantahan” (ay. 6), dan “menghancurkan dirinya” (ay. 7 BIMK). Gosip juga meracuni semua pihak, "terasa sedap di mulut" (ay. 8 TSI) dengan menggoda orang lugu sambil merusak hidup orang yang digosipkan. Sebaliknya, “orang benar” akan tahu bahwa “nama TUHAN adalah menara yang kuat” (ay. 10). –Tim Gustafson

    Anda bisa memberikan dampak yang lebih berarti 

    Our Daily Bread

  • You might also like

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

Cari Blog Ini

Diberdayakan oleh Blogger.

Mengenai Saya

Foto saya
Pematangsiantar, Sumatera Utara, Indonesia
Pengamat Sosial

Pertukaran 2026-02-10

Tabiat kita yang lama sebagai manusia sudah dimatikan bersama-sama Kristus pada kayu salib supaya kuasa tabiat kita yang berdosa itu dihancu...

Halaman FB