Yakub sujud sampai ke tanah tujuh kali, hingga ia sampai ke dekat kakaknya itu. –Kejadian 33:3
Baca: Kejadian 33:1-10
Sepupu-sepupu saya tinggal hanya tiga kilometer dari rumah keluarga kami, tetapi mereka dilarang berinteraksi dengan kami. Mereka tidak pernah datang berkumpul bersama kami atau menyapa kami kalau bertemu di tempat perbelanjaan. Orang tua mereka berkata bahwa karena kami tidak beribadah di gereja pada waktu itu, kami dianggap memberi pengaruh buruk. Jadi, sungguh mengejutkan ketika bertahun-tahun kemudian salah seorang sepupu saya datang ke pemakaman kakak tertua saya, lalu menghampiri kami satu per satu dan dengan rendah hati meminta maaf atas sikap mereka. Hubungan kami pun mulai dipulihkan.
Yakub juga memerlukan kerendahan hati untuk memulihkan hubungan dengan saudara kembarnya, Esau. Sebagai adik, Yakub telah berlaku licik terhadap Esau, mencuri hak kesulungannya (Kej. 25:19-34), dan menipu ayah mereka yang sudah tua demi mendapatkan berkat kesulungan (Kej. 26:34–27:41). Esau marah dan berniat membunuhnya, sehingga Yakub melarikan diri ke negeri lain.
Bertahun-tahun kemudian, Yakub ingin pulang, tetapi ia takut perpecahan dengan saudaranya itu tak akan selesai tanpa pertumpahan darah (32:6-8). Saat akhirnya mereka bertemu, Yakub “sujud sampai ke tanah tujuh kali, hingga ia sampai ke dekat kakaknya itu” (33:3). Ia takut Esau akan membunuhnya, tetapi Esau justru berlari dan memeluknya (ay. 4).
Baik kita yang menyakiti atau yang disakiti, pemulihan hubungan yang retak memerlukan kerendahan hati, keterbukaan, dan sering kali banyak usaha. Namun, Allah sanggup dan akan menolong kita.
Oleh: Anne Cetas
Renungkan dan Doakan
Adakah hubungan dalam hidup Anda yang perlu dipulihkan? Langkah apa yang dapat Anda ambil untuk memulai proses pemulihan itu?
Bapa, jangan biarkan hatiku dipenuhi dendam atau kepahitan. Tolonglah aku untuk belajar mengampuni orang lain dan juga memohon pengampunan dari mereka.
Amin
Selamat menjalani hari ini dengan semangat dan Kekuatan dari Tuhan, Gbu
WAWASAN
Keretakan hubungan Yakub dan Esau bermula ketika Yakub mencuri hak kesulungan Esau, lalu merebut berkat yang seharusnya diberikan ayah mereka kepada kakaknya itu (Kejadian 27:27-36). Esau pun bersumpah akan membalas dendam dengan membunuh Yakub (ay. 41). Dalam Kejadian 32–33, Yakub mengirim hadiah-hadiah lebih dulu untuk meredakan kemarahan Esau (32:13-21). Ketika akhirnya bertemu muka dengan Esau, Yakub berkata, “Saya mohon, terimalah persembahan yang telah saya bawa ini” (33:11 BIMK). Kata “persembahan” di sini juga berarti “berkat,” kata yang sama dengan berkat Esau yang dulu dicuri Yakub (27:35-36). Itulah cara Yakub menunjukkan penyesalannya dan keinginannya untuk berdamai. Saat ini, jika kita dengan rendah hati ingin memulihkan hubungan yang rusak dengan sesama, Allah tentu akan menolong kita. –Monica La Rose
Anda bisa memberikan dampak yang lebih berarti
Our Daily Bread

Tidak ada komentar:
Posting Komentar