• Hidup untuk Yesus 2026-02-20

    [Yesus] mati untuk kita supaya pada waktu Ia datang nanti—entah kita masih hidup, entah kita sudah mati—kita dapat hidup bersama Dia. –1 Tesalonika 5:10 (BIMK)

    Baca: 1 Tesalonika 5:12-23

    Pada tahun 2023, kepolisian Kenya bertindak tegas untuk mengakhiri peristiwa “Pembantaian Shakahola,” sebuah tragedi yang menewaskan ratusan orang setelah mereka mengikuti ajaran seorang pemimpin sekte yang menyuruh mereka berpuasa sampai mati demi berjumpa dengan Yesus. Pemimpin tersebut konon berjanji akan mengikuti jejak mereka, tetapi setelah ditangkap, ia menyangkal pernah mengajarkan hal itu.

    Tragedi tersebut menjadi pengingat yang mengerikan tentang bahaya mempercayai begitu saja seseorang yang mengaku sebagai pemimpin spiritual. Para pengikut sekte tadi begitu dibutakan hingga menolak bantuan yang datang untuk menyelamatkan mereka dari kelaparan. Salah seorang penyintas bahkan mengaku “kecanduan” terhadap ajaran sang pemimpin.

    Di sisi lain, Yesus Kristus adalah pemimpin sejati bagi mereka yang percaya kepada-Nya. Dia begitu mengasihi kita hingga rela mati agar kita bisa hidup selamanya (1 Tes. 5:10). Dia memanggil kita untuk hidup bagi-Nya dengan “berjaga-jaga dan sadar” (ay. 6), serta menguji ajaran siapa pun yang bertentangan dengan kebenaran-Nya (ay. 20-22).

    Kita menanggapi kasih Kristus, tidak dengan menyakiti diri sendiri atau orang lain, melainkan dengan “saling mendorong dan saling menguatkan” (ay. 11 BIMK), hidup “dengan rukun” (ay. 13 BIMK), dan berusaha “selalu untuk berbuat baik, seorang kepada yang lain dan kepada semua orang” (ay. 15 BIMK). Dengan bersandar pada Roh Kristus setiap hari (ay. 19), kita dapat menjalani hidup dalam kasih, sambil menantikan kedatangan Kristus kembali (ay. 23).

    Oleh: Monica La Rose

    Renungkan dan Doakan

    Pernahkah Anda melihat bagaimana ajaran sesat merusak iman seseorang atau suatu komunitas? Bagaimana teladan kasih Kristus dapat menolong Anda mengenali pemimpin yang tidak layak dipercaya?

    Allah terkasih, jagalah imanku supaya aku tidak menggantikan Yesus dengan siapa pun sebagai pemimpin hidupku. Tolonglah aku untuk sungguh-sungguh hidup bagi-Mu.

    Amin 

    Selamat menjalani hari ini dengan semangat dan Kekuatan dari Tuhan, Gbu 

    WAWASAN

    Selain peringatan Paulus dalam 1 Tesalonika tentang menolak ajaran palsu (5:20-22), Perjanjian Baru juga menekankan pentingnya menjauhi pengajar sesat. Yesus memperingatkan, “Waspadalah terhadap nabi-nabi palsu yang datang kepadamu dengan menyamar seperti domba, tetapi sesungguhnya mereka adalah serigala yang buas” (Matius 7:15). Mereka mengajarkan hal-hal yang berlawanan dengan “ajaran yang benar” dari Kristus serta “sombong dan tidak tahu apa-apa! Penyakitnya ialah suka berdebat dan bertengkar mengenai istilah-istilah sehingga menimbulkan iri hati, perpecahan” (1 Timotius 6:3-5 BIMK; lihat juga Roma 16:17-18). Mereka “menyalahgunakan kasih karunia Allah kita untuk melampiaskan hawa nafsu mereka, dan . . . menyangkal satu-satunya Penguasa dan Tuhan kita, Yesus Kristus” (Yudas 1:4).

    Sebaliknya, para pengajar yang benar dapat dikenali dari “buahnya” (Matius 7:16-20). Mereka mengajarkan doktrin Kristus dan menghasilkan buah Roh (Galatia 5:22-23). Bukti hubungan kasih mereka dengan Yesus sungguh tampak nyata dalam hidup mereka. Roh Kudus dapat menolong kita mengenali ajaran sesat, dan hidup setia bagi Kristus. –Alyson Kieda

    Anda bisa memberikan dampak yang lebih berarti 

    Our Daily Bread

  • You might also like

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

Cari Blog Ini

Diberdayakan oleh Blogger.

Mengenai Saya

Foto saya
Pematangsiantar, Sumatera Utara, Indonesia
Pengamat Sosial

Mengingat untuk Melupakan 2026-02-21

Mengapa engkau tertekan, hai jiwaku? . . . Berharaplah kepada Allah! Sebab aku akan bersyukur lagi kepada-Nya, penolongku dan Allahku! –Mazm...

Halaman FB