• Mengingat untuk Melupakan 2026-02-21

    Mengapa engkau tertekan, hai jiwaku? . . . Berharaplah kepada Allah! Sebab aku akan bersyukur lagi kepada-Nya, penolongku dan Allahku! –Mazmur 42:6

    Baca: Mazmur 42:1-8

    Penulis Richard Mouw menceritakan tentang seorang teolog berkulit hitam dari Afrika Selatan yang bergumul dengan kenangan kelam dari masa hidupnya di bawah politik rasialisme apartheid. Mouw menulis, “Ia mengutip kisah seorang anak Afrika yang ditanya oleh gurunya tentang arti kata ‘memori.’ Setelah berpikir sejenak, anak itu menjawab, ‘Memori adalah sesuatu yang membantu saya untuk melupakan.’” Jawaban yang luar biasa dari seorang gadis kecil! Karena masa lalunya begitu menyakitkan, ia hanya ingin mengingat hal-hal yang baik.

    Banyak orang menyimpan luka batin dari masa lalu yang sulit untuk dilupakan. Namun, pandangan anak tadi menawarkan harapan: Jika kita memilih untuk mengingat hal-hal yang baik, segala kenangan itu bisa menjadi kekuatan yang mendorong kita melangkah meninggalkan masa lalu yang buruk. Dalam Mazmur 42, sang pemazmur merasa seperti seekor rusa yang berlari menyelamatkan diri. Namun, ia juga berkata, “Inilah yang hendak kuingat, sementara jiwaku gundah-gulana; bagaimana aku berjalan maju dalam kepadatan manusia, mendahului mereka melangkah ke rumah Allah dengan suara sorak-sorai dan nyanyian syukur, dalam keramaian orang-orang yang mengadakan perayaan” (ay. 5).

    Kenangan akan penyembahan kepada Allah mendorong sang pemazmur untuk tetap memuji-Nya, bahkan di tengah penderitaan. Ia berkata, “Mengapa engkau tertekan, hai jiwaku, dan gelisah di dalam diriku? Berharaplah kepada Allah! Sebab aku akan bersyukur lagi kepada-Nya, penolongku dan Allahku!” (ay. 6). Ketika kita mengingat siapa Allah kita dan bahwa kita ini milik-Nya, kita akan dimampukan untuk melangkah maju, melewati kepedihan masa lalu yang masih membekas.

    Oleh: Bill Crowder

    Renungkan dan Doakan

    Apa saja kenangan kelam tentang pergumulan dan penderitaan yang masih membayangi Anda? Bagaimana Anda mengizinkan Allah, sumber segala pengharapan, menolong Anda melewatinya?

    Ya Bapa, Engkau tahu seluruh luka batin, derita, kemarahan, dan kesedihanku. Lingkupi aku dengan kebaikan dan belas kasih-Mu, sembuhkanlah aku dari luka lama yang masih membekas.

    Amin 

    Selamat menjalani hari ini dengan semangat dan Kekuatan dari Tuhan, Gbu 


    Our Daily Bread

  • You might also like

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

Cari Blog Ini

Diberdayakan oleh Blogger.

Mengenai Saya

Foto saya
Pematangsiantar, Sumatera Utara, Indonesia
Pengamat Sosial

Mengingat untuk Melupakan 2026-02-21

Mengapa engkau tertekan, hai jiwaku? . . . Berharaplah kepada Allah! Sebab aku akan bersyukur lagi kepada-Nya, penolongku dan Allahku! –Mazm...

Halaman FB