• Hidup Berintegritas 2026-05-26

    Orang yang dusta bibirnya adalah kekejian bagi Tuhan, tetapi orang yang berlaku setia dikenan-Nya. –Amsal 12:22

    Baca: Amsal 12:13-23

    Suatu kali, Sarah tanpa sadar menjatuhkan cincin berlian pertunangannya ke dalam cangkir seorang pria tunawisma. Billy Ray, pengemis itu, sempat menaksir nilai cincin tersebut, bahkan terpikir untuk menjualnya. Namun, ia memilih untuk bersikap jujur dan mengembalikannya ketika Sarah datang kembali beberapa hari kemudian. Sarah dan suaminya lalu menggalang donasi untuk membantu Billy Ray. Tindakan mereka menggerakkan banyak pihak untuk ikut memberi bantuan. Tidak hanya dukungan finansial, Billy Ray juga menerima bantuan hukum, hingga akhirnya dapat membeli sebuah rumah. Ia juga dipertemukan kembali dengan keluarganya yang telah lama terpisah.

    Ketika kita mempraktikkan hidup yang berintegritas, kita menyenangkan hati Allah dan menginspirasi orang lain. Salomo berkata bahwa Allah berkenan pada integritas: “Orang yang dusta bibirnya adalah kekejian bagi Tuhan, tetapi orang yang berlaku setia dikenan-Nya” (Ams. 12:22). Ia menggunakan istilah yang tegas untuk menggambarkan pandangan Allah terhadap ketidakjujuran—Dia “benci” para pendusta (ay. 22 BIMK). Ketika umat Allah berbohong atau “tipu daya ada di dalam hati [mereka]” (ay. 20), mereka sedang menentang Allah dan sikap mereka berlawanan dengan karakter-Nya. Sebaliknya, ketika umat memiliki “bibir yang mengatakan kebenaran” (ay. 19) dan berlaku setia, Allah bersukacita. Jadi, memperlakukan orang lain dengan baik bukan hanya soal berkata jujur, tetapi juga mencerminkan karakter Allah sendiri. Di dalam dunia yang memberi kesan bahwa penipuan itu menguntungkan, integritas kita adalah sesuatu yang “dikenan-Nya” (ay. 22)

    Mari berkomitmen untuk hidup berintegritas dengan pertolongan Allah. Sekalipun dunia tidak mempedulikannya, Allah berkenan saat kita hidup menurut jalan-jalan-Nya.

    Oleh: Marvin Williams

    Renungkan dan Doakan

    Bagaimana Anda mencerminkan karakter Allah dengan menjadi seorang yang dapat dipercaya? Bagaimana Anda akan hidup berintegritas hari ini?

    Ya Allah, ajarlah aku untuk hidup berintegritas di hadapan-Mu dan sesamaku.

    Amin

    Selamat menjalani hari ini dengan semangat dan Kekuatan dari Tuhan, Gbu 

    WAWASAN

    Dalam Amsal 12, Salomo menyatakan bahwa perkataan dan perbuatan kita mencerminkan isi hati kita. Ia memperingatkan dengan keras bahwa Allah “benci kepada pendusta” tetapi “senang dengan orang yang jujur” (ay. 22 BIMK). Allah membenci “orang yang memakai timbangan yang curang” tetapi “senang dengan orang yang memakai timbangan yang tepat” (11:1 BIMK). Dia benci pada kesombongan, kebohongan, dan hati yang mendua (6:16-19).

    Senada dengan itu, Yesus berkata bahwa ucapan seseorang menunjukkan isi hatinya (Lukas 6:45). Allah rindu agar kita menghormati-Nya dengan hidup kita. Orang percaya perlu memiliki kerinduan untuk berkata: “Hidup kami di dunia ini, khususnya dalam hubungan kami dengan [saudara seiman], dikuasai oleh ketulusan dan kemurnian dari Allah bukan oleh hikmat duniawi, tetapi oleh kekuatan kasih karunia Allah” (2 Korintus 1:12). Roh Kudus sanggup menolong kita hidup berintegritas. Sekalipun dunia mungkin tidak menyadarinya, Allah mengetahuinya. –K.T. Sim

    Anda bisa memberikan dampak yang lebih berarti 

    Our Daily Bread

  • You might also like

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

Cari Blog Ini

Diberdayakan oleh Blogger.

Mengenai Saya

Foto saya
Pematangsiantar, Sumatera Utara, Indonesia
Pengamat Sosial

Hidup Berintegritas 2026-05-26

Orang yang dusta bibirnya adalah kekejian bagi Tuhan, tetapi orang yang berlaku setia dikenan-Nya. –Amsal 12:22 Baca: Amsal 12:13-23 Suatu k...

Halaman FB