• Sukacita dari Yesus 2026-05-27

    Aku akan tetap bersukacita. –Filipi 1:18

    Baca: Filipi 1:18-21

    Perawatan kanker yang dijalani Nancy mengakibatkan banyak sariawan dalam mulut dan tenggorokannya, sampai-sampai ia tidak bisa menelan sepotong roti. Ia terpaksa minum susu untuk mengisi perutnya selama berhari-hari. Namun, satu hal tetap memunculkan senyum di wajah perempuan berusia 60 tahun itu, yakni sukacita dari mengenal Tuhan Yesus—dan kebersamaan dengan para cucu lelakinya. Waktu yang ia habiskan bersama mereka setiap minggu menolongnya untuk tidak larut memikirkan keadaannya. “Kalau bukan karena mereka, aku pasti sudah menyerah,” kata Nancy.

    Walau menghadapi banyak kesusahan, Rasul Paulus juga menemukan sukacita di dalam Yesus dan sesamanya. Sukacitanya bersumber dari Yesus dan kehidupan yang dijalani bagi-Nya. Meski mendekam dalam penjara (Flp. 1:13), ia tetap sanggup meneguhkan iman orang lain. Paulus juga menulis tentang sukacita yang lahir dari persekutuan dalam pemberitaan kabar baik tentang Yesus, serta dari keyakinan akan apa yang menantinya setelah kematian (ay. 3-5,18,20). Keyakinan itu memampukan Paulus untuk berkata, “Karena bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan” (ay. 21).

    Paulus dapat bersukacita karena Yesus adalah pusat hidupnya. Rasa aman dan puas yang ia miliki tidak bergantung pada harta milik atau keadaan apa pun, melainkan pada keyakinan bahwa ia adalah milik Kristus. Karena itu, dalam surat yang ditulis di tengah keadaannya yang terburuk, Paulus dapat berkata, “Bersukacitalah senantiasa dalam Tuhan! Sekali lagi kukatakan: Bersukacitalah!” (4:4).

    Kiranya kita juga menemukan sukacita di dalam Yesus, yang mengasihi kita, memelihara kita, dan memampukan kita untuk bersukacita dalam segala keadaan.

    Oleh: Leslie Koh

    Renungkan dan Doakan

    Situasi sulit apa yang sedang Anda hadapi saat ini? Apa pengaruhnya bagi Anda saat mengetahui bahwa Yesus selalu menyertai Anda?

    Tuhan Yesus, berilah aku kekuatan untuk melangkah maju dengan terus memandang-Mu, karena hadirat-Mu membawa sukacita bagiku.

    Amin 

    Selamat menjalani hari ini dengan semangat dan Kekuatan dari Tuhan, Gbu 

    WAWASAN

    Ketika Paulus dipenjara, ia tahu bahwa tidak semua orang yang memberitakan kabar baik tentang Yesus Kristus melakukannya dengan motivasi yang benar. Ia memperhatikan bahwa sebagian orang “memberitakan Kristus dengan maksud yang tidak baik; mereka memberitakan untuk kepentingan pribadi. Dengan itu mereka berharap dapat membuat saya lebih susah di dalam penjara” (Filipi 1:17 BIMK). Namun, Paulus tetap bersukacita di tengah pergumulan tersebut, dengan tetap berfokus pada misinya: memberitakan Injil Yesus Kristus. Dengan sikap itu, ia mengikuti teladan Kristus, yang tabah menderita demi memuliakan Bapa-Nya di surga. Sang rasul kemudian menulis, “Yang kukehendaki ialah mengenal Dia dan kuasa kebangkitan-Nya dan persekutuan dalam penderitaan-Nya, di mana aku menjadi serupa dengan Dia dalam kematian-Nya” (Filipi 3:10).

    Dalam hidup ini, kita akan menghadapi serangan yang menyakiti perasaan kita. Namun, seperti Paulus, kita dapat menemukan sukacita di tengah penderitaan. Hal-hal itu akan membentuk kita semakin serupa dengan Kristus. –Tim Gustafson

    Anda bisa memberikan dampak yang lebih berarti 

    Our Daily Bread

  • You might also like

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

Cari Blog Ini

Diberdayakan oleh Blogger.

Mengenai Saya

Foto saya
Pematangsiantar, Sumatera Utara, Indonesia
Pengamat Sosial

Sukacita dari Yesus 2026-05-27

Aku akan tetap bersukacita. –Filipi 1:18 Baca: Filipi 1:18-21 Perawatan kanker yang dijalani Nancy mengakibatkan banyak sariawan dalam mulut...

Halaman FB