• Itu Salah Saya 2026-05-28

    Bila mereka mengakui kesalahan mereka . . . Aku akan mengingat perjanjian-Ku dengan Yakub. Imamat 26:40-42

    Baca: Imamat 26:40-45

    Dalam sebuah film komedi lama, seorang pemrogram komputer yang ceroboh nan jenius terpilih untuk mengikuti misi berawak manusia pertama ke planet Mars. Meski terus membuat kesalahan-kesalahan konyol, ia punya kebiasaan spontan untuk berseru, “Bukan salahku!” Sewaktu awak pesawat luar angkasa itu mendarat di Mars, sang pemrogram tergelincir dari atas tangga dan jatuh ke permukaan planet, tepat sebelum rekannya menjejakkan kaki di sana. Jadi, kata-kata pertama yang terucap di Mars adalah, “Bukan salahku!”

    Kisahnya memang mengada-ada, tetapi frasa yang diucapkan tokoh itu terasa begitu nyata. Setiap kali ada kesalahan yang perlu dipertanggungjawabkan, kita sering bereaksi dengan berkata, “Bukan salah saya!”

    Allah menghendaki ketaatan kita. Namun, Dia juga tahu bahwa hati kita cenderung menolak untuk taat kepada-Nya. Dalam Imamat 26:1-13, Allah menjelaskan rencana-Nya bagi Israel. Jika mereka mematuhi perintah-Nya, Ia berkata, “Aku akan berpaling kepadamu dan akan membuat kamu beranak cucu serta bertambah banyak” (ay. 9). Namun, ketidaktaatan yang berlarut-larut akan mendatangkan kutukan dan penderitaan yang dimaksudkan untuk membawa mereka kepada pertobatan. Kemudian, Allah berkata bahwa jika Israel yang tidak taat itu mau “mengakui kesalahan mereka dan kesalahan nenek moyang mereka” (ay. 40), Dia akan mengingat perjanjian-Nya dengan mereka.

    Kunci untuk memulihkan hubungan kita dengan Allah adalah pengakuan atas kesalahan yang telah kita perbuat. Sikap menyalahkan orang lain hanya akan membuat kita terjebak dalam siklus kesalahan dan usaha sia-sia untuk membenarkan diri.

    Apakah Anda merasa sudah jauh dari Allah? Mari berbalik kepada-Nya, dengan mulai berkata, “Itu salah saya.”

    Oleh: Tim Gustafson

    Renungkan dan Doakan

    Apa reaksi spontan Anda ketika Anda seharusnya bertanggung jawab atas suatu kesalahan? Ingatlah suatu waktu ketika Anda benar-benar jujur kepada Allah. Seperti apa rasanya?

    Allah Maha Kasih, aku ingin jujur kepada-Mu tentang _____________.

    Amin 

    Selamat menjalani hari ini dengan semangat dan Kekuatan dari Tuhan, Gbu 

    WAWASAN

    Anda bisa memberikan dampak yang lebih berarti 

    Our Daily Bread

  • You might also like

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

Cari Blog Ini

Diberdayakan oleh Blogger.

Mengenai Saya

Foto saya
Pematangsiantar, Sumatera Utara, Indonesia
Pengamat Sosial

Itu Salah Saya 2026-05-28

Bila mereka mengakui kesalahan mereka . . . Aku akan mengingat perjanjian-Ku dengan Yakub. Imamat 26:40-42 Baca: Imamat 26:40-45 Dalam sebua...

Halaman FB