• Menantikan Allah 2026-05-29

    Kuatkanlah dan teguhkanlah hatimu! Ya, nantikanlah Tuhan! –Mazmur 27:14

    Baca: Mazmur 27:7-14

    Semasa kecil, saya selalu bersemangat setiap kali melihat rambu-rambu tertentu muncul di tepi jalan. Saya mengira papan rambu warna-warni itu menandakan bahwa kami sudah tiba di taman hiburan yang kami tuju. Saya yang tadinya mulai mengemasi barang-barang dengan gembira, akhirnya kecewa ketika menyadari masih ada banyak rambu berikutnya dan perjalanan kami masih berlanjut. Akhirnya saya mengerti bahwa rambu-rambu itu hanya menyatakan kepada pengunjung bahwa lokasi yang dituju sudah dekat, tetapi masih beberapa kilometer di depan.

    Seperti anak kecil yang tidak sabar bertanya, “Apakah kita sudah sampai?”, kita juga dapat merasa tidak sabar dan ingin segera tiba di tujuan kita.

    Menantikan Allah untuk bertindak dalam hidup kita, atau melepaskan kita dari penderitaan, bisa terasa sulit. Raja Daud menghadapi banyak kesulitan, seperti yang ia ungkapkan di sepanjang Mazmur 27. Meski demikian, ia tetap berharap dan percaya kepada Allah, sembari menantikan-Nya untuk bertindak. Daud tidak tahu berapa lama ia harus menunggu, tetapi ia yakin Allah akan menolongnya: “Sesungguhnya, aku percaya akan melihat kebaikan Tuhan di negeri orang-orang yang hidup!” (ay. 13).

    Mungkin kita harus menunggu lebih lama dari yang diharapkan untuk mengalami terobosan. Biarlah firman ini menguatkan kita: “Nantikanlah Tuhan! Kuatkanlah dan teguhkanlah hatimu! Ya, nantikanlah Tuhan!” (ay. 14). Saat kita mencari penghiburan dalam Kitab Mazmur dan seluruh Kitab Suci, kita dapat menjadi tenang karena mengetahui bahwa Allah senantiasa bekerja, bahkan ketika kita menanti.

    Oleh: Nancy Gavilanes

    Renungkan dan Doakan

    Mengapa terkadang sulit rasanya menantikan jawaban Allah? Bagaimana Anda dapat tetap berpengharapan dalam penantian?

    Ya Allah, terima kasih, karena Engkau senantiasa bekerja, bahkan ketika aku menanti.

    Amin 

    Selamat menjalani hari ini dengan semangat dan Kekuatan dari Tuhan, Gbu 

    WAWASAN

    Ketika dikejar oleh musuh-musuh yang kuat, Daud memilih berfokus pada Allah, bukan pada bahaya yang mengancamnya. Dengan Allah sebagai “terang,” “keselamatan,” dan “benteng hidup[nya],” ia tidak perlu takut (Mazmur 27:1-3). Allah akan menjaganya tetap aman, di atas “gunung batu,” jauh dari ancaman (ay. 5). Bahkan jika orangtuanya sendiri meninggalkannya—mereka yang seharusnya melindungi—Daud tetap yakin dan percaya: “Allah akan memelihara aku” (ay. 10 BIMK).

    Allah menghadapi kesulitan dan bahaya seperti seorang ayah di dunia yang menjaga anaknya. Sang pemazmur mengajak kita, “Kuatkanlah dan teguhkanlah hatimu! Ya, nantikanlah TUHAN” (ay. 14). Menantikan Allah berarti mempercayai-Nya sepenuhnya. Bersama Daud, kita juga menegaskan, “Jiwa kita menanti-nantikan TUHAN. Dialah penolong kita dan perisai kita!” (Mazmur 33:20). –K.T. Sim

    Anda bisa memberikan dampak yang lebih berarti 

    Our Daily Bread

  • You might also like

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

Cari Blog Ini

Diberdayakan oleh Blogger.

Mengenai Saya

Foto saya
Pematangsiantar, Sumatera Utara, Indonesia
Pengamat Sosial

Menantikan Allah 2026-05-29

Kuatkanlah dan teguhkanlah hatimu! Ya, nantikanlah Tuhan! –Mazmur 27:14 Baca: Mazmur 27:7-14 Semasa kecil, saya selalu bersemangat setiap ka...

Halaman FB