Biarlah aku tak bisa lagi menyanyi jika aku melupakan engkau, Yerusalem! Biarlah aku tak bisa lagi menyanyi! Mazmur 137:5-6 bimk
Baca: Mazmur 137:1-6
Ethel dan Ed tinggal di daerah gurun pada pegunungan Rocky, AS. Saat mengunjungi keduanya di peternakan mereka yang penuh dengan barang kenang-kenangan, kami bercakap-cakap tentang masa kecil mereka—saat menunggang kuda di padang rumput North Dakota dan menggembalakan ternak di Montana. Kini mereka sudah berusia lanjut, dan dari cerita mereka, saya dapat mendengar kerinduan akan rumah mereka yang lama.
Mazmur 137 mengungkapkan perasaan serupa. Bangsa Israel yang sudah lama hidup dalam pembuangan kini rindu pulang ke kampung halaman mereka. “Di tepi sungai-sungai Babel kami duduk dan menangis bila teringat Sion,” kata mereka. “Orang-orang yang menawan kami menyuruh kami menyanyi untuk mereka” (ay. 1,3 BIMK), sehingga timbul pertanyaan, “Mungkinkah di negeri asing kami menyanyi bagi Tuhan?” (ay. 4 BIMK).
Kerinduan untuk kembali dari pembuangan adalah tema yang berulang dalam tulisan para nabi Perjanjian Lama. Pada akhirnya bangsa Israel memang kembali ke tanah mereka. Mereka membangun kembali Yerusalem dan menduduki tanah mereka, tetapi semuanya tidak pernah sama lagi. Ketika Bait Suci dibangun kembali, mereka yang masih mengingat kemegahannya dahulu menangis, karena bangunan yang baru ini tidak sebanding dengan apa yang pernah ada (Ezr. 3:12).
Usia senja bisa membuat orang merasa tidak lagi mengenali dirinya, seiring dengan waktu yang menggerogoti pikiran dan tubuhnya. Namun, bagi kita yang mengenal Yesus, yang kita rindukan bukanlah masa lalu, melainkan masa depan. Ke sanalah percakapan saya dengan Ethel dan Ed mengalir, yaitu kerinduan akan rumah kita di masa depan yang abadi, ketika segala sesuatu dipulihkan hingga menjadi jauh lebih indah daripada yang dapat kita bayangkan.
Oleh: Matt Lucas
Renungkan dan Doakan
Apa yang Anda rindukan dari masa lalu? Bagaimana kerinduan itu menolong Anda untuk siap menyambut masa depan?
Bapa di surga, terima kasih karena Engkau selalu menyertaiku dalam setiap musim hidupku, dan juga telah menyiapkan masa depan abadi yang indah bagiku
Amin
Selamat menjalani hari ini dengan semangat dan Kekuatan dari Tuhan, Gbu
Our Daily Bread

Tidak ada komentar:
Posting Komentar