Aku akan menumbuhkan . . . pohon berangan serta pohon cemara di sampingnya, supaya semua orang melihat dan mengetahui . . . tangan Tuhan yang membuat semuanya ini. –Yesaya 41:19-20
Baca: Yesaya 41:17-20
Para pengendara mobil yang melewati Highway 18 di kawasan barat Oregon pada musim gugur akan disambut dengan kejutan menyenangkan: sebuah wajah tersenyum raksasa di lereng bukit yang ditutupi pepohonan. Wajah ceria itu hanya terlihat pada musim gugur, ketika cabang-cabang pohon cemara jenis Larch menjadi berwarna kuning, kontras dengan pohon cemara jenis Douglas berwarna hijau gelap di sekelilingnya (yang membentuk mata dan mulut wajah itu). Sebuah perusahaan pengolahan kayu menanam wajah berdiameter 90 meter itu pada tahun 2011 sebagai upaya penghijauan kembali dari hutan yang telah mereka tebang.
Nabi Yesaya mengundang kita untuk mengenal Allah sebagai Pribadi yang membawa kehidupan ke tempat tandus. Ia mengingatkan orang Israel di tengah kegersangan masa pembuangan mereka bahwa Allah “membuat sungai-sungai memancar,” sanggup “membuat padang gurun menjadi telaga”, dan menumbuhkan di padang gurun “pohon aras [dan] pohon penaga” (Yes. 41:18-19). Allah melakukan semua itu bukan semata-mata untuk kesenangan-Nya (dan kesenangan kita), tetapi Dia menumbuhkan pohon sanobar, berangan, dan cemara “supaya semua orang melihat dan mengetahui” (ay. 20) bahwa Dialah Pencipta segalanya, yang kelak memulihkan semuanya, termasuk tempat-tempat yang dianggap sebagai “padang belantara” (ay. 19).
Walau kita mungkin tidak melihat wajah tersenyum di lereng bukit, seluruh alam ciptaan dapat mengingatkan kita pada kuasa penebusan Allah atas dunia dan atas kehidupan kita, bahkan di tengah kehancuran atau ancaman sekalipun. Marilah kita mencari wajah-Nya, sumber pengharapan dan sukacita kita di tengah pergumulan yang ada.
Oleh: Kirsten Holmberg
Renungkan dan Doakan
Kapan Allah pernah menghadirkan sukacita atau pengharapan saat Anda bersedih? Bagaimana alam ciptaan mengarahkan fokus Anda kepada-Nya dalam masa-masa sulit?
Terima kasih, ya Bapa, untuk karya penciptaan dan pemulihan-Mu di dunia ini.
Amin
Selamat menjalani hari ini dengan semangat dan Kekuatan dari Tuhan, Gbu
WAWASAN
Dalam pasal 1–39, Yesaya memperingatkan bangsa Israel yang menolak bertobat bahwa Allah akan memakai bangsa Asyur dan Babel untuk menghukum mereka akibat penyembahan berhala yang terus mereka lakukan. Namun, mulai pasal 40, nadanya berubah: Sang nabi meninggikan kasih karunia dan perjanjian setia Allah, serta menubuatkan pemulihan dan berkat yang akan datang. Sebagai Allah yang berdaulat, Dia berkuasa untuk menyelamatkan, melindungi, dan memulihkan umat-Nya (40:10-17).
Yesaya juga mengingatkan Israel pada pemeliharaan Allah yang penuh kasih. Bangsa Israel memiliki hubungan istimewa dengan Allah karena Dia telah memilih mereka menjadi hamba-Nya (41:8). Allah tidak akan meninggalkan mereka, melainkan tetap menjaga dan memelihara mereka (ay. 8-10,17). Dia akan memenuhi kebutuhan mereka dengan berlimpah, bahkan mengubah gurun menjadi tanah subur dan penuh mata air (ay. 18-19).
Seperti umat Allah di masa Yesaya, ciptaan-Nya mengingatkan kita bahwa Dia adalah “TUHAN” (ay. 13), “yang menebus” kita (ay. 14), “Mahakudus, Allah Israel,” dan Pencipta segala sesuatu (ay. 20). Kita dapat mempercayakan kepada-Nya segala keadaan hidup kita. –K.T. Sim
Anda bisa memberikan dampak yang lebih berarti
Our Daily Bread

Tidak ada komentar:
Posting Komentar