Kamu telah mati dan hidupmu tersembunyi bersama dengan Kristus di dalam Allah. –Kolose 3:3
Baca: Kolose 3:1-4
Teras kayu atau hati kayu (heartwood) adalah pilar pada bagian tengah pohon yang menyangga sejumlah jenis pohon. Meski mati, kayu ini tidak akan membusuk atau kehilangan kekuatannya selama lapisan luarnya yang hidup masih utuh. Karena mengandung serat-serat yang terjalin oleh perekat kimiawi yang disebut lignin, teras kayu memiliki ketahanan sekuat baja. Elemen dari struktur pohon ini memungkinkannya bertahan menghadapi berbagai tantangan alam.
Ketika membaca bagaimana Paulus mendorong jemaat Kolose untuk menjalani hidup mereka yang baru, kita membayangkan bahwa ia bisa saja menggunakan metafora teras kayu untuk menggambarkan transformasi mereka yang telah diselamatkan Allah. “Sebab kamu telah mati dan hidupmu tersembunyi bersama dengan Kristus di dalam Allah” (Kol. 3:3). Sebutan Paulus bahwa kita “telah mati“ mungkin membingungkan, tetapi jika dipahami dari sudut pandang kebangkitan, kita menangkap pesan pengharapan di balik pernyataan itu. Allah mengubah jati diri kita yang mati dan meneguhkan kita dengan kuasa Tuhan Yesus yang telah bangkit, sehingga kita sanggup bertahan menghadapi berbagai pencobaan hidup.
Sebelumnya, batin kita telah mati seperti teras kayu pada pohon. Namun, kita tetap hidup sebagai pribadi unik yang diciptakan Allah, dan bahkan lebih dari itu. Kita telah dijadikan baru (Why. 21:5), sebagai ciptaan baru dalam Kristus (2 Kor. 5:17). Di dalam Dialah “kita hidup, kita bergerak, kita ada” (Kis. 17:28).
Lewat struktur pohon, kita dapat melihat contoh nyata yang melambangkan kehidupan kita di dalam Kristus. Terpujilah Allah, yang telah mengubahkan kita dari kematian kepada kehidupan!
Oleh: Elisa Morgan
Renungkan dan Doakan
Bagaimana teras kayu pada pohon mengajar Anda tentang diri Allah? Bagaimana Anda dapat menerima kuasa transformasi Allah dalam hidup Anda?
Ya Allah, kuatkanlah batinku, dan biarlah hidupku tersembunyi aman di dalam-Mu.
Amin
Selamat menjalani hari ini dengan semangat dan Kekuatan dari Tuhan, Gbu
WAWASAN
Dalam surat-suratnya, Paulus sering berbicara tentang bagaimana orang percaya telah “mati” (Kolose 3:3) terhadap dosa. Dalam Roma 6, sang rasul mengingatkan bahwa orang percaya telah dipersatukan dengan Kristus dalam kematian-Nya dan akan “menjadi satu dengan apa yang sama dengan kebangkitan-Nya. Karena kita tahu, bahwa manusia lama kita telah turut disalibkan, supaya tubuh dosa kita hilang kuasanya” (ay. 5-6). Karena kematian Yesus, dosa tidak lagi menjadi tuan atas kita. Kita tidak lagi hidup untuk memuaskan hasrat atau “hawa nafsu daging” (Efesus 2:3), sebab sekarang kita melayani tuan yang lain, yakni Kristus.
Dosa-dosa kita telah diampuni, dan kini kita hidup di dalam Dia. Dia telah menghapuskan utang kita yang tidak mungkin kita bayar “dengan memakukannya pada kayu salib” (Kolose 2:14). Ini bukan berarti kita tidak akan berdosa lagi, tetapi Allah menolong kita dalam pergumulan dan mengubahkan kita menjadi semakin serupa dengan Dia. –Alyson Kieda
Anda bisa memberikan dampak yang lebih berarti
Our Daily Bread

Tidak ada komentar:
Posting Komentar