Filipus, . . . engkau tidak mengenal Aku? Barangsiapa telah melihat Aku, ia telah melihat Bapa. –Yohanes 14:9
Baca: Yohanes 14:5-11
“Apa yang membuatmu tersenyum saat memikirkan tentang anakmu?” tanya saya kepada Clarence, seorang pemuda yang sedang saya bimbing. Dengan bangga, ia membagikan beberapa pencapaian cemerlang dari putranya yang berusia empat tahun. Ada satu hal yang membuat saya takjub. Bukan hanya si anak memiliki nama depan dan nama belakang yang sama dengan ayahnya, tetapi wajahnya pun sangat mirip sehingga ia dapat membuka ponsel pintar ayahnya dengan menggunakan fitur pengenalan wajah!
Dalam Yohanes 14, Yesus menegaskan betapa Dia sangat serupa dengan Bapa-Nya. Ketika Filipus yang ingin tahu memohon, “Tuhan, tunjukkanlah Bapa itu kepada kami” (ay. 8), Yesus menjawab, “Telah sekian lama Aku bersama-sama kamu, Filipus, namun engkau tidak mengenal Aku? Barangsiapa telah melihat Aku, ia telah melihat Bapa” (ay. 9). Bagaimana caranya Bapa dinyatakan melalui Sang Anak? Melalui “perkataan” (ay. 10 AYT) dan “pekerjaan”-Nya (ay. 11), Yesus menyatakan kasih, rahmat, dan anugerah Allah, serta lebih banyak lagi dengan terang benderang.
Oleh kekuatan Roh Allah, orang-orang percaya memiliki hak istimewa untuk menjadi serupa dengan Allah sebagai anggota keluarga-Nya. Allah yang tidak kasatmata menjadi nyata melalui diri anak-anak-Nya. Berbicara tentang kasih yang meneladan Kristus, Yohanes mengingatkan kita, “Tidak ada seorang pun yang pernah melihat Allah, tetapi kalau kita saling mengasihi, Allah bersatu dengan kita dan kasih-Nya menjadi sempurna dalam diri kita” (1 Yoh. 4:12 BIMK).
Oleh: Arthur Jackson
Renungkan dan Doakan
Apa aspek dari perkataan dan perbuatan Anda yang mengingatkan orang lain pada Yesus? Bagaimana Anda dapat berdoa, agar Roh Kudus bekerja di dalam dan melalui Anda untuk membawa kemuliaan bagi Allah Bapa dan Kristus, Anak-Nya?
Ya Bapa, mampukanlah aku untuk senantiasa mengasihi Yesus, serta untuk hidup serupa dengan diri-Nya dan bagi nama-Nya.
Amin
Selamat menjalani hari ini dengan semangat dan Kekuatan dari Tuhan, Gbu....
WAWASAN
Awal Injil Yohanes menggambarkan orang-orang yang tidak mengenal Yesus sebagaimana seharusnya: “Ia telah ada di dalam dunia dan dunia dijadikan oleh-Nya, tetapi dunia tidak mengenal-Nya. Ia datang kepada milik kepunyaan-Nya, tetapi orang-orang kepunyaan-Nya itu tidak menerima-Nya” (1:10-11).
Namun, Kristus menaruh harapan pada orang-orang yang paling dekat dengan-Nya—mereka yang telah mendengar firman-Nya serta melihat dan mengalami karya-Nya. Dia menegur salah seorang murid-Nya karena tidak mengenal-Nya: “Telah sekian lama Aku bersama-sama kamu, Filipus, namun engkau tidak mengenal Aku?” (14:9). Ketika kita dengan jujur dan sungguh-sungguh menelaah firman serta karya Kristus yang dinyatakan dalam Injil, Roh Kudus sanggup membuka mata dan hati kita untuk mengenal-Nya sebagai Anak Allah dan Raja segala raja, sehingga kita akan diterima ke dalam keluarga Allah (1:12-13). Ketika kita menjadi anak-anak Allah, kita akan dimampukan-Nya untuk menunjukkan karakter Yesus kepada orang lain melalui perkataan dan perbuatan kita. –Arthur Jackson
Anda bisa memberikan dampak yang lebih berarti
Our Daily Bread

Tidak ada komentar:
Posting Komentar