• Allah yang Menolong 2026-9-14

    Karena [bangsa Israel] diperbudak, sehingga mereka berteriak minta tolong. Jeritan mereka sampai kepada Allah. –Keluaran 2:23 (BIMK)

    Baca: Keluaran 2:23-25; 3:7-10

    Ketika hendak mengantar putranya yang berusia sembilan tahun ke perkemahan, seorang ibu salah belok hingga tersesat dan terjebak di jalan pedesaan dalam kawasan Pegunungan Sierra Nevada, California. Karena tempat itu sangat terpencil, GPS dan ponselnya tidak berfungsi sehingga mereka tidak dapat menemukan jalan untuk kembali. Dalam keputusasaan setelah terjebak lebih dari 24 jam dan harus tidur dalam mobil sepanjang malam, ibu dan anak itu memutuskan untuk berjalan kaki. Mereka meninggalkan catatan-catatan di sepanjang jalan: “TOLONG. Saya dan putra saya terjebak tanpa sinyal dan tidak bisa menghubungi nomor darurat.” Karena mereka tidak kunjung tiba di perkemahan pada waktunya, tim pencarian pun bergerak. Mereka berhasil menemukan mobil, catatan-catatan tadi, dan tidak lama kemudian ibu dan anak tersebut.

    Dalam keputusasaan karena diperlakukan sangat buruk oleh bangsa Mesir yang telah memperbudak mereka, bangsa Israel berteriak minta tolong kepada Allah (Kel. 1:11-12). Orang Mesir mempekerjakan mereka dengan kejam, ”memahitkan hidup mereka dengan pekerjaan yang berat” (ay. 13-14). Orang Israel tentu bertanya-tanya apakah mereka bisa bertahan hidup di bawah penindasan yang begitu kejam. Namun, Allah mendengar seruan mereka dan memanggil Musa untuk membebaskan mereka (3:4-10). Pada akhirnya, Allah memakai Musa untuk menyelamatkan mereka dan membawa mereka keluar dari Mesir (lihat Kel. 14–15). 

    Di saat kita merasa tersesat atau diperlakukan dengan buruk, Allah selalu dekat dan telinga-Nya selalu terbuka mendengar seruan kita. Pada waktu-Nya dan dengan cara-Nya yang ajaib, Dia akan mengirimkan pertolongan yang kita perlukan.

    Oleh: Anne Cetas

    Renungkan dan Doakan

    Bagaimana Anda dapat belajar untuk menyampaikan seruan hati Anda kepada Allah? Seruan keputusasaan apa yang perlu Anda bawa kepada-Nya saat ini?

    Tolonglah aku, ya Allah Maha Kasih. Kemurahan-Mu selalu kubutuhkan. Kubawa beban hatiku kepada-Mu sekarang.

    Amin 

    Selamat menjalani hari ini dengan semangat dan Kekuatan dari Tuhan, Gbu...

    WAWASAN

    Allah bekerja melalui Yusuf untuk memelihara umat-Nya, yang pada saat mereka pindah ke Mesir 400 tahun sebelumnya hanyaberjumlah 70 orang (Keluaran 1:5). Namun kemudian, “bangkitlah seorang raja baru memerintah tanah Mesir, yang tidak mengenal Yusuf” (ay. 8). Firaun itu memperbudak bangsa Ibrani, yang telah menjadi sangat banyak, dan bahkan memerintahkan pembunuhan bayi laki-laki mereka (ay. 22). Akan tetapi, bayi Musa terluput dari rencana jahat Firaun (2:1-10). Sebagaimana Allah memakai Yusuf untuk meneguhkan umat-Nya, Dia kini memakai Musa untuk membebaskan mereka.

    Namun proses itu membutuhkan waktu. Empat puluh tahun berlalu sebelum Musa mencoba menolong bangsanya sendiri tanpa hasil (Kisah Para Rasul 7:23), dan 40 tahun lagi sebelum Allah memanggilnya di tengah padang gurun (ay. 30). Empat puluh tahun berikutnya diisi dengan teguran dan pengajaran Allah atas umat-Nya yang tidak taat (ay. 36; Ulangan 2:7; Yosua 5:6). Karena Allah setia kepada umat-Nya, Dia selalu dekat dengan kita bahkan dalam setiap cobaan. –Tim Gustafson

    Anda bisa memberikan dampak yang lebih berarti 

    Our Daily Bread

  • You might also like

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

Cari Blog Ini

Diberdayakan oleh Blogger.

Mengenai Saya

Foto saya
Pematangsiantar, Sumatera Utara, Indonesia
Pengamat Sosial

Bersabar 2026-08--15

Hendaklah kamu selalu . . . sabar. Tunjukkanlah kasihmu dalam hal saling membantu. –Efesus 4:2 Baca: Efesus 4:1-6 Shiro Oguni pernah berkunj...

Halaman FB