• Penghiburan Ilahi 2026-09-11

    Sepanjang malam ada tangisan, menjelang pagi terdengar sorak-sorai. –Mazmur 30:6

    Baca: Mazmur 30:2-13

    Suara gemercik air terjun yang terdengar menandakan bahwa saya telah tiba di 9/11 Memorial Pools (kolam untuk mengenang para korban tragedi 11 September 2001) di kota New York, tempat yang selama ini sengaja saya hindari karena khawatir diliputi oleh kesedihan dan dukacita yang amat dalam. Saya berjalan mengelilingi dua kolam besar yang terletak di bekas lokasi Menara Kembar World Trade Center yang runtuh. Saya sungguh terharu membaca semua nama korban yang terukir pada dinding-dindingnya, dengan beberapa di antaranya dihiasi bunga mawar yang diletakkan oleh orang-orang yang mengasihi mereka.

    Saya berada di Manhattan pada hari terjadinya peristiwa itu, tetapi syukurlah tidak di berada dekat gedung-gedung itu. Meski demikian, sebagai warga lokal kota New York, tragedi itu terasa begitu dekat dan mengguncang. Meski akhirnya saya memberanikan diri berada di lokasi kejadian, hati saya tidak diliputi oleh kesedihan atau ketakutan. Yang saya rasakan justru kedamaian, saat mengingat kembali anugerah Allah yang menopang saya. Damai sejahtera itu adalah anugerah dari Allah yang tahu caranya untuk menghibur kita.

    Saat membaca Kitab Mazmur, kita melihat Daud memang mengalami kesedihan, ketakutan, dan dukacita, tetapi ia juga menerima penghiburan Ilahi. Dalam Mazmur 30, ia menulis, “Tuhan, Allahku, kepada-Mu aku berteriak minta tolong, dan Engkau telah menyembuhkan aku” (ay. 3). “Sepanjang malam ada tangisan, menjelang pagi terdengar sorak-sorai” (ay. 6). Allah mengubah Daud yang “meratap . . . menjadi orang yang menari-nari” dan membuka “kain kabung[nya]” serta mengikat “pinggang[nya] . . . dengan sukacita” (ay. 12).

    Ketika hati kita diliputi kesedihan, kehilangan, atau kepedihan, berpalinglah kepada Allah sumber segala penghiburan, yang dekat dengan orang-orang yang hancur hati, dan bersyukurlah kepada-Nya seperti yang Daud lakukan: “Tuhan, Allahku, untuk selama-lamanya aku mau menyanyikan syukur bagi-Mu” (ay. 13).

    Oleh: Nancy Gavilanes

    Renungkan dan Doakan

    Kapan Anda pernah mengalami penghiburan dari Allah? Bagaimana Anda dapat menerima penghiburan-Nya hari ini?

    Ya Allah, terima kasih untuk penghiburan-Mu.

    Amin 

    Selamat menjalani hari ini dengan semangat dan Kekuatan dari Tuhan, Gbu 

    WAWASAN

    Mazmur 30 adalah mazmur pujian atas karya Allah yang telah menyelamatkan dan menyembuhkan Daud (ay. 2-4,10-12). Namun, seperti yang dijelaskan oleh penafsir Jacobson dan Tanner, mazmur ini bukan sekadar mazmur berisi pujian, melainkan “mazmur tentang pujian” yang mengajak pendengarnya untuk “hidup sepenuhnya dalam pujian.” Sifat Allah yang berbelas kasih dan rindu memulihkan itu memberi umat-Nya alasan untuk hidup dalam pujian (ay. 5-6). Merasa ditinggalkan oleh Allah adalah seperti “turun ke dalam lobang kubur” (ay. 10). 

    Namun, Allah tidak akan meninggalkan kita; Dia justru menghibur kita dalam kesedihan dan mengubah “kesedihan [kita] menjadi sukacita” (ay. 12 FAYH). Karena itulah kita memiliki alasan untuk “selama-lamanya . . . menyanyikan syukur bagi-[Nya]” (ay. 12). Saat kita mengalami kesedihan dan penderitaan, kita dapat tetap memuji Dia dan berharap kepada-Nya untuk menerima penghiburan. –Monica La Rose

    Anda bisa memberikan dampak yang lebih berarti 

    Our Daily Bread

  • You might also like

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

Cari Blog Ini

Diberdayakan oleh Blogger.

Mengenai Saya

Foto saya
Pematangsiantar, Sumatera Utara, Indonesia
Pengamat Sosial

Penghiburan Ilahi 2026-09-11

Sepanjang malam ada tangisan, menjelang pagi terdengar sorak-sorai. –Mazmur 30:6 Baca: Mazmur 30:2-13 Suara gemercik air terjun yang terdeng...

Halaman FB