Roh Tuhan menghinggapi Yefta. –Hakim-Hakim 11:29
Baca: Hakim-hakim 10:17–11:8, 29
Ia adalah dokter yang tidak pernah menolak pasiennya, bahkan ketika sebagian dari mereka tidak mampu membayar biayanya, dan meski ia sendiri pernah mengalami penolakan dari masyarakat. Harold mendapat nilai dan prestasi yang cemerlang dalam studi kedokterannya, tetapi karena warna kulitnya, tidak ada rumah sakit di London yang mau mempekerjakannya. Karena itu, pada tahun 1913, ia membuka praktik di rumahnya sendiri dan sering melayani orang miskin secara cuma-cuma. Dr. Harold Moody mengabdikan hidupnya untuk menolong orang-orang yang mengalami diskriminasi, sehingga ia pun dijuluki “Martin Luther King dari Inggris.”
Dr. Moody menunjukkan bahwa jalan hidup kita tidak harus ditentukan oleh penolakan orang lain. Kitab Suci juga menunjukkan kebenaran ini melalui kisah Yefta. Walaupun ia seorang pahlawan yang gagah perkasa, Yefta ditolak oleh saudara-saudara tirinya dan diusir dari kota mereka. Mereka berkata kepadanya, “Engkau tidak mendapat milik pusaka dalam keluarga kami, sebab engkau anak dari perempuan lain” (Hak. 11:2). Jadi, “larilah Yefta dari saudara-saudaranya itu” dan menetap di daerah lain (ay. 3).
Meski keluarga Yefta menolaknya, Allah menerimanya. Ketika musuh berperang melawan Israel, Yeftalah yang diminta bangsanya untuk menolong mereka (ay. 4-6). Mereka berkata, “Mari, jadilah panglima kami dan biarlah kita berperang melawan bani Amon” (ay. 6). Allah memakai dan menolong Yefta untuk menaklukkan musuh mereka (ay. 29,32-33) dan kemudian memimpin Israel (12:7).
Ketika kita ditolak oleh orang lain, marilah kita tetap percaya dan taat kepada Allah. Yang terpenting adalah bagaimana Allah memandang kita dan apa yang Dia kehendaki untuk kita lakukan.
Oleh: Karen Huang
Renungkan dan Doakan
Bagaimana penolakan mempengaruhi diri Anda? Bagaimana penerimaan Allah atas diri Anda menguatkan Anda?
Terima kasih, ya Bapa, untuk kasih dan penerimaan-Mu atas diriku.
Amin
Selamat menjalani hari ini dengan semangat dan kekuatan dari Tuhan, Gbu...
WAWASAN
Yefta sang pejuang ditolak oleh orang-orang, tetapi Allah tetap memakai dirinya untuk melaksanakan tujuan-Nya (Hakim-Hakim 11:2-3,29). Yesus juga memahami perasaan ditolak. Dia ditolak oleh penduduk Nazaret, kampung halaman-Nya, yang meragukan otoritas-Nya (Markus 6:1-6). Dia ditolak oleh orang-orang Farisi dan para pemimpin agama Yahudi yang bersekongkol untuk membunuh-Nya (3:6). Banyak pengikut meninggalkan-Nya (Yohanes 6:60-66). Untuk sementara waktu, saudara-saudara-Nya juga tidak percaya bahwa Dia adalah Mesias (7:5). Murid-Nya, Yudas Iskariot, mengkhianati-Nya (18:2-3). Dalam pengadilan-Nya, orang banyak berteriak menuntut penyaliban-Nya (Markus 15:13).
Ketika menghadapi penolakan, kita dapat membawa rasa sakit yang kita alami kepada Yesus yang memahami perasaan kita. Dia melihat, mengasihi, dan menerima kita. –Alyson Kieda
Anda bisa memberikan dampak yang lebih berarti
Our Daily Bread

Tidak ada komentar:
Posting Komentar