• Kata-Kata dari Sahabat 2026-09-24

    Tidak seorang pun [dari teman-teman Ayub] mengucapkan sepatah kata kepada Ayub karena mereka melihat penderitaan Ayub sangat berat. –Ayub 2:13 (AYT)

    Baca: Ayub 2:7-13

    Ketika mengikuti kelas pendalaman Alkitab saat berusia 26 tahun, saya sempat merasa bingung. Komentar dari beberapa teman sekelas saya cukup mengecilkan hati. Sepertinya mereka menghadapi banyak sekali masalah. Saya menanggapi hal itu dengan bertanya, “Jika kita adalah orang Kristen, mengapa kita begitu putus asa? Bukankah kita tahu akhir dari semuanya ini?” Yang saya maksudkan adalah janji hidup kekal dalam Kristus dan janji-janji lainnya dalam Alkitab tentang pemeliharaan Allah atas umat-Nya. Pengajar kami hanya tersenyum dan kembali melanjutkan pelajaran. Namun, ucapan saya terus membekas dalam pikiran saya selama bertahun-tahun.

    Akhirnya kenyataan hidup menghampiri saya. Pengalaman terkena PHK, kehilangan orang terkasih, penyakit, dan berbagai hal lain membuat saya putus asa. Janji-janji Allah memang benar dan membawa penghiburan, tetapi kita tidak dijanjikan kehidupan yang mudah. Yesus berkata kepada kita, “Di dunia ini, kamu pasti menderita” (Yoh. 16:33 TSI).

    Wajarlah jika kita merasakan dampak dari berbagai penderitaan, seperti yang juga dialami oleh Ayub. Ia diuji dengan sangat berat: Ia kehilangan anak-anaknya, harta bendanya, dan kesehatannya (Ayb. 1:13-20; 2:7). Sahabat-sahabatnya pun datang untuk menghiburnya (2:11-13). Awalnya mereka menemaninya dengan berdiam diri, karena “melihat penderitaan Ayub sangat berat” (ay. 13 AYT). Namun setelah itu, mereka mulai mengajukan berbagai pertanyaan yang tidak memberikan penghiburan, mirip dengan apa yang saya ucapkan di kelas tadi.

    Saat kita menjumpai orang lain yang sedang menghadapi masalah, Roh Kudus sanggup menolong kita untuk menanggapi mereka dengan penuh belas kasihan. Kemudian, ketika kita sendiri menderita, marilah kita mengingat janji-janji Allah yang memberikan penghiburan.

    Oleh: Katara Patton

    Renungkan dan Doakan

    Bagaimana kehadiran seorang sahabat telah menolong Anda dalam masa-masa sulit? Bagaimana Anda dapat menolong orang lain dengan menerapkan hikmat dan kepekaan?

    Allah Maha Kasih, ajarlah aku untuk berhikmat saat menunjukkan simpati kepada orang lain.

    Amin 

    Selamat menjalani hari ini dengan semangat dan kekuatan dari Tuhan, Gbu...

    WAWASAN

    Selama tujuh hari, para sahabat Ayub hadir dalam diam bersama sahabat mereka yang sedang menderita (Ayub 2:13). Keheningan sering membuat kita merasa tidak nyaman, sehingga kita mungkin berusaha mengisinya dengan kata-kata. Namun, di tengah penderitaan mendalam seperti yang dialami Ayub, kata-kata saja sering kali tidak cukup untuk mengungkapkan penghiburan atau pertolongan yang benar-benar dibutuhkan oleh seseorang yang sedang terluka. 

    Para sahabat Ayub justru menambah luka ketika mereka mulai berbicara dan memberikan penjelasan yang tidak meringankan kepedihan, penderitaan, atau kehilangan yang dialami Ayub. Kita dapat meminta Allah agar memberi kita hikmat untuk mengetahui kapan harus berbicara dan kapan harus memberikan penghiburan melalui kehadiran dalam diam bersama mereka yang sedang menderita. –Bill Crowder

    Anda bisa memberikan dampak yang lebih berarti 

    Our Daily Bread

  • You might also like

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

Cari Blog Ini

Diberdayakan oleh Blogger.

Mengenai Saya

Foto saya
Pematangsiantar, Sumatera Utara, Indonesia
Pengamat Sosial

Kata-Kata dari Sahabat 2026-09-24

Tidak seorang pun [dari teman-teman Ayub] mengucapkan sepatah kata kepada Ayub karena mereka melihat penderitaan Ayub sangat berat. –Ayub 2:...

Halaman FB