• Tujuan yang Selaras dengan Allah 2026-10-02

    Yang kukehendaki ialah mengenal [Kristus]. –Filipi 3:10

    Baca: Filipi 3:10-16

    Setelah dipecat dari pekerjaannya tanpa pemberitahuan, Wil merasa sangat tertekan sehingga ia memutuskan untuk dirawat inap di suatu rumah perawatan kesehatan mental. Suatu hari, saat Wil sedang berjalan santai seperti kebiasaannya setiap hari, seorang terapis melihatnya, tersenyum ke arahnya, dan berseru, “Ayo kita balapan, siapa yang akan sampai lebih dulu ke ruang pertemuan!” Wil, yang tidak merasakan kemajuan selama berminggu-minggu, mengenang, “Tindakan sederhana itu memicu sesuatu dalam diri saya.” Tiba-tiba ia merasa mempunyai tujuan. Dengan berjalan lebih cepat, ia berlomba dengan terapisnya untuk mencapai ruangan itu dan berhasil menang. Ia tidak menduga bahwa memiliki satu tujuan yang menginspirasi dan yang berhasil dicapai itu dapat memberinya harapan—dan menjadi faktor penting bagi pemulihannya.

    Rasul Paulus mengerti kekuatan dari sebuah tujuan yang jelas. “Yang kukehendaki ialah mengenal [Kristus],” katanya kepada jemaat Filipi (Flp. 3:10). Ia ingin mengenal kuasa Tuhan Yesus yang telah bangkit, karena kuasa itu sanggup menolong sang rasul untuk menjadi semakin serupa dengan-Nya. Untuk mencapai tujuan itu, Paulus menggunakan satu strategi: “Aku melupakan apa yang telah di belakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang di hadapanku, dan berlari-lari kepada tujuan untuk memperoleh hadiah, yaitu panggilan sorgawi dari Allah dalam Kristus Yesus” (ay. 13-14). Apakah Anda merasa belum mencapai tujuan yang diharapkan? Allah dapat menolong kita kembali berfokus pada tujuan-tujuan kita, dengan kita “terus hidup sesuai dengan kebenaran yang sudah kita miliki” (ay. 16 AYT).

    Oleh karena itu, tujuan Paulus tidaklah terfokus pada hal-hal duniawi. Ia mengerti bahwa “kewargaan kita adalah di dalam sorga” (ay. 20). Dengan sudut pandang kekekalan, kita menemukan harapan baru untuk melangkah maju dalam Kristus.

    Oleh: Patricia Raybon

    Renungkan dan Doakan

    Apa saja tujuan yang Anda miliki? Bagaimana Anda perlu mengubahnya agar selaras dengan tujuan dan kehendak Kristus?

    Arahkanlah tujuan-tujuanku, ya Bapa, agar semua itu menginspirasiku untuk semakin mengenal Yesus.

    Amin 

    Selamat menjalani hari ini dengan semangat dan kekuatan dari Tuhan, Gbu....

    WAWASAN

    Paulus didorong oleh kerinduannya yang besar untuk “mengenal [Kristus]” (Filipi 3:10). Ia ingin mengenal “kuasa kebangkitan-Nya dan persekutuan dalam penderitaan-Nya, di mana [ia] menjadi serupa dengan Dia dalam kematian-Nya, supaya [ia] akhirnya beroleh kebangkitan dari antara orang mati” (ay. 10-11). Diubahkan menjadi serupa dengan Yesus yang telah bangkit menuntut kita mengejar sasaran itu dengan segenap kemampuan kita (ay. 13-14,17). Namun, bahkan ketika kita “berlari-lari kepada tujuan” (ay. 14), kita tahu bahwa hal itu hanya mungkin dilakukan dengan ketergantungan penuh kepada Allah. Dia akan menolong kita membentuk tujuan-tujuan kita agar kita semakin mengenal-Nya. Suatu hari kelak, kita akan dibangkitkan dan menjadi serupa dengan Dia sepenuhnya (ay. 21). –Monica La Rose

    Anda bisa memberikan dampak yang lebih berarti 

    Our Daily Bread

  • You might also like

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

Cari Blog Ini

Diberdayakan oleh Blogger.

Mengenai Saya

Foto saya
Pematangsiantar, Sumatera Utara, Indonesia
Pengamat Sosial

Pengertian dan Belas Kasihan 2026-10-03

Sama dengan kita, [Imam Besar kita] telah dicobai, hanya tidak berbuat dosa. –Ibrani 4:15 Baca: Ibrani 4:14-16 Jim, ayah mertua saya, berdin...

Halaman FB