Setiap orang yang tergerak hatinya, setiap orang yang terdorong jiwanya, membawa persembahan khusus kepada Tuhan untuk pekerjaan itu. –Keluaran 35:21
Baca: Keluaran 39:1-7
Raja Korea Yeongjo (1694–1776) merasa kecewa dengan korupsi dan pemborosan yang merajalela di kerajaannya, dan memutuskan untuk melakukan perubahan yang radikal. Ia menghapus seni tradisional menyulam dengan benang emas yang dianggap terlalu mewah. Dalam waktu singkat, pengetahuan tentang proses menyulam yang rumit itu pun lenyap.
Pada tahun 2011, Profesor Sim Yeon-ok ingin menghidupkan kembali tradisi yang telah lama hilang itu. Ia berhasil melakukannya dengan merekatkan lembaran emas pada kertas murbei lalu mengguntingnya menjadi benang-benang yang sangat tipis dan halus. Seni kuno itu pun bangkit kembali.
Dalam Kitab Keluaran, kita membaca tentang pekerjaan-pekerjaan luar biasa yang dilakukan saat mendirikan Kemah Suci—termasuk benang emas untuk membuat pakaian imam Harun. Para perajin yang terampil “menempa lempeng-lempeng emas yang kemudian dipotong-potong menjadi benang tipis, lalu ditenun dengan kain linen halus dan wol biru, ungu dan merah” (Kel. 39:3 BIS). Apa yang terjadi dengan semua keterampilan luar biasa itu? Apakah jubah-jubah itu rusak begitu saja? Apakah semua itu akhirnya dibawa pergi sebagai barang jarahan? Apakah semuanya sia-sia? Tidak sama sekali! Setiap aspek dari pekerjaan tersebut dilakukan karena Allah telah memberikan petunjuk khusus untuk melakukannya.
Allah juga telah memberi sesuatu untuk dilakukan oleh setiap dari kita. Bisa jadi hal itu adalah perbuatan baik yang sederhana—kita berbakti kepada Allah dengan cara melayani satu sama lain. Kita tidak perlu mengkhawatirkan hasil akhir usaha kita (1 Kor. 15:58). Setiap tugas yang dilakukan untuk Bapa kita menjadi benang yang membentang jauh hingga kekekalan.
Oleh: Tim Gustafson
Renungkan dan Doakan
Apa saja tugas yang pernah Allah berikan untuk Anda lakukan sejauh ini dalam hidup Anda? Bagaimana pandangan Anda diubahkan, ketika Anda memandang tugas yang biasa-biasa saja hari ini sebagai bakti kepada Allah?
Bapa Surgawi, mampukanlah aku untuk memilih melayani-Mu hari ini, dalam semua hal yang kulakukan.
Amin....
Selamat menjalani hari ini dengan semangat dan Kekuatan dari Tuhan, Gbu.
WAWASAN
Allah secara khusus mengaruniakan kemampuan kepada Bezaleel dan Aholiab (Keluaran 31:1-11) untuk membuat beragam artefak dan pakaian luar biasa yang digunakan dalam ibadah orang Israel menurut ketentuan-Nya. Namun, segenap bangsa itu memiliki kesempatan untuk ikut berkontribusi. Kitab Keluaran mengatakan bahwa Musa meminta bangsanya untuk menyumbangkan bahan dan talenta mereka untuk pekerjaan tersebut (35:4-19). Musa berkata, “Segala orang yang ahli di antara kamu haruslah datang untuk membuat segala yang diperintahkan TUHAN” (ay. 10). Namun, instruksi-instruksi Musa disertai syarat: “Setiap orang yang terdorong hatinya . . .” (ay. 5). Keikutsertaan dalam upaya nasional untuk membuat kemah suci untuk Allah tidak bersifat wajib, tetapi bagi yang mau akan tersedia berkat: “Musa melihat segala pekerjaan itu, dan sesungguhnyalah, mereka telah melakukannya seperti yang diperintahkan TUHAN, demikianlah mereka melakukannya. Lalu Musa memberkati mereka” (39:43). –Tim Gustafson
Anda bisa memberikan dampak yang lebih berarti
BIRO INFOKOM HKI
Tidak ada komentar:
Posting Komentar