• Mudah dan Sulit 2025-01-16

    Firman Allah: “Jangan-jangan bangsa itu menyesal, apabila mereka menghadapi peperangan, sehingga mereka kembali ke Mesir. –Keluaran 13:17

    Baca: Keluaran 14:5-14

    Mark adalah seorang pendeta muda dengan masa depan yang menjanjikan. Namun, suatu pagi, putranya yang bernama Owen mendadak pingsan dan meninggal dunia saat bermain bola bersamanya. Hati Mark hancur dan terus berduka atas kepergian putranya. Akan tetapi, melalui penderitaannya, ia bertumbuh menjadi hamba Tuhan yang lebih berbelas kasih. Saya turut berduka bersama Mark, sekaligus bertanya-tanya apakah ujian yang dihadapinya menggambarkan pandangan A.W. Tozer yang menyatakan, “Allah baru akan memberkati seseorang dengan luar biasa ketika Dia sudah menyakitinya dengan begitu mendalam.” Saya pikir ucapannya benar.

    Di sisi lain, mungkin persoalannya tidak sesederhana itu. Kita belajar tentang kompleksitas dari cara kerja Allah dengan mengamati perjalanan bangsa Israel. Allah memimpin bangsa yang masih muda itu keluar dari Mesir melalui jalan yang mudah, dan berkata tentang Israel, “Jangan-jangan bangsa itu menyesal, apabila mereka menghadapi peperangan, sehingga mereka kembali ke Mesir” (Kel. 13:17). Namun, beberapa ayat kemudian, Allah menyuruh Musa berbalik supaya Firaun mengumpulkan pasukannya dan keluar untuk memerangi mereka (14:1-4). Firaun terpancing. “Sangat ketakutanlah orang Israel dan mereka berseru-seru kepada Tuhan” (ay. 10 ). Musa lalu menegur mereka, “Tuhan akan berperang untuk kamu, dan kamu akan diam saja” (ay. 14).

    Allah memakai jalan yang mudah maupun sulit agar umat-Nya bertumbuh dan menyatakan kemuliaan-Nya. Dia berjanji, “Aku akan menyatakan kemuliaan-Ku, sehingga orang Mesir mengetahui, bahwa Akulah Tuhan” (ay. 4). Begitu pula Israel, dan juga kita. Allah sedang membangun iman kita lewat setiap ujian yang mudah maupun yang sulit. Ketika hidup terasa mudah, bersandarlah pada-Nya. Saat hidup sedang sulit, biarkan Dia menopang Anda.

    Oleh: Mike Wittmer

    Renungkan dan Doakan

    Bagaimana rasa sakit dan penderitaan memiliki andil dalam pertumbuhan Anda? Menurut Anda, mengapa Allah memakai ujian yang mudah maupun yang sulit untuk menumbuhkan kita?

    Tuhan Yesus, hanya Engkau yang kuperlu dalam setiap ujian yang kuhadapi.

    Amin...

    Selamat menjalani hari ini dengan semangat dan Kekuatan dari Tuhan, Gbu....

    WAWASAN

    Setelah Firaun membebaskan bangsa Israel dari perbudakan (Keluaran 12:28-33), dengan cepat ia berubah pikiran dan mengerahkan tentara elitnya untuk menangkap mereka kembali (14:5-9). Meski Allah dengan dahsyat telah menunjukkan kuasa-Nya melalui sepuluh tulah (ps. 7–11), bangsa Israel tidak percaya kepada-Nya. Kini dicekam ketakutan, mereka menuduh Musa telah menipu mereka dan membawa mereka untuk mati di padang gurun (14:11-12). Namun, Musa menguatkan mereka agar tidak takut, tenang, dan percaya kepada Allah (ay. 13-14). Allah pun setia dan menyelamatkan mereka dari tangan Firaun (ay. 21-23), bahkan terus memelihara mereka selama 40 tahun di padang gurun. –K.T. Sim

    Anda bisa memberikan dampak yang lebih berarti 

    Our Daily Bread

  • You might also like

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

Cari Blog Ini

Diberdayakan oleh Blogger.

Mengenai Saya

Foto saya
Pematangsiantar, Sumatera Utara, Indonesia
Pengamat Sosial

Harta yang Disimpan di Surga 2026-02-04

Kita tidak membawa sesuatu apa ke dalam dunia dan kita pun tidak dapat membawa apa-apa ke luar. –1 Timotius 6:7 Baca: 1 Timotius 6:6-12, 17-...

Halaman FB