Aku melihat: sesungguhnya, suatu kumpulan besar orang banyak yang tidak dapat terhitung banyaknya, dari segala bangsa dan suku dan kaum dan bahasa, berdiri di hadapan takhta dan di hadapan Anak Domba. –Wahyu 7:9
Baca: Wahyu 7:9-10, 13-17
Pada tahun 2010, hampir 4.000 orang percaya berkumpul di Cape Town, Afrika Selatan. Para peserta konferensi dari 198 negara hadir dalam pertemuan yang dianggap paling mewakili gereja Kristen dalam 2.000 tahun terakhir, sejak masa Yesus hidup di dunia.
Akan tiba saatnya ketika perwakilan seperti itu tidak lagi dibutuhkan, karena kelak semua orang percaya akan berkumpul bersama. Dalam suatu penglihatan dari Allah, Yohanes menyatakan demikian: “Aku melihat: sesungguhnya, suatu kumpulan besar orang banyak yang tidak dapat terhitung banyaknya, dari segala bangsa dan suku dan kaum dan bahasa, berdiri di hadapan takhta dan di hadapan Anak Domba, . . . dan dengan suara nyaring mereka berseru: ‘Keselamatan bagi Allah kami yang duduk di atas takhta’” (Why. 7:9-10).
Gereja lokal kita mungkin tidak selalu mencerminkan keberagaman yang terdapat di dalam Kerajaan Allah yang kekal. Terkadang, hal tersebut disebabkan oleh faktor-faktor di luar kendali kita, tetapi bisa juga karena kita sendiri lebih tertarik untuk beribadah bersama mereka yang kita anggap serupa dengan kita secara budaya, generasi, pilihan politik, dan tingkat ekonomi.
Akan tetapi, kita menghormati Allah ketika kita menerima, dan bahkan mencari, perbedaan-perbedaan indah yang telah Dia anugerahkan kepada anak-anak-Nya. Segala perbedaan itu memberikan gambaran sekilas dari perkumpulan surgawi yang akan datang, ketika semua orang yang telah menerima pengorbanan Yesus akan menyembah-Nya bersama-sama.
Oleh: Kirsten Holmberg
Renungkan dan Doakan
Bagaimana Anda dapat menerima dengan lebih baik orang-orang yang berbeda dari Anda? Bagaimana perbedaan-perbedaan yang ada dapat menumbuhkan pemahaman Anda terhadap Allah?
Terima kasih, ya Allah, atas kesempatan untuk menyembah-Mu bersama dengan orang-orang yang berbeda dariku, baik pada masa sekarang maupun kelak dalam kekekalan.
Amin
Selamat menjalani hari ini dengan semangat dan Kekuatan dari Tuhan, Gbu
WAWASAN
Sang Anak Domba, yang juga adalah Gembala umat-Nya (Wahyu 7:17), menjadi tema utama dari seruan sekumpulan besar orang dari berbagai latar belakang (ay. 10). Dia duduk di tengah takhta dan menuntun umat-Nya kepada mata air kehidupan. Gambaran ini mengingatkan kita pada “Mazmur Gembala” karya Daud (Mazmur 23) dan pengajaran Yesus dalam Yohanes 10 bahwa Dialah “gembala yang baik” (ay. 11,14).
Ketika kita merenungkan keberagaman umat manusia yang akan berkumpul di surga, kita diingatkan bahwa fokus utamanya di sana adalah Sang Anak Domba dan Allah. Anak Domba itu akan menuntun kita, dan Bapa akan menghapus segala air mata dari mata kita (Wahyu 7:17).
Kehadiran Anak Domba itu menjadi alasan utama mengapa surga begitu indah dan orang banyak tergerak untuk menyembah-Nya. Ketika kita menyadari betapa beragamnya anak-anak Allah di bumi, kita pun diingatkan bahwa suatu hari nanti kita akan menyembah Anak Domba bersama-sama di surga. –Bill Crowder
Anda bisa memberikan dampak yang lebih berarti
Our Daily Bread

Tidak ada komentar:
Posting Komentar