• Apa yang Sudah Yesus Perbuat bagi Kita 2025-10-31

    Di dalam Dia dan oleh darah-Nya kita beroleh penebusan. –Efesus 1:7

    Baca: Efesus 1:5-7

    Andres, pemilik sebuah perusahaan elektronik, membagi-bagikan hadiah liburan satu hari ke resor pantai kepada para karyawan dengan rekor penjualan yang melampaui target. Andres juga mengajak Jimmy, putranya yang berusia tujuh tahun. Sebelum berangkat, ia dengan bersemangat menggandeng tangan ayahnya sementara orang-orang masuk ke dalam van. “Kamu juga ikut? Berapa banyak hasil penjualanmu?” tanya salah satu karyawan kepada Jimmy dengan bercanda. “Tidak ada!” jawabnya, sambil menunjuk ayahnya. “Ayah memperbolehkan aku ikut!”

    Jimmy tidak perlu bekerja untuk bisa ikut dalam perjalanan itu karena sang ayah yang membayarnya. Sebagai orang percaya, kita juga tidak mengandalkan perbuatan baik kita sebagai dasar untuk masuk surga. Kita mendapat akses itu karena Tuhan Yesus sudah mati dan bangkit bagi kita. “Upah dosa ialah maut” (Rm. 6:23), dan darah Yesus sendiri menjadi tebusan yang melepaskan kita dari utang kita kepada Allah. “Di dalam Dia dan oleh darah-Nya kita beroleh penebusan, yaitu pengampunan dosa” (Ef. 1:7). Dia membuka jalan bagi siapa pun yang percaya kepada-Nya untuk “tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal” (Yoh. 3:16). Karya keselamatan Kristus dan iman kita pada karya tersebut menjadikan kita dapat hidup bersama dengan Dia dalam kekekalan.

    Mempercayai Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat menjadikan kita anak-anak Allah. Itulah “kasih karunia-Nya yang mulia, yang dikaruniakan-Nya kepada kita” (Ef. 1:6). Seperti Jimmy, kita dapat memandang Bapa surgawi kita dan dengan yakin berkata, “Bapaku memperbolehkan aku ikut!”

    Oleh: Karen Huang

    Renungkan dan Doakan

    Bagaimana perasaan Anda saat mengetahui bahwa Yesus sudah mati bagi Anda? Bagaimana kebenaran tersebut berdampak pada kehidupan Anda?

    Tuhan Yesus, terima kasih, karena Engkau sudah mati bagiku. Hanya karena kasih dan anugerah-Mu, aku telah diampuni. Aku menantikan saatnya tinggal bersama-Mu, selamanya.

    Amin 

    Selamat menjalani hari ini dengan semangat dan Kekuatan dari Tuhan, Gbu 

    WAWASAN

    Surat Paulus kepada jemaat Efesus adalah sebuah monumen kasih Allah kepada gereja, yang adalah anak-anak-Nya yang terkasih. Pemikiran yang Paulus sampaikan dalam Efesus 1:5-7 semakin jelas disingkapkan dalam pasal 2. Di sana, ia tidak hanya menjelaskan karya agung yang membuka jalan keselamatan kita, tetapi juga mengingatkan bahwa kita telah dipercayakan tugas mulia: “Kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya” (ay. 10).

    Sebagai anak-anak Allah, kita memiliki tujuan yang agung—melayani Dia dan sesama dengan kuasa dan kasih-Nya. Ide besar ini dijabarkan lebih rinci dalam pasal 4–6, saat Paulus menguraikan pekerjaan baik seperti apa yang dilakukan anak-anak Allah, yakni pekerjaan yang berdampak pada hubungan kita di gereja, dalam keluarga, dan di tempat kerja.

    Hidup kita haruslah berbeda dari dunia, karena Allah telah menjadikan kita anak-anak-Nya. –Bill Crowder

    Anda bisa memberikan dampak yang lebih berarti 

    Our Daily Bread

  • You might also like

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

Cari Blog Ini

Diberdayakan oleh Blogger.

Mengenai Saya

Foto saya
Pematangsiantar, Sumatera Utara, Indonesia
Pengamat Sosial

Harta yang Disimpan di Surga 2026-02-04

Kita tidak membawa sesuatu apa ke dalam dunia dan kita pun tidak dapat membawa apa-apa ke luar. –1 Timotius 6:7 Baca: 1 Timotius 6:6-12, 17-...

Halaman FB