Yusuf mencium semua saudaranya itu dengan mesra dan ia menangis sambil memeluk mereka. –Kejadian 45:15
Baca: Kejadian 45:12-15, 21-27
Pada awal dekade 1930-an, Cleo McVicker menciptakan sebuah produk yang dapat digunakan sebagai pembersih wallpaper. Di masa itu, sebagian besar rumah menggunakan pemanas dari batu bara, dan itu menyebabkan dinding rumah tertutup dengan jelaga. Produk yang ditemukan Cleo dapat digulirkan di atas wallpaper untuk mengangkat kotoran tersebut. Memang pembersih tersebut tidak pernah menjadi populer, tetapi puluhan tahun kemudian, seorang guru menggunakan produk buatan Cleo di kelasnya untuk membuat ornamen-ornamen Natal. Dari situ lahirlah sebuah perusahaan baru, yaitu Rainbow Crafts, dan pembersih wallpaper itu dibentuk dan dipakai ulang menjadi mainan anak-anak yang diberi nama “Play-Doh.”
Dalam skala yang jauh lebih besar, Allah memiliki cara-Nya sendiri untuk membentuk dan memakai ulang manusia. Kita mengingat kisah dalam Alkitab tentang Yusuf dan “jubah yang maha indah” miliknya. Sewaktu masih muda, Yusuf adalah seorang gembala sederhana dan dijual sebagai budak oleh saudara-saudaranya. Namun, Allah memimpin Yusuf melewati berbagai kesulitan besar hingga akhirnya ia ditempatkan di jajaran tertinggi dalam pemerintahan. Pada akhirnya, Yusuf dibentuk dan “digunakan ulang” sebagai “penguasa atas seluruh Mesir” (Kej. 45:26 BIMK). Meski demikian, Yusuf tidak dipanggil untuk berkuasa, melainkan untuk menunjukkan kebaikan, yang ia berikan kepada saudara-saudaranya dengan mengampuni mereka (ay. 15).
Bisa dikatakan, kita semua adalah “produk-produk gagal.” Hanya oleh kasih karunia Yesus Kristus, kita dibentuk dan dipakai ulang untuk suatu tujuan yang lebih mulia. Saat menjalani hidup hari ini, pikirkanlah tujuan hidup Anda yang lebih mulia dan ingatlah untuk meneruskan kebaikan Allah kepada orang lain, sebagaimana yang sudah Kristus lakukan bagi kita.
Oleh: Kenneth Petersen
Renungkan dan Doakan
Bagaimana Allah telah membentuk dan memakai ulang hidup Anda? Apa yang dapat Anda pelajari dari teladan hidup Yusuf?
Ya Allah, ingatkanlah aku, apabila aku telah melupakan kebaikan yang menjadi panggilan-Mu atas hidupku. Tolonglah aku untuk meneruskannya kepada sesamaku.
Amin
Selamat menjalani hari ini dengan semangat dan Kekuatan dari Tuhan, Gbu
WAWASAN
Kejadian 45 menggambarkan pengampunan dan rekonsiliasi yang indah. Yusuf, yang dahulu dijual sebagai budak oleh saudara-saudaranya, kini telah menjadi penguasa di Mesir sebagai wakil Firaun (41:43). Ia memiliki kuasa untuk membalas dendam atas saudara-saudaranya, tetapi memilih untuk berbelas kasihan. Ia berkata, “Janganlah bersusah hati dan janganlah menyesali diri” (45:5).
Yusuf memahami bahwa Allah sanggup mengubah kejahatan menjadi kebaikan, yakni keselamatan hidup banyak orang (ay. 7). Kisahnya menjadi pengingat bahwa meski manusia gagal, Allah tetap bekerja untuk kebaikan mereka.
Karena Tuhan Yesus telah memberikan kasih karunia-Nya kepada kita, kita pun dapat meneruskan kasih itu kepada orang lain. –Monica La Rose
Anda bisa memberikan dampak yang lebih berarti
Our Daily Bread

Tidak ada komentar:
Posting Komentar