Mengapa kamu begitu takut? Mengapa kamu tidak percaya? –Markus 4:40
Baca: Markus 4:35-41
Keponakan perempuan saya yang berusia tiga tahun mulai mengerti bahwa ia dapat mempercayai Yesus dalam situasi apa pun. Suatu malam, saat terjadi badai petir dan ia berdoa sebelum beranjak tidur, ia mengatupkan kedua tangannya, menutup matanya, dan berkata, “Tuhan Yesus, aku tahu Engkau beserta kami. Aku tahu Engkau sayang kami. Aku juga tahu badai ini bisa berhenti kalau Engkau menyuruhnya berhenti.”
Saya pikir ia baru saja mendengar kisah tentang Yesus dan murid-murid-Nya yang menyeberangi Danau Galilea. Saat itu Yesus tertidur di bagian belakang perahu tepat sebelum badai menerjang dan hampir menenggelamkan perahu itu. Para murid membangunkan-Nya dan berkata, “Guru, Engkau tidak peduli kalau kita binasa?” Yesus tidak menjawab mereka, tetapi justru menegur angin dan danau itu: “Diam! Tenanglah!” (Mrk. 4:38-39).
Seketika itu juga air berhenti menyembur ke dalam perahu. Angin yang menderu pun mereda. Di sana, dalam keheningan, Yesus memandang para pengikut-Nya dan berkata, “Mengapa kamu begitu takut? Mengapa kamu tidak percaya?” (ay. 40). Saya membayangkan mata para murid terbelalak menatap-Nya, sementara air mengalir pada wajah serta menetes dari janggut mereka.
Bagaimana jika kita dapat hidup hari ini dengan rasa kagum yang dirasakan para murid saat itu? Bagaimana jika kita dapat memandang setiap kekhawatiran dengan kembali disadarkan pada otoritas dan kuasa Yesus? Mungkin di saat itulah iman seperti kanak-kanak yang kita miliki sanggup menghalau ketakutan kita. Mungkin juga saat itu kita akan meyakini bahwa setiap badai yang datang dalam hidup kita ada di bawah kendali dan kuasa-Nya.
Oleh: Jennifer Benson Schuldt
Renungkan dan Doakan
Hal-hal apa yang menghambat iman dalam hidup Anda? Bagaimana Anda dapat merasakan kembali kekaguman pada Tuhan Yesus?
Tuhan Yesus, tambahkanlah imanku, di saat aku merenungkan kuasa dan kehadiran-Mu.
Amin
Selamat menjalani hari ini dengan semangat dan Kekuatan dari Tuhan, Gbu
WAWASAN
Kisah Yesus meredakan angin ribut dalam Markus 4:35-41 adalah yang pertama dari empat mukjizat yang menunjukkan kuasa Kristus dalam pasal 4–5. Dengan meredakan badai, Dia menyatakan kuasa-Nya atas kekacauan alam. Ketika murid-murid berseru, “Guru, Engkau tidak perduli kalau kita binasa?” (ay. 38), Yesus bukan hanya menenangkan angin dan gelombang, tetapi juga meredakan keraguan mereka (ay. 40).
Tiga mukjizat berikutnya menunjukkan bahwa Kristus memang menaruh perhatian kepada mereka yang menderita, putus asa, dan berduka. Dia menunjukkan otoritas-Nya atas roh-roh jahat (5:1-20), penyakit (ay. 21-34), dan kematian (ay. 35-43). Yesus tidak menggunakan kuasa-Nya untuk mencari pengaruh atau ketenaran, melainkan untuk melayani mereka yang menderita.
Mukjizat-mukjizat ini adalah gambaran masa depan ketika ketakutan dan rasa sakit akan lenyap seluruhnya. Di tengah kesulitan dan pencobaan hari ini, kita dapat mempercayai kuasa dan kehadiran-Nya untuk menolong kita. –Jed Ostoich
Anda bisa memberikan dampak yang lebih berarti
Our Daily Bread

Tidak ada komentar:
Posting Komentar