• Ucapan Syukur yang Rendah Hati 2025-11-27

    Didiklah orang muda menurut jalan yang patut baginya, maka pada masa tuanya pun ia tidak akan menyimpang dari pada jalan itu. –Amsal 22:6

    Baca: Amsal 22:1-6

    Pada suatu hari raya Thanksgiving, saya menelepon orangtua saya. Di tengah obrolan kami, saya bertanya kepada ibu saya hal apa yang paling ia syukuri. Dengan bersemangat, ia berkata yang paling disyukurinya adalah bahwa ketiga anaknya telah mengenal Tuhan. Bagi seseorang yang selalu menekankan pentingnya pendidikan seperti ibu saya, ternyata ada yang jauh lebih bernilai bagi anak-anaknya daripada prestasi belajar dan kemandirian.

    Perkataannya mengingatkan saya pada Amsal 22:6, yang berkata: “Didiklah orang muda menurut jalan yang patut baginya, maka pada masa tuanya pun ia tidak akan menyimpang dari pada jalan itu.” Meski amsal ini bukan janji melainkan suatu prinsip yang bijaksana, dan ada banyak anak yang kemudian menjauh dari Allah pada suatu masa dalam hidup mereka, ibu dan ayah saya telah berusaha membesarkan kami untuk mengasihi Allah dengan sikap rendah hati dan takut anak Dia (ay. 4), terutama melalui teladan hidup mereka. Kini, oleh anugerah-Nya, mereka dapat melihat kami tumbuh dewasa dan menikmati hubungan pribadi dengan-Nya. Seperti dikatakan di ayat 2, Allah “yang membuat mereka semua.” Walaupun sebagian anak akan menanggapi dengan baik pengajaran tentang Kristus yang diberikan dengan penuh kasih, sebagian yang lain mungkin membutuhkan waktu lebih lama untuk mendengarkan suara-Nya. Untuk anak-anak seperti itu, biarlah kita terus berdoa dan berserah kepada waktu Allah.

    Ucapan syukur ibu saya yang penuh dengan kerendahan hati menunjukkan apa yang terpenting dalam hidup. Mengasihi dan menghormati Allah akan menghasilkan kekayaan rohani dalam kehidupan sekarang dan yang akan datang (ay. 4). Meski kita tidak dapat mengendalikan pilihan yang akan diambil oleh anak-anak, kita dapat tetap berharap bahwa Allah akan terus bekerja dengan penuh kasih dalam hati mereka.

    Oleh: Katara Patton

    Renungkan dan Doakan

    Bagaimana Anda sendiri dapat mengenal kasih Allah? Bagaimana cara Anda mengasihi Allah dengan takut akan Dia?

    Ya Allah, tolonglah aku untuk setia mengasihi orang lain dan menjadikan mereka sebagai murid-Mu.

    Amin 

    Selamat menjalani hari ini dengan semangat dan Kekuatan dari Tuhan, Gbu 

    WAWASAN

    Sungguh menarik bahwa Raja Salomo, yang mengumpulkan atau menulis sebagian besar amsal dalam Kitab Amsal, juga diyakini sebagai penulis Kitab Pengkhotbah. Pada dasarnya, Kitab Amsal menyatakan: Lakukan ini, maka hasilnya akan baik. Bersikaplah bijak, maka hidupmu akan diberkati. Lakukan yang bodoh, maka tanggung akibatnya. Dalam Pengkhotbah, Salomo menulis, “Semakin banyak hikmat kita, semakin banyak pula kecemasan kita” (Pengkhotbah 1:18 BIMK). Namun, ia berkata dalam Amsal, “Perolehlah hikmat dan dengan segala yang kauperoleh perolehlah pengertian” (4:7).

    Pengkhotbah menunjukkan kesia-siaan hidup jika Allah tidak menjadi pusatnya; Amsal membimbing kita kepada alasan dan cara hidup yang bijak. Jadi, kiranya kita hidup menurut hikmat dari Kitab Amsal ini: “Nama baik lebih berharga dari pada kekayaan besar” (22:1), dan “ganjaran kerendahan hati dan takut akan TUHAN adalah kekayaan, kehormatan dan kehidupan” (22:4)—kebenaran yang akan kita lihat tergenapi sepenuhnya dalam kehidupan kekal. –Tim Gustafson

    Anda bisa memberikan dampak yang lebih berarti 

    Our Daily Bread

  • You might also like

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

Cari Blog Ini

Diberdayakan oleh Blogger.

Mengenai Saya

Foto saya
Pematangsiantar, Sumatera Utara, Indonesia
Pengamat Sosial

Harta yang Disimpan di Surga 2026-02-04

Kita tidak membawa sesuatu apa ke dalam dunia dan kita pun tidak dapat membawa apa-apa ke luar. –1 Timotius 6:7 Baca: 1 Timotius 6:6-12, 17-...

Halaman FB