• Tidak Pilih Kasih 2025-12-23

    Kalau kamu pilih kasih berdasarkan kedudukan orang, berarti kamu berdosa karena melanggar Hukum Kasih itu. –Yakobus 2:9 (TSI)

    Baca: Yakobus 2:1-4, 8-13

    Pada tahun 1872, Presiden Amerika Serikat, Ulysses S. Grant, diberhentikan karena mengendarai kereta kudanya secara gegabah di Washington DC. Menurut sebuah artikel, petugas yang menghentikannya, William West, menegur Grant dengan berkata, “Tuan, cara mengendara Anda yang ugal-ugalan bisa membahayakan nyawa orang-orang yang menyeberangi jalan.” Grant meminta maaf. Namun, pada malam berikutnya, ia kembali berkendara dengan cara yang sama. West kembali menghentikan kereta kuda itu dan berkata, “Mohon maaf, Bapak Presiden. Saya harus melakukan ini. Anda memang kepala negara, dan saya hanya seorang petugas polisi, tetapi saya harus menjalankan tugas.” West pun menahan sang presiden.

    Saya kagum kepada West karena ia menjalankan tugasnya dengan penuh tanggung jawab. Demikian juga dengan Grant, dan ia memastikan bahwa sang petugas tidak kehilangan pekerjaannya. Allah pun berkenan, karena Dia membenci ketidakadilan yang didorong sikap pilih kasih. Yakobus berkata, “Sebagai orang yang percaya kepada Kristus Yesus, Penguasa kita yang mulia, kita tidak boleh pilih kasih berdasarkan kedudukan orang” (Yak. 2:1 TSI). Ini termasuk tidak memberikan keistimewaan kepada mereka yang kaya dan berkuasa, sementara menyisakan sisa-sisa bagi orang miskin (ay. 2-4). Sebaliknya, kita dipanggil untuk mengasihi sesama seperti diri sendiri (ay. 8). Jika kita bersikap pilih kasih, dengan mendahulukan sesama kita yang kaya raya daripada mereka yang kurang beruntung, kita telah “berdosa karena melanggar Hukum Kasih” (ay. 9 TSI).

    Allah tidak pilih kasih terhadap kita. Dia mengasihi kita bahkan ketika kita tidak memiliki apa pun untuk dipersembahkan, saat kita “tanpa pengharapan dan tanpa Allah di dalam dunia” (Ef. 2:12). Dengan pertolongan-Nya, kita akan dimampukan untuk mengasihi semua orang, tanpa pilih kasih.

    Oleh: Mike Wittmer

    Renungkan dan Doakan

    Mengapa pilih kasih merupakan sikap yang sangat merugikan? Bagaimana Anda dapat menjauhi sikap pilih kasih?

    Aku memuji-Mu, ya Bapa, karena Engkau menciptakan setiap manusia setara, tiada yang lebih mulia atau yang lebih hina dari yang lainnya.

    Amin 

    Selamat menjalani hari ini dengan semangat dan Kekuatan dari Tuhan, Gbu 

    WAWASAN

    Salah satu isu penting yang disorot oleh Yakobus adalah jurang antara kaya dan miskin yang mengancam kesatuan dan keharmonisan jemaat (Yakobus 2:1-11; 5:1-6). Ia mengingatkan bahwa Allah sengaja memilih mereka yang miskin secara materi untuk menjadi kaya secara rohani sebagai anak-anak dan pewaris-Nya (2:5; lihat Lukas 6:20; 1 Korintus 1:26-29). Karena itu, mengistimewakan orang kaya dengan mendiskriminasi atau mengeksploitasi yang miskin adalah dosa (Yakobus 2:1-9). Mereka yang melakukan kekejian seperti itu “menghinakan orang-orang miskin” yang telah diberkati oleh Allah (ay. 6), bahkan menghujat nama-Nya (ay. 7).

    Agar kita tidak membeda-bedakan semua saudara seiman, Yakobus mengimbau kita untuk “menjalankan hukum utama yang tertulis dalam Kitab Suci: ‘Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri’” (ay. 8, mengutip Imamat 19:18). Yesus menyebutnya sebagai perintah yang terbesar kedua bagi para pengikut-Nya (Matius 22:39). Dengan pertolongan Allah, kita dapat mengasihi semua orang secara setara, tanpa membeda-bedakan mereka. –K.T. Sim

    Anda bisa memberikan dampak yang lebih berarti 

    Our Daily Bread

  • You might also like

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

Cari Blog Ini

Diberdayakan oleh Blogger.

Mengenai Saya

Foto saya
Pematangsiantar, Sumatera Utara, Indonesia
Pengamat Sosial

Persembahan bagi Yesus

Kami . . . terus-menerus diserahkan kepada maut karena Yesus. –2 Korintus 4:11 Baca: 2 Korintus 4:5-12 “Kulayangkan pandangku, yang redup ol...

Halaman FB