• Bangku Persahabatan 2026-01-03

    Demikianlah kita mempunyai karunia yang berlain-lainan menurut kasih karunia yang dianugerahkan kepada kita. –Roma 12:6

    Baca: Nehemia 3:6-12

    Ketika mendengar seorang pasien muda bunuh diri karena tak mampu membayar ongkos bus menuju rumah sakit untuk menjalani perawatan mentalnya, Dr. Chibanda merasa sangat terpukul. Ia pun mencari cara agar perawatan tersebut dapat lebih mudah diakses. Maka lahirlah program konseling unik yang disebut “Bangku Persahabatan,” dengan para terapis yang duduk di bangku-bangku tersembunyi di ruang publik, siap mendengarkan siapa pun yang membutuhkan pertolongan. Lalu, siapa yang ia latih sebagai terapis? Para nenek! “Mereka sudah tertanam dalam komunitas mereka,” ujar Dr. Chibanda. “Jadi, mereka memiliki kemampuan luar biasa untuk . . . membuat orang lain merasa dihormati dan dimengerti.”

    Dalam Nehemia 3, kita membaca tentang suatu proyek yang juga melibatkan sekelompok orang yang tidak biasa. Ketika tembok Yerusalem hancur, umat Allah ingin membangunnya kembali “supaya [mereka] tidak lagi dicela” dan diperolok oleh bangsa-bangsa di sekitar mereka. Tidak hanya para tukang emas seperti Uziel (3:8), beragam orang dengan karunia yang berbeda-beda—seperti Salum seorang penguasa wilayah—ikut bekerja membangun tembok (ay. 12).

    Sama seperti Dr. Chibanda dapat melihat para nenek yang membawa pengaruh dalam penanganan kesehatan mental di Zimbabwe melalui kehadiran dan kepedulian mereka, kiranya Allah memampukan kita untuk melihat kekuatan dalam setiap pribadi. Masing-masing dari kita memiliki pengalaman, sumber daya, dan karunia yang unik (Rm. 12:6). Ketika kita menyerahkan semua itu kepada-Nya, Dia dapat memakai kita untuk membangun umat-Nya dan melayani komunitas kita.

    Oleh: Poh Fang Chia

    Renungkan dan Doakan

    Melihat ke dalam hati Anda, apa yang Allah ingin Anda lakukan bagi gereja atau komunitas Anda? Siapa yang dapat Anda libatkan untuk melayani bersama Anda?

    Ya Bapa, bukalah mataku untuk melihat kekuatan dalam diri orang lain, agar aku dapat melayani bersama mereka dengan setia.

    Amin 

    Selamat menjalani hari ini dengan semangat dan Kekuatan dari Tuhan, Gbu 

    WAWASAN

    Berabad-abad sebelum Nehemia membangun kembali tembok Yerusalem (lihat Nehemia 3), Musa, sesuai perintah Allah, memimpin pembangunan tabernakel, yakni tempat suci portabel bagi Allah untuk bertemu dengan umat-Nya. Inisiatif khusus ini juga diikuti dengan partisipasi umat Allah, yang menyumbangkan berbagai materi pembangunan. Semua orang boleh ikut serta: “Sesudah itu datanglah setiap orang yang tergerak hatinya, setiap orang yang terdorong jiwanya, membawa persembahan khusus kepada TUHAN untuk pekerjaan melengkapi Kemah Pertemuan dan untuk segala ibadah di dalamnya dan untuk pakaian kudus itu” (Keluaran 35:21). Mereka yang memiliki karunia unik juga mendapat tugas khusus. Sejumlah perempuan ahli yang namanya tak disebut (ay. 25), dan para pemimpin (ay. 27) juga ikut serta, sebagaimana Bezaleel dan Aholiab (ay. 30-35).

    Saat ini, Allah sudah memberi kita beragam karunia, dan Dia akan menunjukkan bagaimana kita dapat menggunakan semua itu untuk membangun jemaat dan melayani komunitas kita. –Arthur Jackson

    Anda bisa memberikan dampak yang lebih berarti 

    Our Daily Bread

  • You might also like

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

Cari Blog Ini

Diberdayakan oleh Blogger.

Mengenai Saya

Foto saya
Pematangsiantar, Sumatera Utara, Indonesia
Pengamat Sosial

Harta yang Disimpan di Surga 2026-02-04

Kita tidak membawa sesuatu apa ke dalam dunia dan kita pun tidak dapat membawa apa-apa ke luar. –1 Timotius 6:7 Baca: 1 Timotius 6:6-12, 17-...

Halaman FB