• Dalam Jangkauan Allah 2026-01-24

    Tuhan Allahmu ada di antaramu sebagai pahlawan yang memberi kemenangan. –Zefanya 3:17

    Baca: Zefanya 3:14-17

    Seorang gadis berusia 16 tahun dijatuhi hukuman 50 tahun penjara dan harus mendekam di lembaga pemasyarakatan dengan penjagaan maksimum. Karena usianya yang masih muda, ia ditempatkan di sel isolasi, terpisah dari narapidana lainnya. Selama hampir satu tahun, tak ada seorang pun yang mengunjunginya. Namun, ketika berlangsung sebuah pelayanan penjangkauan dan baptisan di penjara itu, para penjaga mengizinkan hamba Tuhan yang melayani untuk masuk ke sel gadis itu. Gadis muda itu pun mendengar Injil, mau menyerahkan hidupnya kepada Yesus, dan meminta untuk dibaptis. Awalnya, tim pelayanan berencana menggunakan air botol kemasan untuk baptisan, tetapi secara tak terduga, petugas menonaktifkan seluruh fasilitas penjagaan dan menggiring gadis itu ke sebuah kolam baptis portabel. Saat mendengar orang-orang mendoakannya, gadis muda itu pun menangis.

    Allah memang berjanji akan menghakimi orang-orang yang menolak-Nya, tetapi Dia juga mencurahkan belas kasihan kepada mereka yang bertobat. Dia memulihkan dan melindungi mereka yang percaya kepada nama-Nya (Zef. 3:10-12). Pertobatan membawa kepada penebusan, sebab Allah sendiri “telah menyingkirkan” hukuman yang seharusnya kita tanggung (ay. 15). Pengharapan pun bergema dalam kata-kata Nabi Zefanya tentang Allah: “Ia bergirang karena engkau dengan sukacita, Ia membaharui engkau dalam kasih-Nya, Ia bersorak-sorak karena engkau dengan sorak-sorai” (ay. 17).

    Karena itu, kita dapat memberitakan Injil dengan belas kasihan dan keyakinan, terutama kepada mereka yang mungkin merasa sudah jauh dari Allah. Di mana pun kita berada, apa pun yang telah kita lakukan, dan seberapa kesepian, terlupakan, atau tidak layaknya kita merasa, Allah tetap mengasihi dan mengejar kita. Tidak seorang pun berada di luar jangkauan kasih-Nya.

    Oleh: Xochitl Dixon

    Renungkan dan Doakan

    Kapan Anda pernah merasa telah jauh dari Allah? Bagaimana belas kasihan yang telah Anda terima dari-Nya mempengaruhi cara Anda mempedulikan orang lain?

    Allah yang penuh kasih, berikanlah aku hati yang peduli, agar aku dapat melihat orang-orang yang membutuhkan jamahan-Mu, dan membagikan tentang diri-Mu kepada mereka.

    Amin 

    Selamat menjalani hari ini dengan semangat dan Kekuatan dari Tuhan, Gbu 

    WAWASAN

    Seperti sebagian besar nabi dalam Alkitab, Zefanya menubuatkan tentang penghakiman yang tegas sekaligus pengharapan yang teguh. Ia menyebut “hari TUHAN” (lihat Zefanya 1:7) sebagai suatu hari yang mengerikan baik untuk bangsa-bangsa non-Yahudi maupun orang Yehuda yang menyembah dewa-dewa mereka. Namun, bagian akhir kitab ini melihat jauh melampaui penghakiman tersebut, dengan pernyataan-pernyataan yang begitu indah: Allah yang “bergirang karena engkau dengan sukacita” dan “bersorak-sorak karena engkau dengan sorak-sorai” (3:17). Di antara kedua frasa itu dikatakan bahwa “Ia membaharui engkau dalam kasih-Nya.”

    Allah yang adil memiliki kasih sayang dan kepedulian seperti seorang ayah kepada putri-Nya, Yerusalem, sesudah ia didisiplin. Kita pun dapat meyakini bahwa tak seorang pun terlalu jauh untuk dijangkau oleh kasih Allah. –Tim Laniak

    Anda bisa memberikan dampak yang lebih berarti 

    Our Daily Bread

  • You might also like

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

Cari Blog Ini

Diberdayakan oleh Blogger.

Mengenai Saya

Foto saya
Pematangsiantar, Sumatera Utara, Indonesia
Pengamat Sosial

Harta yang Disimpan di Surga 2026-02-04

Kita tidak membawa sesuatu apa ke dalam dunia dan kita pun tidak dapat membawa apa-apa ke luar. –1 Timotius 6:7 Baca: 1 Timotius 6:6-12, 17-...

Halaman FB